CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Alternatif Penggunaan RSI Dalam Analisa Teknikal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efad2130577a91c731a3e50/alternatif-penggunaan-rsi-dalam-analisa-teknikal

Alternatif Penggunaan RSI Dalam Analisa Teknikal

Alternatif Penggunaan RSI Dalam Analisa Teknikal


Sebelum membahas Alternatif Penggunaan RSI Dalam Analisa Teknikal saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Indikator Relative Strength Index (RSI) ialah satu dari sekian banyaknya indikator oscillator yg dianggap cukup handal. Secara tradisional. indikator RSI dipakai guna mendeteksi level overbought serta oversold. dan divergensi terhadap pergerakan harga. Tapi lebih dari itu. sebetulnya indikator ini pula mampu dipakai untuk mendeteksi arah pergerakan harga pada kondisi trending dengan kombinasi pola pergerakan harga (pattern). garis tren. serta indikator Moving Average. Pengganti yang akan di sajikan kali ini Suka diaplikasikan oleh para trader untuk memeroleh level entry yg tepat. ataupun untuk konfirmasi indikator tren.

Penggunaan Indikator RSI Secara Tradisional
Trader yg baru pertamakali mengenal indikator ini akan condong memakai kaidah dasarnya selaku oscillator. Andai garis RSI berada di bawah level 30 serta bergerak ke arah atas. mempunyai arti berlangsung kondisi oversold (jenuh jual) yg mengisyaratkan sinyal untuk membuka posisi buy. Sebaliknya. andai garis RSI berada diatas level 70 serta bergerak ke arah bawah. mempunyai arti kondisi pasar overbought (jenuh beli) yg mengisyaratkan sinyal untuk sell.

Tapi demikian. semacam tampak pada gambar diatas. pergerakan harga mampu berlanjut naik walau indikator RSI menunjukan kondisi overbought. serta barangkali trader telah membuka posisi sell. Keadaan ini mampu berlangsung berhubung pasar memanglah tengah uptrend.
Demikian juga disaat pasar downtrend. pergerakan harga akan berlanjut turun walau indikator RSI menunjukan kondisi oversold serta trader telah entry buy dengan kondisi yg masih terbuka. Fenomena semacam ini Suka dialami trader yg memakai RSI cuma selaku indikator overbought serta oversold.

Memakai Garis Tren Pada Indikator RSI
Tanpa mengabaikan sifat pokok overbought serta oversold indikator ini. penggunaan garis tren pada RSI akan membantu konfirmasi arah tren yg tengah berlangsung. guna memeroleh level entry serta exit yg lebih akurat.
Andai dengan mendeteksi divergensi. kita mencari perbedaan arah tren pergerakan harga dengan arah tren garis indikator. maka dalam hal ini kita mencari persamaan arah tren pergerakan harga dengan arah tren garis RSI. Keadaan divergensi tak Suka berlangsung. serta andai arah tren harga tengah kuat (trending). tren indikator RSI akan condong ikuti pergerakan harga.

Pada chart USD/JPY dengan time frame 4-hour diatas. tampak tren indikator RSI serta pergerakan harga searah (uptrend). Disaat garis tren indikator RSI ditembus. kita mampu entry sell dengan level Stop Loss pada level tinggi terdekat diatas garis tren indikator RSI.
Telaah bahwasanya sesudah ditembus. garis tren indikator RSI yg semula selaku garis support. berganti menjadi garis resistance. demikian pula pada chart pergerakan harga. Disaat RSI gagal menembus lagi garis resistance-nya. pergerakan harga pula gagal menembus kembali garis tren (yg saat ini pula selaku garis resistance) serta harga terus bergerak turun di bawah level 100.00.

Pola Pergerakan (Pattern) Pada Indikator RSI
Semacam di ketahui. bentuk-bentuk pola pergerakan harga pada chart (chart patterns) akan membantu menentukan momentum entry. Selain pada trading chart untuk menganalisa pola pergerakan harga. pola-pola yang telah di sebutkan pula mampu diaplikasikan pada indikator. Satu dari sekian banyaknya yg cukup akurat ialah pada indikator RSI.
Pergerakan indikator selalu proporsional serta sebanding dengan pergerakan harga. lebih-lebih pada indikator oscillator semacam RSI. menjadikan perubahan pola gerak indikator ialah isyarat untuk perubahan arah pergerakan harga. Hal ini tampak terperinci andai berlangsung divergensi antara arah gerak indikator serta arah pergerakan harga.
Pola chart yg umum ialah pola penerusan arah tren (continuation) serta pola pembalikan arah tren (reversal). Pada kenyataannya. yg Suka terbentuk pada indikator RSI ialah pola pembalikan arah tren semacam Double Top serta Double Bottom ataupun Head and Shoulders.
Berikut semisal pola Head and Shoulders yg berlangsung pada indikator RSI dari chart GBP/USD Daily:
Pada gambar diatas tampak pergerakan indikator RSI membentuk pola Head and Shoulders yg mengisyaratkan pembalikan arah tren. Tatkala Shoulder kanan (right shoulder) menembus neckline (garis support acuan). mampu dianggap selaku isyarat untuk membuka posisi sell. Semacam tampak pada pergerakan indikator RSI selanjutnya. garis neckline saat ini berfungsi selaku garis resistance indikator RSI. Sebelum memutuskan untuk entry. kita mampu mengkonfirmasikan kondisi yang telah di sebutkan dengan arah pergerakan harga. Tampak pada chart Daily diatas. pergerakan harga GBP/USD membentuk pola Triple Top yg pula mengisyaratkan pembalikan arah tren. Dengan demikian. pola pergerakan harga sudah sesuai (match) dengan pola pergerakan indikator. Entry sell mampu di lakukan tatkala RSI menembus neckline-nya. ataupun disaat gagal menembus kembali neckline yg sudah menjadi garis resistance.
Moving Average Serta Indikator RSI
Trader memakai indikator Moving Average untuk mengetahui posisi harga sesuai dengan arah tren yg tengah berlangsung. Yg ternama diaplikasikan serta dianggap cukup akurat ialah trading pada time frame Daily dengan indikator SMA-200 Day. Andai pergerakan harga berada diatas SMA-200 Day. maka trader cenderung buy. Serta sebaliknya. andai harga bergerak di bawah SMA-200 Day. maka trader cenderung sell.
Indikator SMA-200 Day pula mampu diaplikasikan bersama penggunaan RSI. semacam pada semisal chart EUR/USD di time frame Daily yang akan di sajikan kali ini:

Pada gambar diatas. SMA-200 Day berfungsi selaku konfirmator tren pada pergerakan harga. Pada area A (warna merah). entry sell di lakukan tatkala indikator RSI memotong garis SMA-200 Day ke arah bawah. sementara pergerakan harga di bawah garis SMA-200 Day. Pada area B (warna hijau). entry buy di lakukan tatkala RSI memotong garis SMA-200 Day ke arah atas. sementara pergerakan harga diatas garis SMA-200 day.
Penggunaan indikator RSI semacam analisis diatas. bisa trader sempurnakan dengan menonton video yang akan di sajikan kali ini.

Ketiga tips memakai indikator RSI yang telah di sebutkan mampu Kamu uji coba pada beberapa pasangan mata uang di samping penggunaan RSI secara tradisional (selaku indikator overbought serta oversold) serta penanda divergensi.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di