CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efae0da97751342f5638370/pengaruh-data-retail-sales-pada-pasar-forex

Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex

Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex


Sebelum membahas Pengaruh Data Retail Sales Pada Pasar Forex saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Data Retail Sales (penjualan ritel) ialah satu dari sekian banyaknya laporan ekonomi fundamental penting yg selalu di perhatikan pelaku pasar financial. salah satunya para trader forex. Indikator ini menunjukan level pengeluaran konsumen {yang merupakan} komponen penting penggerak aktivitas perekonomian suatu negara. menjadikan pengaruh Retail Sales terhadap kurs mata uang cukup besar.
Umpamanya di Amerika Serikat. pengeluaran konsumen mengambil porsi 70 % dari semua aktivitas perekonomian. serta sepertiganya diperoleh dari penjualan ritel. Andai konsumen tidak sedikit membelanjakan uangnya. maka perekonomian akan selalu tumbuh. Dengan kata lain. peningkatan data Retail Sales mampu berpengaruh positif pada nilai tukar. Yang akan di sajikan kali ini analisis selengkapnya.


Jenis-Jenis Data Retail Sales
Data Retail Sales (laporan penjualan ritel) umumnya terdiri atas dua bagian. yakni:

Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) yg tak memasukkan perhitungan penjualan otomotif.
Penjualan ritel total (Retail Sales) yg mencakup data keseluruhan. salah satunya penjualan otomotif.

Antara data inti serta total. analis serta trader umumnya lebih memperhatikan data inti berhubung penjualan otomotif yg cenderung volatile.
Di Amerika Serikat. penjualan ritel total dinamakan Advance Retail Sales. sedangkan di beberapa negara lain di sebut dengan Retail Sales saja. Penjualan otomotif mengambil porsi 20% dari penjualan retail total. Walau demikian. data Retail Sales Amat tidak banyak memperhitungkan pengeluaran konsumen di bidang jasa; cuma sebagian kecil saja dari konsumsi total yg dimonitor oleh indikator ini.
Selain dibagi atas Core Retail Sales serta total Retail Sales. rincian data penjualan ritel terbagi atas dua item. yakni:

barang barang konsumsi yg tahan lama (consumer durable goods). yakni jumlah nilai total produk-produk yg di harapkan mampu bertahan sampai-sampai 3 tahun.
barang barang konsumsi yg tak tahan lama (consumer non-durable goods) untuk produk-produk yg ketahanannya tidak lebih dari 3 tahun.

Di AS data penjualan ritel di rilis oleh biro sensus (U.S. Census Bureau) serta menunjukan persentase perubahan total nilai penjualan di bidang ritel dalam periode tertentu. Di AS serta beberapa negara lain. data ini di rilis tiap bulan. umumnya sekitar dua minggu sesudah bulan penghitungan berakhir. Pengertiannya. data Mei akan di rilis di pertengahan Juni; data Juni akan di rilis di pertengahan Juli. serta seterusnya.

Pengaruh Data Retail Sales Dalam Forex
Data Retail Sales selalu di perhatikan trader forex serta pengamat dalam analisa fundamental. Mengapa? Berhubung. data penjualan ritel memberi-kan gambaran mengenai tren daya beli konsumen yg akan berdampak langsung pada kekuatan perekonomian suatu negara.

Secara umum. andai data penjualan ritel lebih baik dari yg di perkirakan. maka hal yang telah di sebutkan mengindikasikan ekonomi yg tengah tumbuh. Dengan banyaknya produk pabrikan yg diserap konsumen. maka penghasilan perusahaan-perusahaan akan meningkat. Peningkatan penghasilan perusahaan membuat mereka-mereka lantas mampu berekspansi dengan menaikan gaji pegawai. membuka pabrik baru. menciptakan inovasi produk anyar. ataupun membuka lowongan kerja yg lebih tidak sedikit. Seluruh ini adalah tanda-tanda pertumbuhan ekonomi.
Tumbuhnya perekonomian mencerminkan kekuatan daya beli konsumen serta keseringan naiknya tingkat inflasi. Kuatnya perekonomian akan memicu menguatnya nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan. sedangkan naiknya inflasi akan memicu bank sentral menaikan suku bunga acuan.
Sebaliknya. data penjualan ritel yg turun menjadi lebih kecil dibanding angka estimasi ataupun angka di periode sebelumnya. mengindikasikan perekonomian tengah mengalami kontraksi (perlambatan). Andai kontraksi berlangsung terus-menerus. pengertiannya konsumen enggan mengeluarkan dananya untuk berbelanja. Pengaruh Retail Sales yg kian lama kian tidak baik mampu menghasilkan perusahaan-perusahaan menutup pabrik. melakukan pemecatan karyawan (PHK). maupun memangkas tunjangan pekerja. sampai-sampai menghasilkan resesi.
Dalam situasi perekonomian yg terkontraksi semacam itu. maka bisa memicu bank sentral menurunkan tingkat suku bunganya dengan harapan supaya orang-orang membelanjakan uang mereka-mereka alih-alih menabungkannya di bank. Pada gilirannya. penurunan suku bunga akan semakin memperlemah nilai tukar mata uang negara yang telah di sebutkan.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di