CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Pengaruh Quantitative Easing Pada Nilai Mata Uang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaee1bf4ae2f674e1b7e4f/pengaruh-quantitative-easing-pada-nilai-mata-uang

Pengaruh Quantitative Easing Pada Nilai Mata Uang

Pengaruh Quantitative Easing Pada Nilai Mata Uang

Sebelum membahas Pengaruh Quantitative Easing Pada Nilai Mata Uang saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Quantitative Easing ialah satu dari sekian banyaknya kebijakan moneter longgar yg di lakukan oleh bank sentral guna menaikan jumlah uang beredar (money supply). Sebutan Quantitative Easing ataupun QE Suka muncul dalam pemberitaan ihwal pasar keuangan beberapa tahun belakangan ini. berhubung adalah bagian dari upaya bank sentral untuk menanggulangi masalah rendahnya laju inflasi serta pertumbuhan ekonomi.
Awal mulanya. Quantitative Easing identik dengan bank sentral Jepang (BoJ) yg menjalankan kebijakan ini sejak tahun 2001 sesudah menurunkan tingkat suku bunganya hingga dengan nol %. Tapi. bank-bank sentral lain lantas menjalankan kebijakan sejenis. salah satunya di antaranya bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Dasarnya memang. dalam kebijakan QE. bank sentral akan menambah jumlah uang beredar dengan melakukan pembelian banyak sekali surat bernilai (efek) semacam obligasi. guna membanjiri pasar keuangan dengan uang cash. sampai-sampai menaikan likuiditas mata uang negara yang telah di sebutkan. Dengan demikian. laju inflasi di harapkan akan meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah uang beredar. tersedia likuiditas melimpah bagi bank-bank untuk menyalurkan kredit sekalian menggenjot pertumbuhan ekonomi. Tapi. jumlah uang beredar yg meningkat berhubung pengaruh Quantitative Easing akan memperlemah nilai tukar mata uang.


Kebijakan Quantitative Easing Oleh Bank Sentral Jepang
Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) mulai menerapkan kebijakan Quantitative Easing dalam system moneternya disaat berlangsung periode stagnasi dalam perekonomian antara tahun 2001 sampai-sampai 2006. Pada tatkala itu. berhubung tingkat suku bunga nol % masih belum bisa atau mampu mendongkrak kondisi ekonomi. maka bank sentral diharuskan untuk menerapkan suatu kebijakan baru yg mampu memerangi gelombang deflasi yg sudah melanda Jepang.
Dalam rangka Quantitative Easing. BoJ melakukan ekspansi pembelian surat-surat bernilai berupa obligasi serta saham guna membuat mudah mencapai targetnya dalam melindungi likuiditas moneter dan mendorong perbankan untuk mengalirkan kredit ke masyarakat. Meskipun kebijakan QE masih di perdebatkan keefektifannya. akan tetapi tidak sedikit pihak sepakat bahwa tatacara ini adalah opsi paling baik untuk mengatasi deflasi. Di sisi lain. kebijakan ini menghasilkan depresiasi nilai tukar Yen. menjadikan mendongkrak daya saing produk-produk Jepang di pasar internasional berhubung harga lebih murah ketimbang tatkala kurs Yen lebih kuat.
Pada tahun pertama disaat kebijakan QE diaplikasikan. USD/JPY naik 18.5% yg mempunyai arti Yen melemah terhadap US Dollar. serta indeks saham Nikkei pula turun 28%. Antara tahun 2002 hingga akhir 2004. USD/JPY turun 22% pada tatkala perekonomian Jepang mulai stabil. Selama periode waktu yang telah di sebutkan. indeks saham Nikkei kembali menguat (recover) sebesar 20%.

QE versi Federal Reserve
Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengadopsi kebijakan Quantitative Easing sejak menetapkan suku bunga hampir nol % (0.125 %) per Agustus 2009. Rincian teknis pembelian surat bernilai yg dijalankan oleh The Fed agak tidak sama dengan kebijakan QE ala BoJ. akan tetapi garis besar serta tujuannya percis.
Di Amerika Serikat. besar kecilnya skala QE diukur dari nominal yg tercantum dalam neraca (Balance Sheet) bank sentral. Selama QE berjalan. nilai Balance Sheet akan selalu meningkat.
The Fed sudah menaikan Balance Sheet-nya pada periode waktu belakangan ini dengan membeli surat-surat bernilai salah satunya surat utang ataupun obligasi (bond) setiap bulannya. menjadikan menaikan jumlah uang yg beredar dalam pasar keuangan. Sebagaimana berlangsung pada mata uang Yen. kebijakan QE akan memicu US Dollar melemah. Tapi kebijakan Quantitative Easing ini adalah langkah yg butuh diambil oleh The Fed guna menstabilkan kondisi perekonomian Amerika Serikat serta mencegah terjadinya deflasi.

Tahukah Kamu bahwasanya ada banyak sekali faktor yg memberi pengaruh nilai tukar mata uang. bukan cuma kebijakan bank sentral saja. Simak selengkapnya pada tulisan atau artikel 6 Faktor yg Memberi pengaruh Nilai Tukar Mata Uang.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di