CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Dampak Aturan Baru ESMA: Pindah Broker Atau Tidak?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efad4c8facb952d38519e72/dampak-aturan-baru-esma-pindah-broker-atau-tidak

Dampak Aturan Baru ESMA: Pindah Broker Atau Tidak?

Dampak Aturan Baru ESMA: Pindah Broker Atau Tidak?


Sebelum membahas Dampak Aturan Baru ESMA: Pindah Broker Atau Tidak? saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Otoritas Sekuritas serta Pasar Eropa (ESMA) mengumumkan aturan baru untuk pialang ataupun broker yg bernaung di bawah regulator Uni Eropa. Aturan ini dirancang untuk memberi-kan perlindungan lebih besar kepada trader ritel. serta mulai berlaku secara efektif pada 1 Agustus 2018. Pastinya. peraturan baru ESMA ini akan mempunyai efek langsung pada seluruh trader ritel yg terdaftar di broker-broker dengan regulasi di Uni Eropa. semacam CySEC Siprus. FCA Inggris. serta tidak sedikit lagi.

European Securities and Markets Authority (ESMA). ialah Otoritas Sekuritas serta Pasar Eropa {yang merupakan} lembaga pengatur keuangan Uni Eropa serta Otoritas Pengawas Eropa. Kantor pusatnya berlokasi di Paris.
Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC). ialah badan pengatur keuangan Siprus. Selaku negara anggota Uni Eropa. aturan serta operasi keuangan di Siprus mematuhi undang-undang keuangan MiFID Eropa. Lebih lengkap mengani hal yang telah di sebutkan mampu dibaca disini.
Finansial Conduct Authority (FCA). ialah badan regulasi keuangan yg bertugas mengawasi serta mengatur perusahaan-perusahaan penyedia jasa financial di Inggris. Prinsip utama FCA ialah untuk melindungi integritas pasar financial Inggris.



Kebijakan yg dirubah oleh ESMA ialah leverage bagi trader ritel. Andai sebelumnya broker-broker di bawah naungannya masih mampu memberikan leverage sampai-sampai ratusan. maka sesuai peraturan baru ini. leverage pada pembukaan posisi terbatas antara 1:2 hingga 1:30 saja. Peraturan lengkap nya mampu disimak disini:

Penerapan peraturan ini dirancang untuk menaikan standar layanan financial di semua industri. guna menjaga klien dari risiko kerugian yg cukup besar. Sementara peraturan batas Stop Out akan diaplikasikan sebesar 50% dari margin minimal yg dibutuhkan. Broker pula diwajibkan untuk memberikan perlindungan saldo negatif. menjadikan klien tak lagi bisa menderita Loss dalam jumlah yg lebih dari dana deposit.

Leverage. ialah rasio jaminan atas pinjaman yg diberikan broker terhadap trader.
Stop Out. ialah sebuah penutupan paksa atas posisi yg merugi. serta di lakukan oleh server broker disaat klien tak mempunyai cukup dana untuk mendukung floating loss dari posisi yg dibuka.

Sementara bagi para trader profesional. batas leverage mampu di berikan hingga dengan 1:500. Syarat serta ketentuannya ialah selaku berikut:

Sudah melakukan trading rata-rata 10 kali di setiap empat kuartal yang terakhir dengan Volume besar. baik pada instrumen CFD. Spread Betting. maupun Forex.
Pemegang portofolio investasi (salah satunya tabungan tunai serta instrumen keuangan) dengan nilai melebihi €500.000.
Sudah bekerja setidaknya selama satu tahun di bidang keuangan. dalam posisi yg sudah memberikan pengetahuan perihal Forex. CFD. ataupun Spread Betting.


Margin Minimal Pula Mengalami Penyesuaian
Penurunan batas optimal atau dalam kata lain maksimal leverage mampu memberi-kan perlindungan serta batasan kerugian yg lebih besar kepada para trader. Tapi bagi trader ritel yg umumnya memakai dana kecil. tampaknya peraturan leverage yg makin menyusut mampu menjadi gangguan. apalagi bagi pelaku Hedging. Averaging ataupun Martingale. Hal ini berhubung leverage kecil menuntut margin minimal yg makin besar. Hubungannya mampu dipahami dalam tulisan atau artikel Apa Arti Margin Dalam Trading.

Hedging. ialah taktik atau strategi trading untuk memberikan batas ataupun menjaga dana trader dari fluktuasi nilai tukar mata uang yg tak menguntungkan.
Averaging. ialah bisnis trading forex yg dalam praktek masuk pasar cuma ada satu arah. Walaupun searah. dibutuhkan berkali-kali open posisi.
Martingale. ialah sebuah taktik atau strategi trading didasari teori probabilitas yg dikembangkan oleh Paul Pierre Levy. Joseph Leo Doob. dan beberapa matematikawan lain-lainnya. dari satu dari sekian banyaknya gaya judi yg ternama di Prancis pada abad ke-18.

Dengan berlakunya kebijakan baru ESMA. dibutuhkan margin yg cukup besar setiap kali melakukan satu open posisi. Berikut semisal perbandingannya:

Dahulu. trader ritel mampu melakukan open posisi dengan memakai leverage 1:500 pada pasangan mata uang EUR/USD. dengan margin sebesar €2 untuk lot 0.01 pada akun micro ataupun mini. Tapi dengan adanya peraturan baru ESMA. maka margin trading meningkat jadi €34 dengan leverage 1:30.
Selain merubah peraturan leverage serta Stop Out. ESMA pula melarang broker menerapkan bonus kredit pada akun ritel.. dan segala manfaat moneter serta/ataupun non-moneter lain-lainnya yg dibayarkan. baik untuk tujuan promosi. berita. ataupun sekedar riset pasar.

Apakah Butuh Pindah Broker?
Berhubung margin trading sesuai peraturan baru akan mulai diaplikasikan. maka open posisi yg belum ditutup pada tanggal 1 Agustus 2018 akan memerlukan tambahan margin trading. Andai Balance tak bisa atau mampu mengimbangi margin trading. maka Stop Out akan di berlakukan pada posisi yg masih terbuka.
Bagi trader yg tak terganggu dengan kebijakan terbaru ini. pastinya tak menjadi masalah. Cuma saja. andai Kamu adalah trader ritel yg terbiasa memakai leverage lebih dari 1:30. maka ada dua pilihan solusi yg mampu di lakukan:

Menambah dana ataupun mengurangi tidak sedikit posisi. ataupun
Pindah ke broker forex yg tak bernaung di bawah regulasi Uni Eropa.

Andai Kamu pelaku Hedging. Averaging. ataupun Martingale. maka selain pindah broker. jalan keluar yg mampu di lakukan ialah merubah system trading yg dipakai.


Apa Sebetulnya Daya Tarik Broker Eropa?
Bagi Kamu yg berencana pindah broker serta mengalihkan dana investasi ke broker yg teregulasi di wilayah lain. sebaiknya mempertimbangkan pula beberapa keunggulan regulasi Uni Eropa berikut:

Keamanan dana nasabah (Safety of Funds). dan pemisahan dana nasabah serta perusahan (Segregated Accounts).
Di bawah perlindungan program Investor Compensation Fund (ICF) serta Finansial Services Compensation Scheme (FSCS). broker yg teregulasi dengan peraturan CySEC bisa atau mampu memberikan dana kompensasi sampai-sampai €20.000. sementara broker di bawah regulasi FCA mampu menyediakan kompensasi sampai-sampai £50.000. perlindungan.
Layanan keamanan dana klien telah terbukti pada semisal kasus bom SNB yg berlangsung pada 15 Januari 2015. Kala itu. tidak sedikit broker yg mengalami kerugian besar sampai-sampai akhir-nya perlu gulung tikar. Walau demikian. dana trader yg terdaftar di broker-broker Uni Eropa. tetap aman serta mampu diklaim.


Investor Compensation Fund (ICF). ialah Investasi Dana Kompensasi yg diatur oleh CySEC Siprus. Pendapat dari Aturan ICF. total kompensasi yg dibayarkan kepada setiap klien tak boleh melebihi €20.000 (EUR). terlepas dari jumlah rekening yg di miliki. mata uang. serta tempat memberikan layanan investasi.
Finansial Services Compensation Scheme (FSCS). ialah Skema Kompensasi Jasa Keuangan kompensasi investasi Inggris bagi pelanggan dari perusahaan jasa keuangan resmi.


Andai Kamu ingin mengetahui detail info broker yg terdampak bom SNB. maka mampu mengkaji seluk-beluk kasus selengkapnya di Broker Bankrut Serta Bonafid Pasca Bom SNB.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di