CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efaea398d9b17085629bd2c/6-faktor-yang-mempengaruhi-nilai-tukar-mata-uang

6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Sebelum membahas 6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Di samping tingkat inflasi serta suku bunga. nilai tukar mata uang Suka dipakai untuk mengukur level perekonomian suatu negara. Nilai tukar mata uang memegang peranan penting dalam perdagangan antar negara. dimana hampir umumya negara negara di dunia sekarang ini terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar bebas. Bagi perusahaan investasi serta investor mancanegara. nilai tukar mata uang akan berdampak pada return serta portofolio investasinya.

Nilai tukar mata uang suatu negara ialah relatif. serta dinyatakan dalam perbandingan dengan mata uang negara lain. Tentunya perubahan nilai tukar mata uang akan memberi pengaruh aktivitas perdagangan kedua negara yang telah di sebutkan. Nilai tukar yg menguat akan memicu nilai ekspor negara yang telah di sebutkan lebih tidak murah. serta impor dari negara lain lebih murah. serta sebaliknya. Berikut ialah 6 faktor yg mampu memberi pengaruh pergerakan nilai tukar mata uang antara dua negara:
1. Perbedaan Tingkat Inflasi Antara Dua Negara
Suatu negara dengan tingkat inflasi konsisten rendah akan lebih kuat nilai tukar mata uangnya dibanding negara yg inflasinya lebih tinggi. Daya beli (purchasing power) mata uang yang telah di sebutkan relatif lebih besar dari negara lain. Pada akhir abad 20 lantas. negara negara dengan tingkat inflasi rendah ialah Jepang. Jerman serta Swiss. sementara Amerika Serikat serta Canada menyusul lantas. Nilai tukar mata uang negara negara yg inflasinya lebih tinggi akan mengalami depresiasi dibanding negara partner dagangnya.
2. Perbedaan Tingkat Suku Bunga Antara Dua Negara
Suku bunga. inflasi. serta nilai tukar Amat berhubungan erat. Dengan merubah tingkat suku bunga. bank sentral suatu negara mampu memberi pengaruh inflasi serta nilai tukar mata uang. Suku bunga yg lebih tinggi akan memicu permintaan mata uang negara yang telah di sebutkan meningkat. Investor domestik serta luar negeri akan tertarik dengan return yg lebih besar. Tapi andai inflasi kembali tinggi. investor akan keluar sampai-sampai bank sentral menaikan suku bunganya lagi. Sebaliknya. andai bank sentral menurunkan suku bunga maka akan condong memperlemah nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan.
3. Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan antara dua negara berisi seluruh pembayaran dari hasil jual beli barang serta jasa. Neraca perdagangan suatu negara di sebut defisit bila negara yang telah di sebutkan membayar lebih tidak sedikit ke negara partner dagangnya dibanding dengan pembayaran yg di peroleh dari negara partner dagang. Dalam hal ini negara yang telah di sebutkan butuh lebih tidak sedikit mata uang negara partner dagang. yg memicu nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan terhadap negara partnernya melemah. Keadaan sebaliknya di sebut surplus. dimana nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan menguat terhadap negara partner dagang.
4. Hutang Publik (Public Debt)
Neraca anggaran domestik suatu negara dipakai pula untuk membiayai proyek-proyek untuk kepentingan publik serta pemerintahan. Andai anggaran defisit maka public debt membengkak. Public debt yg tinggi akan memicu naiknya inflasi. Defisit anggaran mampu ditutup dengan menjual bond pemerintah ataupun mencetak uang. Keadaan mampu memburuk bila hutang yg besar memicu negara yang telah di sebutkan bawahan (gagal bayar) menjadikan peringkat hutangnya turun. Public debt yg tinggi terang akan condong memperlemah nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan.
5. Ratio Harga Ekspor Serta Harga Impor
Andai harga ekspor meningkat lebih cepat dari harga impor maka nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan cenderung menguat. Permintaan akan barang serta jasa dari negara yang telah di sebutkan naik yg mempunyai arti permintaan mata uangnya pula meningkat. Keadaan sebaliknya untuk harga impor yg naik lebih cepat dari harga ekspor.
6. Kestabilan Politik Serta Ekonomi
Para investor tentu akan mencari negara dengan kinerja ekonomi yg tidak jelek alias bagus serta kondisi politik yg stabil. Negara yg kondisi politiknya tak stabil akan condong beresiko tinggi selaku tempat berinvestasi. Keadaan politik akan berdampak pada kinerja ekonomi serta kepercayaan investor. yg pada akhir-nya akan memberi pengaruh nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan.

Secara keseluruhan. berikut ialah infografi yg merangkum penjelasan mengenai 6 faktor penggerak nilai tukar mata uang:

Dalam trading forex. mengetahui faktor yg memberi pengaruh nilai tukar mata uang saja tak cukup bila Kamu belum tahu tips analisisnya. Maka dari itu. perdalam ilmu Kamu dengan mengetahui tips benar menganalisis fundamental.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di