CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Quantitative Easing
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efad3b268cc953be76b1272/quantitative-easing

Quantitative Easing

Quantitative Easing


Sebelum membahas Quantitative Easing saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Quantitative easing seolah sudah menjadi “tren topic” market pada sekarang ini. Tapi bagaimana dampak yg sebetulnya dari quantitative easing pada pasar financial ? lantas mengapa para trader selalu menunggu tatkala quantitative easing ini ? Penjelasan secara singkat mengenai quantitative easing bisa saya simpulkan selaku yang akan di sajikan kali ini.
Sejarah Moneter DuniaDahulu setiap uang yg sudah dicetak oleh Bank Sentral dijamin oleh sejumlah ons emas. dimana pengertiannya andaikan seseorang mendepositkan 10 ons emas di bank. maka dia akan memperoleh selembar surat bernilai yg bisa dipakai untuk bertransaksi sesuai dengan jumlah emas yg dia depositkan. Selembar surat bernilai ini dia yg saat ini kita kenal selaku “mata uang”.
Sehubungan sifat keserakahan kita-kita. maka Bank menerbitkan “surat bernilai” yang telah di sebutkan lebih tidak sedikit dari cadangan deposit emas yg ada di bank yang telah di sebutkan. Hal ini dia yg menjadi awal kejatuhan system moneter internasional serta berlanjut sampai-sampai saat ini.

Mekanisme Quantitative EasingSedangkan mekanismenya bisa kita ambil semisal pada negara USA. dimana Federal Reserve (Fed) bertindak selaku Bank Sentral AS. Dimana Fed mencetak uang (tanpa jaminan dari emas pastinya). untuk membeli surat hutang negara (treasuries) dari pemerintah maupun bank-bank komersial melalui open market. Maka pemerintah serta bank-bank yang telah di sebutkan memperoleh suntikan dana segar untuk membiayai banyak sekali hal. Pemerintah bisa mempergunakannya untuk membiayai anggaran pengeluaran. serta bank-bank komersial bisa mempergunakannya untuk kembali menyalurkan kredit ke masyarakat. Andai kredit ke masyarakat berjalan lancar. dengan begitu bank-bank komersial di harapkan bisa menggerakkan kembali roda perekonomian.
Dampak Quantitative EasingTujuan dari quantitative easing ini sendiri dasarnya memang supaya bisa menurunkan tingkat suku bunga kredit pada masyarakat serta korporasi supaya bisa atau mampu memperoleh kredit dengan sukuk bunga yg terjangkau. Quantitative easing pula di harapkan bisa memancing para investor untuk keluar dari jenis investasi yg aman semacam bonds (surat hutang negara) serta mampu lebih tidak sedikit berkontribusi ke bidang private semacam meminjamkan modal ke perusahaan ataupun pengusaha. Sampai-sampai pada akhir-nya akan menaikan optimisme bahwasanya ekonomi sudah tumbuh dengan baik. Harapan akan ekonomi yg membaik semacam ini dia yg mendorong harga saham naik pesat disaat quantitative easing diumumkan.
Tapi yg berlangsung tak selalu sesuai dengan apa yg sudah direncanakan sejak awal. Dimana bank-bank yg memperoleh suntikan dana dari The Fed tak bisa atau mampu menyalurkan dana kreditnya ke masyarakat. Menjadikan bank yang telah di sebutkan lebih suka mempergunakannya untuk berspekulasi didalam market. Berhubung ini akan lebih menguntungkan bagi mereka-mereka. Semacam kasus JP Morgan yg pada akhir-nya mengalami kerugian milyaran dolar AS berhubung berspekulasi di market Credit Bawahan Swap (CDS). Dimana bank-bank di negara Indonesia yg pula pernah mengalami kasus semacam ini. semacam kasus kredit macet pada beberapa tahun yg lantas. Belum lagi bila mereka-mereka turut terlibat untuk berspekulasi di pasar saham.
Quantitative Easing pula berpotensi bisa memicu resiko inflasi pada mata uang. berhubung adanya pencetakan uang baru (baik fisik maupun elektronik). dengan catatan andaikan hal yang telah di sebutkan memicu price index (index harga barang & jasa). naik. Selaku tambahan. Bernanke yakin quantitative easing tak akan memicu inflasi. berhubung sejauh ini tingkat demand untuk barang & jasa di Amerika masih Amat rendah. Andaikan berkaca pada ilmu ekonomi. dimana tingkat demand yg tinggi akan memicu harga menjadi naik. serta harga naik ini dia yg memicu nilai inflasi. berhubung kita butuh lebih tidak sedikit uang untuk memperoleh suatu barang/jasa (hukum suply and demand).
Resiko terjadinya inflasi masih tetap ada. serta hal ini dia yg mendorong harga emas selalu naik tajam semacam yg kita rasakan pada beberapa tahun yang terakhir. dimana sejak krisis financial global yg berlangsung pada tahun 2008.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di