CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaef8db41d3072b64f6862/analisa-fundamental-bawa-3-orang-ini-jadi-trader-legendaris

Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris

Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris

Sebelum membahas Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Analisa fundamental. penting namun acap kali tidak di ingat-ingat lagi. Selama menjadi trader. kapan yang terakhir kali Kamu menelisik informasi ekonomi untuk mendapatkan berita mengenai kondisi ekonomi negara negara pair major terkini? Tahukan Kamu. bahwasanya 3 orang (yg awal mulanya) awam ini bisa atau mampu menjadi trader legendaris dengan mengandalkan ketajaman analisa fundamental?

Analisa fundamental pada praktiknya sebetulnya berpangkal pada ketelitian trader untuk mengevaluasi nilai hakiki (intrinsic value) pada suatu instrumen financial. Dari situ trader fundamentalis bisa mendeteksi sejauh mana mispricing (kesenjangan harga) sudah bergerak menjauh dari nilai hakikinya. Mereka-mereka bisa mengantongi profit dalam jumlah besar berhubung sesuai dengan hukum permintaan versus persediaan harga akan terkoreksi kembali ke posisi nilai hakiki yang telah di sebutkan.
Kamu masih tak meyakini terhadap keampuhan analisa fundamental? Simak dahulu pengakuan tiga trader legendaris berikut.

Ini dia Pandang-an 3 Trader Legendaris Terhadap Analisa Fundamental
Analisa Fundamental sebetulnya sudah menjadi pegangan para trader profesional sebelum analisa teknikal menjadi ternama. Hal yang telah di sebutkan sehubungan mispricing acap kali berlangsung di kala tidak sedikit trader lain tak mendapatkan kanal informasi ataupun berita secara lengkap. Jadi tak heran bila harga suatu instrumen financial (saham. komoditas. dsb) acap kali tergoreng hingga pada titik harga nadirnya.
Di situlah para fundamentalis handal menganalisa harga sejati dari instrumen hasil goreng-gorengan yang telah di sebutkan. Mereka-mereka memasang posisi dari titik harga nadir. lantas posisi dipertahankan hingga harga kembali terkoreksi ke harga hakikinya.

1. Benjamin Graham
Masalah harga hakiki vs. mispricing dibahas secara mendetail oleh satu dari sekian banyaknya trader legendaris. Benjamin Graham. dalam bukunya Security Analysis pada tahun 1934 serta The Intelligent Investor pada tahun 1949. Sampai-sampai sekarang ini. kedua buku yang telah di sebutkan masih dicetak berhubung dinilai selaku satu dari sekian banyaknya tatacara investasi klasik paling baik.
Benjamin Graham mengatakan bahwasanya harga-harga saham di bursa kebanykan salah. serta tak mencerminkan nilai hakiki suatu perusahaan. Walaupun opini yang telah di sebutkan kontroversial. tapi acap kali pada kenyataannya terbukti berhubung keberadaan insider trading yg memaanfatkan orang dalam untuk mendapatkan berita aktual.
Oleh karenanya Benjamin Graham acap kali mengingatkan untuk waspada disaat harga mendadak melesat naik maupun turun tajam. Selaku investor cerdas Kamu perlu meniliti dengan analisa fundamental; apakah perubahan harga fluktuatif yang telah di sebutkan sejatinya mencerminkan nilai hakikinya ataupun sekedar cuma goreng-gorengan belaka.

2. Warren Buffet
Buah tak jatuh dari pohonnya. Warren Buffet menurunkan prinsip-prinsip analisa fundamental dari gurunya. Benjamin Graham. Kedua trader legendaris yang telah di sebutkan menekankan esensi analisa fundamental selaku penentu nilai intrinsik suatu instrumen financial/sekuritas.
Warren Buffet bisa atau mampu mengeruk profit dalam jumlah fantastis per tahunnya berhubung kelihaiannya dalam menganalisa fundamental nilai intrinsik suatu perusahaan dengan prinsip Value Investing. Dengan prinsip yang telah di sebutkan dia bisa menjumpai Hidden Gems pada skema investasinya. Permata tersembunyi yang telah di sebutkan antara lain ialah perusahaan-perusahaan tidak ternama ataupun tidak teringat lagi dengan rasio P/E serta P/B rendah. tapi mempunyai tidak sedikit asset potensial. Umumnya harga saham perusahaan-perusahaan yang telah di sebutkan akan tergelincir sesudah melewati periode IPO.
Di mana trader-trader umum mulai melepas saham pada perusahaan-perusahaan hidden gems yang telah di sebutkan. Warren Buffet malahan mempertimbangkan untuk membeli saham di kala harga hakikinya sebetulnya lebih tinggi dari harga terendahnya (harga listing di bursa).
Dari situ Warren Buffet memperoleh return dalam jumlah besar berhubung dengan membeli harga saham murah dalam volume raksasa. akhir-nya perusahaan bak permata tersembunyi tadi mulai bangkit menaikan performa output produksinya.
Selaku trader ritel Kamu akan menjumpai kesulitan dalam menirukan langkah-langkah investasi sang trader legendaris berhubung keterbatasan modal. Alternatifnya Kamu bisa berinvestasi pada hedge funds dengan kebijakan investasi yg meniru langkah-langkah Warren Buffet.

3. George Soros
Andai Kamu telah lama bergelut dalam trading Forex. pasti Kamu telah pernah mendengar nama trader legendaris. George Soros. Satu dari sekian banyaknya kiprahnya dalam pasar Forex ialah fenomena Black Wednesday di mana dia sukses mengantongi USD 1 Milyar serta memaksakan Bank Sentral Inggris (BoE) keluar dari mekanisme ERM (asal mula Euro).
Keberhasilan George Soros terdapat atau terletak pada aplikasi teori refleksif di mana dia mendeteksi gelembung-gelembung ekonomi pada suatu negara yg telah mencapai titik nadirnya. Makin cepat perekonomian suatu negara berekspansi melebihi kapasitas fundamentalnya. maka besar kemungkinan negara yang telah di sebutkan terperosok resesi akan makin besar. Umpamanya tatkala AS mengalami resesi akibat housing bubble pada tahun 2007.
Teori refleksif dasarnya memang pula masih berpangkal pada analisa fundamental. Mispricing pada pasar Forex relatif Suka muncul lebih-lebih pada tatkala rilis news berdampak tinggi. Dengan teori refleksif. trader profesional bisa atau mampu menyaring noise akibat rilis informasi yang telah di sebutkan dengan analisa fundamental.

Kesimpulan
Analisa teknikal belakangan ini menjadi Amat ternama berhubung tersedianya tatacara penggunaan beragam indikator maupun analisa grafis pada chart. Akibatnya. tidak sedikit trader pemula lebih mendahulukan belajar analisa teknikal ketimbang analisa fundamental. Toh kata mereka-mereka belajar analisa fundamentalis itu susah serta ruwet.
Walaupun begitu. analisa fundamental sebetulnya tak bisa dilepaskan dari proses analisa pasar forex jangka pendek ataupun jangka yang lama. Berhubung ketrampilan untuk menjumpai serta memantau mispricing vs intrinsic value secara ekslusif cuma di peroleh dari ketajaman analisa fundamental.

Andai Kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut. selain dari kolom komentar. Kamu pula mampu langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di