CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Cara Benar Menganalisis Fundamental
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaf09ee83c7215ac273fcf/cara-benar-menganalisis-fundamental

Cara Benar Menganalisis Fundamental

Cara Benar Menganalisis Fundamental

Sebelum membahas Cara Benar Menganalisis Fundamental saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Informasi ialah sumber paling dasar dari analisis pasar. Lihat saja disaat ada rilis sebuah informasi. maka harga akan fluktuatif. Respon dari perubahan ekonomi fundamental Amat berperan penting dalam mengenali gejala market dan menentukan arah geraknya. Nah. maka dari itu Kamu butuh mencermati informasi makroekonomi serta data fundamental semacam suku bunga bank sentral. Di sayangkan. tatacara benar menganalisis fundamental dalam forex masih belum tidak sedikit di ketahui.

Dalam trading forex. analisis fundamental saling mendukung dengan analisis teknikal. Memanglah tak masalah andaikan trader memilih untuk memakai satu diantaranya saja. Namun. andai trader mengetahui tatacara benar menganalisis fundamental forex. maka bukan tak barangkali analisis trading secara keseluruhan akan semakin akurat. Kesempatan untuk memperoleh profit pun akan lebih besar karenanya. Analisis fundamental adalah analisis pergerakan mata uang yg didasarkan dari data-data ekonomi serta kondisi politik suatu negara. Disaat ada rilis sebuah informasi forex. maka harga akan condong fluktuatif. Kenapa? Ada dua karena:

Rilis informasi penting bisa menjadi penggerak sentimen risiko pasar. menjadikan mendorong orang untuk melakukan aksi beli ataupun aksi jual atas mata uang. saham. ataupun instrumen financial lain-lainnya di suatu negara. Pada gilirannya. aksi beli serta aksi jual yang telah di sebutkan bisa mendorong kenaikan ataupun penurunan nilai suatu mata uang. saham. ataupun instrumen financial lain-lainnya. dan memberi pengaruh arus investasi ke suatu negara.
Dalam jangka yang lama. nilai suatu mata uang cenderung merefleksikan kondisi ekonomi negara penerbitnya. Andaikan sebuah negara menunjukan pertumbuhan ekonomi tinggi. maka nilai tukar mata uangnya di pasar forex akan menguat. Sebaliknya. negara yg mengalami krisis ekonomi. maka kurs-nya mampu hancur lebur serta mata uangnya tak laku lagi. semacam berlangsung pada Zimbabwe serta Venezuela.

Kedua hal ini dia alasan kenapa analisis fundamental itu penting. Pertanyaan-nya. bagaimana trader bisa memakai data serta informasi ekonomi untuk analisis fundamental? Dalam tulisan atau artikel ini. kita akan membahas mengenai tatacara benar menganalisis fundamental.

Langkah 1: Mengkaji Makroekonomi
Dasar dari tatacara analisis fundamental melibatkan studi makroekonomi dalam skala global. Untuk melakukan hal itu. lebih dahulu perlu di ketahui dinamika siklus ekonomi. kebijakan moneter bank-bank sentral mayor. serta sejumlah indikator ekonomi penting.
Perilaku masa lantas sebuah lembaga keuangan semacam bank sentral. mempunyai relevansi yg Amat besar dalam mengambil keputusan di masa depan. Demikian juga. histori data ekonomi bisa memberi pengaruh bagaimana investor memandang sehat ataupun tidaknya suatu negara.
Dalam tatacara benar menganalisis fundamental. pemantauan atas histori data lebih penting dibanding fluktuasi beberapa saat. Kadangkala. fluktuasi drastis malahan butuh diabaikan selaku noise yg relevansinya rendah. Andai terlampau menghiraukan noise. maka kita malahan mampu jadi korban informasi serta media.



Tentukan Fase Dalam Siklus Ekonomi


Siklus ekonomi adalah empat fase Resesi (contraction/recession); Kelesuan. Bawah. ataupun Lembah (through/slump); Pemulihan (recovery/expansion); serta Puncak (peak/boom) yg berlangsung secara berulang dari waktu ke waktu. Siklus yang telah di sebutkan akan selalu dialami oleh dunia. perekonomian negara. ataupun usaha perusahaan apa saja yg menghasilkan output didasari produktifitas tertentu.
Didasari data-data ekonomi. kita butuh mengetahui dua hal supaya setelahnya bisa atau mampu memproses tatacara benar menganalisis fundamental:

1. Kondisi ekonomi negara yg mata uangnya kita perdagangkan itu pada fase apa?
Data ekonomi apa saja yg mampu memberi-kan indikasi mengenai fase siklus suatu negara? Telaah data Gross Domestic Product (GDP). tingkat pengangguran (unemployment rate). produksi industri (industrial production). serta inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI). Data-data yang telah di sebutkan umumnya di rilis secara terencana oleh otoritas terkait di setiap negara. serta kita mampu mengamatinya langsung di situs resmi ataupun melalui kalender forex.

Misalnya pada screenshot diatas. nampak data inflasi konsumen Zona Euro (CPI) mengalami penurunan di bulan April dibanding data periode sebelumnya (previous). Malah. data-data yang telah di sebutkan tidak hingga memenuhi estimasi ekonom (forecast). Tapi. jangan buru-buru menghakimi bahwasanya ini data negatif. Coba tengok dahulu histori inflasi Zona Euro. Apakah tren inflasi benar benar menurun. ataukah data di artikel ini sekedar anomali?

Di lihat dari histori data inflasi konsumen Zona Euro selama setahun yang terakhir. terperinci berlangsung kemerosotan beruntun. Ini adalah kabar negatif bagi mata uang Euro. Boleh jadi. tempat ini sedang mengalami perlambatan ekonomi. Di sisi lain. kalender forex menunjukan bahwasanya data pengangguran Amerika Serikat menurun dari 4.1% ke 3.9%. Andaikan perbaikan ini dikonfirmasi oleh histori data pengangguran AS dalam jangka lebih panjang. maka mampu mengindikasikan terjadinya ekspansi ekonomi. Apalagi andai hal itu didukung oleh kinerja GDP serta inflasi yg lebih baik. maka semakin menguatkan outlook ekonomi AS dalam analisis fundamental.

2. Kondisi ekonomi global sekarang ini pada fase apa?
Dengan memantau dinamika suku bunga dunia. pertumbuhan ekonomi global. serta ekspansi industri; kita bisa memberikan kesimpulan perekonomian internasional sedang berada pada fase apa. Selanjutnya. dengan membandingkan kondisi ekonomi global dengan negara yg mata uangnya kita perdagangkan. bisa diambil satu di antara dua skenario:

Dalam kondisi pertumbuhan global tinggi. minat risiko investasi umumnya naik. Aset-aset financial yg nilainya meningkat pada situasi ini salah satunya saham; komoditas energi. agri. serta logam industri; mata uang komoditas (Commodity Dollar/Comdoll); dan mata uang-mata uang negara dengan fundamental lemah.
Sebaliknya andai berlangsung krisis dunia. maka seluruh tindakan spekulatif berisiko tinggi akan menyusut. Akibatnya. aset-aset tadi akan menderita aksi jual. lantas mengalami penurunan nilai. Investor yg bijak akan menyusun ulang portofolio mereka-mereka. serta mengalokasikan dana pada aset-aset financial yg dianggap lebih aman serta mata uang negara dengan fundamental lebih kuat.

Secara global. andaikan produktifitas tinggi serta pertumbuhan ekonomi pesat. maka mampu menciptakan kondisi economic bubble. Disaat bubble ini pecah. maka bisa menimbulkan terjadinya krisis yg mendorong dunia masuk dalam resesi. Fase ekonomi akan selalu berubah-rubah. Oleh karena itu. kita butuh meninjau ulang analisis fundamental secara terencana. lantas melakukan penyesuaian dalam portofolio.





Periksa Inovasi Teknologi serta Kondisi Politik


Selain kondisi ekonomi itu sendiri. sentimen pasar acap kali di pengaruhi oleh inovasi teknologi dan kondisi politik serta pertahanan-keamanan (hankam). Walaupun pengaruhnya tak langsung. akan tetapi butuh di waspadai dalam melakukan analisis fundamental. Umpamanya. kemajuan teknologi berita (IT) di Amerika Serikat sudah melahirkan tidak sedikit perusahaan top yg masuk ke jajaran saham blue chip terunggul. semacam Alphabet (Google). Apple. Facebook. dan juga lain-lainya. Keunggulan kompetitif perusahaan-perusahaan yang telah di sebutkan berusaha mendatangkan investasi asing tak henti-henti mengalir ke AS serta mendorong pertumbuhan pesat. Sebaliknya. negara negara berkembang semacam Indonesia malahan mengalami kesulitan mengejar perkembangan teknologi serta mempertahankan stabilitas fundamental ekonomi.

Langkah 2: Mengkaji Kondisi Moneter Global
Selain makroekonomi. kondisi moneter serta kebijakan yg diambil bank sentral pun bisa memberi pengaruh analisis fundamental di pasar forex. Karenanya. trader butuh mengetahui situasi moneter negara negara maju secara lebih spesifik. khususnya perihal kebijakan moneter bank sentral.
Secara umum. bias kebijakan moneter bank sentral bisa dibedakan menjadi tiga:

Hawkish. yakni condong pada pengetatan moneter (tight monetary policy): menahan pertumbuhan Money Supply (M3). menaikan suku bunga acuan. melakukan penjualan sekuritas (obligasi). serta memangkas stimulus moneter (tapering). Pertimbangannya. andai suku bunga terlalu rendah dalam waktu lama. maka mampu menghasilkan bubble yg membahayakan perekonomian.


Dovish. yakni condong pada pelonggaran moneter (loose monetary policy): mendorong pertumbuhan Money Supply (M3). memangkas suku bunga ataupun malahan menetapkan suku bunga negatif. melakukan pembelian sekuritas (obligasi). serta melancarkan stimulus moneter (Quantitative Easing). Pertimbangannya. andai suku bunga dinaikkan tatkala kondisi ekonomi tidak lebih sehat. maka kelak akan mengekang ekspansi usaha akibat tingginya bunga pinjaman yg perlu dibayar.


Netral. yakni condong untuk membiarkan kebijakan yg telah diambil. ataupun dengan kata lain. tak melakukan perubahan apa-apa.

Dengan mengkaji bias kebijakan moneter global terkini. kita mampu membandingkannya dengan kondisi sebelumnya. lantas memprediksikan dampaknya bagi perekonomian global.
Pada prakteknya dalam analisis fundamental. kita bisa bertindak berdasar rumusan berikut:

Kebijakan moneter longgar sesudah masa resesi itu normal. Bagi kita. itu mempunyai arti kita mampu menaikan toleransi risiko dalam portofolio. Praktisnya. kita bisa memilih aset-aset financial serta mata uang yg berisiko lebih tinggi.


Kebijakan moneter longgar berkepanjangan itu menghadirkan risiko akan terjadinya economic bubble. Mata uang negara negara dengan fundamental ekonomi lemah akan terapresiasi (kurs naik) sampai-sampai melampaui level wajar. menjadikan membuka kesempatan untuk melakukan short-selling atasnya.
Kebijakan moneter ketat sesudah masa puncak itu mensinyalkan di mulainya periode siklus selanjutnya. Pengertiannya. kita butuh mengurangi toleransi risiko dalam portofolio dengan memilih aset-aset financial serta mata uang yg relatif lebih aman.


Kebijakan moneter ketat berkepanjangan itu akan memaksakan spekulan untuk memangkas aksinya di pasar. berhubung suku bunga terus meninggi. Akibatnya. mata uang negara negara dengan fundamental ekonomi kuat akan terapresiasi (kurs naik) sampai-sampai melampaui level wajar. menjadikan membuka kesempatan untuk melakukan short-selling atasnya.

Tapi. telaah bahwasanya keempat skenario yang telah di sebutkan mampu tak berlangsung. andai berlangsung krisis berhubung pecahnya bubble. harga komoditas melesat akibat krisis. ataupun ada insiden geopolitik tertentu. Telaah bahwasanya analisis fundamental bukanlah hukum alam yg bersifat pasti.

Langkah 3: Menelaah Perbedaan Suku Bunga Serta Neraca Pembayaran
Yang terakhir. kita mampu menentukan mata uang mana yg akan kita jual serta mana yg akan kita beli di pasar forex didasari selisih data moneter. Tatacara analisis fundamental ini: bandingkan selisih suku bunga serta neraca pembayaran masing masing negara yg mata uangnya kita perdagangkan.



Suku Bunga Dalam Analisis Fundamental


Sebelumnya. penting untuk di ketahui bahwasanya dalam dunia forex. ada mata uang mayor (major currency) dari delapan tempat penting yg paling tidak sedikit diperdagangkan serta lebih banyak didominasi di pasar forex. Karenanya. bank sentral dari kawasan-kawasan yang telah di sebutkan menjadi sorotan trader ataupun investor. Yang akan di sajikan kali ini daftarnya yang telah di sebutkan beserta nama bank sentral masing masing:

Dolar AS (USD) digunakan oleh Amerika Serikat serta sejumlah negara lain. sekalian alat pembayaran utama dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu. tidak heran bila bank sentral AS. Federal Reserve (The Fed). menjadi pusat perhatian di pasar forex.
Euro (EUR) dipakai oleh negara negara dalam tempat Zona Euro. Kebijakan moneter serta stabilitas mata uang Euro adalah tanggung jawab European Bank Central (ECB).
Yen (JPY) adalah sebutan bagi mata uang yg dipakai oleh Jepang. Dalam analisis fundamental terkait Yen. butuh memperhatikan kebijakan Bank of Japan (BoJ).
Poundsterling (GBP) yg dijuluki Cable. dipakai berdampaingan dengan Euro di Inggris. Pergerakannya di pengaruhi oleh kebijakan suku bunga Bank of England (BoE).
Dolar Australia (AUD) adalah satu dari sekian banyaknya Comdoll. Selain Amat di pengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta sentimen risiko. pergerakannya pula bisa di arahkan oleh kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).
Dolar Kanada (CAD) ialah Comdoll kedua yg Amat gampang digoyahkan oleh harga minyak. Tapi. kebijakan-kebijakan suku bunga yg mempengaruhinya ditentukan oleh Bank of Canada (BoC).
Franc Swiss (CHF) berada di bawah otoritas Swiss National Bank (SNB). Selain bisa memberi pengaruh Franc Swiss melalui kebijakan suku bunga. SNB pula di ketahui Suka melakukan intervensi langsung di pasar forex dengan melakukan aksi jual ataupun beli CHF versus Euro.
Dolar New Zealand (NZD) adalah Comdoll ketiga. Pergerakannya di pengaruhi oleh tidak sedikit faktor. salah satunya suku bunga acuan yg ditentukan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

Setiap bank sentral akan meninjau ulang kebijakan dalam rapat yg diadakan secara terencana antara 4-6 pekan sekali. Pada tatkala itu juga. bank sentral akan mengumumkan apakah suku bunga tidak dirubah. akan dinaikkan. ataupun akan diturunkan. Hasil dari keputusan-keputusan yang telah di sebutkan bisa Kamu lihat di situs bank sentral terkait. di kalender forex. ataupun di tabel data suku bunga forex.

Secara sekilas. tidak sedikit yg menganggap andai kenaikan suku bunga akan berpengaruh positif bagi mata uang negara terkait; sedangkan penurunan suku bunga bakal berpengaruh negatif. Tapi. pasca rapat terencana pula. bank sentral akan memberikan pandangannya mengenai perkembangan ekonomi terkini dan kebijakan-kebijakan lain yg akan diambilnya sesuai kebutuhan perekonomian mendatang. Menjadikan. reaksi pasar tidak semata ditentukan oleh keputusan suku bunga satu bank sentral saja.

Pasar akan mencermati pernyataan bank sentral pasca rapat secara keseluruhan. untuk lantas memberikan kesimpulan apakah biasnya hawkish. dovish. ataupun netral. Pada akhir-nya. reaksi pasar pasca rapat adalah gabungan antara keputusan yg diambil sekarang ini dan bias bagi kebijakan di masa depan. lantas dibanding dengan bias negara lain. Perbandingan ini dikenal dengan sebutan divergensi kebijakan. Kita tak mampu memberikan kesimpulan apakah suatu mata uang akan naik ataupun turun. cuma didasari perubahan suku bunga saja.



Neraca Pembayaran Dalam Analisis Fundamental


Neraca Pembayaran sebuah negara bisa di ibaratkan Neraca Keuangan sebuah perusahaan. Makin tidak jelek alias bagus Neraca Pembayaran. maka semakin kuatlah ketahanan mata uang suatu negara dalam menghadapi gejolak ekonomi. Selain itu. sebaiknya pula memeriksa apakah Neraca Pembayaran itu didukung oleh deposit dana yang gampang keluar lagi dari suatu negara (hot money) ataukah akumulasi investasi langsung jangka yang lama yg bersifat lebih permanen.
Neraca Pembayaran umumnya bisa ditilik dari data Current Account Balance (CAB) dan rasio Current Account to-GDP masing masing negara yg dipublikasikan secara terencana. Negara negara dengan surplus CAB serta rasio tinggi. umumnya dipandang selaku tempat dengan perekonomian tangguh.
Dengan membandingkan suku bunga serta Neraca Pembayaran. maka kita bisa memutuskan tindakan didasari dua skenario analisis fundamental:

Disaat perekonomian dunia berada pada akhir fase Pemulihan serta awal fase Puncak. minat risiko meningkat. menjadikan pelaku pasar akan condong menjual mata uang dengan kondisi fundamental kuat serta suku bunga rendah. Sebaliknya. mereka-mereka malahan akan membeli mata uang dengan suku bunga lebih tinggi. walaupun fundamentalnya barangkali lebih lemah.


Disaat perekonomian dunia mengalami fase Resesi serta Kelesuan. maka pelaku pasar cenderung cari aman dengan membeli mata uang dengan Neraca Pembayaran kuat. Di kala yg percis. mereka-mereka akan menjual mata uang dengan suku bunga lebih tinggi yg negaranya mempunyai Neraca Pembayaran tidak baik.





Kesimpulan
Tatacara benar menganalisis fundamental bukanlah dengan memakai tidak jelek alias bagus ataupun jeleknya data ekonomi tertentu selaku pemicu buy ataupun sell. Trader perlu memerhatikan data-data yang telah di sebutkan secara historis. data ekonomi lain-lainnya dari negara yang telah di sebutkan. dan kondisi ekonomi global; baru lantas mengambil keputusan. Pada biasanya. pelaku pasar memakai analisis fundamental selaku acuan untuk membuka posisi trading jangka yang lama yg berlawanan arah dengan posisi trading mayoritas (counter-trend). Ada tipe pelaku pasar lain yg memakai rilis data-data ekonomi selaku acuan langsung untuk membuka posisi trading jangka pendek. dikenal dengan sebutan News Trading. Tapi. bagi pemakai tatacara analisis fundamental orthodox. News Trading sering tak dianggap selaku tatacara benar menganalisis fundamental.
Untuk memahami penjelasan panjang diatas dengan lebih gampang. Kamu bisa menyimpan info pentingnya dalam bentuk infografi menarik berikut:

Andai Kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut perihal analisa fundamental. selain dari kolom komentar. Kamu pula mampu langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab kami.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di