CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
3 Kesalahan Trading Inside Bar Yang Perlu Diketahui Trader
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efadc1928c9912cc8004c41/3-kesalahan-trading-inside-bar-yang-perlu-diketahui-trader

3 Kesalahan Trading Inside Bar Yang Perlu Diketahui Trader

3 Kesalahan Trading Inside Bar Yang Perlu Diketahui Trader


Sebelum membahas 3 Kesalahan Trading Inside Bar Yang Perlu Diketahui Trader saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Taktik atau strategi trading didasari pola-pola candlestick masih menjadi pilihan favorit para trader. Kemudahan membaca indikasi sinyal dari body candle yg terbentuk. menjadi satu dari sekian banyaknya keunggulan taktik atau strategi ini. Satu dari sekian banyaknya pola candlestick yg tidak sedikit dipakai untuk trading ialah pola Inside Bar. Walaupun demikian. diluar dugaan masih ada beberapa kesalahan trading Inside Bar yg kerap di lakukan oleh trader.

Sekilas Ihwal Inside Bar Serta Manfaatnya
Dasarnya memang. pola Inside Bar ialah formasi dua batang candle. di mana body candle kedua tergoda oleh body candle pertama. Mengenai level harga yg dijadikan acuan untuk pola Inside Bar ialah harga tertinggi (High) serta terendahnya (Low). Supaya lebih terang. sebuah pola bisa di sebut selaku Inside Bar andaikan:

Candle pertama lebih besar serta berperan selaku candle induk (Mother Bar). sedangkan candle kedua ialah candle turunan (Inside Bar itu sendiri).
Nilai tertinggi (High) candlestick kedua selalu lebih rendah ketimbang High candle pertama. Begitu pula dengan Low-nya yg selalu lebih tinggi dari candle induk. Secara visual. candlestick turunan akan selalu berada di dalam body candle induk.
Trading Inside Bar cuma memperhitungkan nilai High serta Low saja. tak mempedulikan posisi badan (body). Tak masalah andai harga Open ataupun Close candle kedua menerobos range badan candle pertama.

Secara lebih terang. berikut ialah semisal Inside Bar yg tidak sedikit didapati dalam chart:

Andaikan Kamu menjumpai pola candle dengan ciri-ciri diatas dalam chart. maka mampu jadi pola yang telah di sebutkan ialah Inside Bar. Andai demikian. maka Kamu perlu berhati-hati serta ekstra waspada. Kenapa?
Pola candlestick Inside Bar secara umum mempunyai keseringan untuk menandai terjadinya reversal. walaupun dalam beberapa kondisi pola ini bisa juga mengisyaratkan penerusan tren (continuation). Untuk memastikan kemana arah tren akan bergerak. maka Kamu bisa mengkombinasikannya dengan indikator teknikal lain selaku konfirmator. umpamanya indikator Moving Average ataupun Bollinger Bands.

3 Kesalahan Umum Trading Inside Bar
Walaupun dianggap selaku pola paling gampang dibaca serta diaplikasikan dalam trading. rupanya beberapa trader masih Suka keliru memahami tips memakai Inside Bar dengan tepat. Pendapat dari Nial Fuller dalam learntotradethemarket[dot]com. ada 3 kesalahan umum yg Suka di lakukan trader tatkala memakai pola ini. Apa saja?

1. Tak Memakai Inside Bar Pada Chart Daily
Pendapat dari Nial. chart harian (Daily) dianggap selaku timeframe yg tepat serta nyaman untuk dipakai. lebih-lebih bagi trader Price Action yg cenderung memperhatikan pola candle. Nah. andaikan tipe trading Kamu berfokus pada kemunculan Inside Bar pada chart. maka jangan sekali-kali mempergunakannya pada timeframe yg lebih rendah. Kenapa demikian?
Andai Kamu trading dengan metode Price Action. sinyal-sinyal yg diperoleh pada timeframe rendah umumnya tidak sedikit memiliki kandungan noise. Akibatnya. sinyal yg di tunjuk oleh Inside Bar boleh jadi menipu; tampaknya valid. namun diluar dugaan gagal menghasilkan profit (Failed Signals). Di samping risiko adanya Failed Signals. trading Inside Bar pada timeframe lebih kecil pula menimbulkan overtrading. Trader akan condong tergoda untuk entry. berhubung melihat cukup banyak sinyal trading bermunculan. Padahal. mungkin untuk mampu profit sangatlah kecil.

(Baca Pula: Pengaruh Time Frame Pada Hasil Trading)
Maka dari itu. Inside Bar akan Amat tepat dipakai dalam chart Daily. Selain bisa menunjukan gambaran yg lebih lengkap perihal keadaan pasar guna menghindari overtrading. Kamu pula mampu membaca pergerakan tren secara lebih luas. Hal ini bisa membantu Kamu dalam setiap pengambilan keputusan entry. mengingat Inside Bar bisa membantu Kamu mengetahui apakah tren masih berlanjut ataupun bahkan berbalik arah (Reversal).
2. Inside Bar Tak Dipakai Untuk Tren Following
Secara praktis. trading yg searah dengan pergerakan tren (Tren Following) dianggap lebih gampang dalam menggapai profit. Pun. dalam jangka yang lama. trading dengan ikuti tren mampu Amat menguntungkan bagi trader yg tahu tips mengelola emosi pula posisi dengan baik. Begitu juga dengan Inside Bar yg ada baiknya dipakai untuk taktik atau strategi Tren Following. Walaupun pola ini cenderung menandai terjadinya Reversal. namun kemunculannya dalam penerusan tren akan Amat berguna.
Pendapat dari Nial. munculnya Inside Bar pada serangkaian reli tren panjang. bisa menjadi penanda terjadinya penerusan tren (continuation). Pola ini bisa dipakai selaku rambu-rambu penanda Breakout. dan bisa memberi-kan kesempatan Risk Reward Ratio yg lebih besar. Pastinya kedua manfaat yang telah di sebutkan mampu di peroleh andaikan Kamu memakai Inside Bar untuk trading ikuti tren.

Trading memakai Inside Bar untuk melawan pergerakan tren (Counter Tren) sebetulnya boleh-boleh saja. Tapi pendapat dari Nial. taktik atau strategi ini tak cukup disarankan bagi Kamu yg tergolong selaku trader pemula. Pun. taktik atau strategi Counter Tren agaknya cukup melelahkan. mengingat Kamu butuh melakukan Trial and Error beberapa kali didasari level-level kunci pada chart (Support serta Resistance). sebelum mempergunakannya selaku taktik atau strategi trading pilihan.

3. Memasang Stop Loss Terlalu Dekat Dengan Mother Bar
Bagi sebagian trader. memasang level Stop Loss tatkala entry mempunyai arti sudah siap dengan kerugian yg akan di terima. Di sisi lain. ada juga trader yg tak memakai Stop Loss {sama sekali}. dengan alasan ingin ikuti Money Management yg sudah ditentukan. Keduanya sah-sah saja. mengingat pentingnya memasang Stop Loss tatkala entry kembali pada taktik atau strategi trading yg dipakai.
Dalam kaitannya dengan Inside Bar. rupanya cukup banyak trader yg memasang Stop Loss terlalu dekat dengan candle induk. padahal untuk entry. trader pula memakai Mother Bar selaku acuan. Pemasangan level Stop Loss yg terlalu dekat dengan titik entry Amat tak disarankan. berhubung potensi terusir dari pasar dengan segera pula makin besar.

(Baca Pula: Beberapa Tatacara Menentukan Stop Loss)
Sebaliknya pendapat dari Nial. level Stop Loss bisa ditentukan dengan bantuan indikator Average True Range (ATR) ataupun level-level kunci dalam trading. Andai Kamu memakai bantuan indikator ATR. maka pastikan bahwasanya level Stop Loss Kamu lebih besar ketimbang angka yg di tunjuk oleh indikator ATR. Selain melalui ATR. level Stop Loss pula mampu ditentukan dari level-level penting dalam trading. yakni Support. Resistance. ataupun level psikologis.

Kesimpulan
Andaikan Kamu adalah seorang trader yg memakai taktik atau strategi Price Action. maka hindari 3 kesalahan berikut tatkala trading dengan Inside Bar:

Jangan trading Inside Bar pada timeframe rendah ataupun kecil. Akan lebih baik andai Inside Bar ditradingkan dalam chart Daily.
Jangan memakai Inside Bar untuk taktik atau strategi Counter Tren. Inside Bar akan Amat sesuai bila dipakai untuk Tren Following.
Jangan memasang Stop Loss terlalu dekat dengan level entry (candle induk). Sebaliknya. level Stop Loss di-set lebih besar ketimbang angka yg di tunjuk oleh indikator ATR.


Selain kerap melakukan kesalahaan tatkala trading Inside Bar. beberapa trader lebih-lebih yg masih newbie atau juga trader pemula. tidak jarang juga melakukan kesalahan yg cukup fatal. Andai Kamu tertarik untuk mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan yang telah di sebutkan dan tips mengatasinya. silakan bertolak ke halaman tulisan atau artikel mengenai 5 Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di