CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efac832b840886ce300b764/mungkinkah-pandemi-corona-memasuki-gelombang-kedua-seperti-flu-spanyol-1918

Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?

Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?
Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?
Sejumlah warga antre untuk mendapatkan bantuan sembako dari Pemprov Papua di Panti Jompo Pos Tujuh, Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (2/5/2020)

Jakarta - 

Beberapa negara kembali melaporkan puluhan kasus baru positif Corona usai dinilai sukses menangani wabah. Seperti yang terjadi di Asia seperti negara Korea Selatan, Beijing, Jepang, Singapura. Australia dan beberapa negara lain juga mencatat kasus baru dan bersiap menghadapi ancaman gelombang kedua Corona.

Dikutip dari South China Morning Post, lonjakan kasus Corona yang kembali dilaporkan beberapa negara belum bisa diartikan sebagai gelombang kedua Corona atau tidak. Banyak ahli yang berhati-hati dalam menentukan apakah suatu negara tengah menghadapi wabah kedua Corona.

Sebab, peningkatan kasus Corona di beberapa negara juga berkaitan dengan penerapan social distancing yang belum dilakukan serentak oleh semua warga. Sehingga belum bisa dipastikan apakah suatu negara memang sedang menghadapi gelombang kedua karena bisa jadi lonjakan kasus Corona yang dilaporkan adalah kasus yang belum usai di gelombang pertama.

John Mathews, profesor di University of Melbourne's School of Population and Global Health mengatakan gelombang kedua biasanya akan ditandai dengan penurunan dramatis diikuti oleh pelaporan tiba-tiba jumlah kasus Corona yang tinggi.

"Tapi tidak ada yang benar-benar mendefinisikan skala yang diperlukan untuk menagatakan kita sedang menghadapi gelombang kedua, baik dari segi waktu, atau ruang, atau skala dari jumlah [kasus] yang terlibat," jelas Mathews, mantan wakil petugas medis untuk pemerintah Australia.

Fenomena gelombang kedua pun paling banyak dikaitkan dengan pandemi influenza masa lalu. Pandemi flu 1918, yang menginfeksi 500 juta orang dan membunuh 50 juta di seluruh dunia, terkenal karena gelombang kedua disebut jauh lebih mematikan di musim gugur, beberapa bulan setelah gelombang pertama. Gelombang ketiga terjadi di sejumlah negara pada tahun 1919.

Mathews mengatakan, gelombang kedua yang mirip influenza dapat didorong oleh perubahan karakteristik virus atau perubahan perilaku seseorang. Perubahan pada karakteristik virus lah yang diduga berperan dalam gelombang kedua pandemi flu 1918.

"Kami tidak berpikir itu akan terjadi segera terkait dengan virus Corona," kata Matthew mengingat tingkat kekebalan saat ini masih rendah dibandingkan dengan perkiraan 60-70 persen orang yang perlu divaksinasi atau terpapar virus Corona COVID-19 untuk benar-benar menghentikan penyebaran Corona.

Disebutkan, sejumlah populasi saat ini tetap rentan terhadap virus Corona COVID-19. Penentu utama berkembangnya penularan Corona semakin luas adalah perilaku masyarakat dan respons pemerintah.

Hannah Clapham, seorang ahli epidemiologi dan asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock, Universitas Nasional Singapura, setuju bahwa faktor kritis pada tahap pandemi ini adalah langkah-langkah kesehatan masyarakat dalam menanggapi kenaikan baru dalam kasus Corona.

"Yang mengkhawatirkan adalah kita melihat peningkatan dalam jumlah kasus dan kemudian jumlah kasus yang tinggi lagi di banyak tempat, kadang-kadang jumlah kasus yang lebih tinggi daripada di puncak sebelumnya dalam epidemi."

Baca juga: Penanganan Corona Bikin Kesal Jokowi, Pakar Sentil Peran Gugus Tugas

Sementara beberapa ahli lain merasa sejarah pandemi flu 1918 kemungkinan akan berulang.

"Hampir bisa dipastikan gelombang epidemi kedua akan datang, karena kami tidak akan melihat pasokan vaksin sebelum gelombang kedua Corona tiba," kata Gabriel Leung dekan fakultas kedokteran Universitas Hong Kong.

"Setelah pertengahan atau akhir musim gugur akan menjadi tahap kritis lainnya," lanjut Gabriel.

Baca juga: Studi Temukan Anak-anak Lebih 'Kuat' Melawan Infeksi Virus Corona

Simak Video "Brasil Mulai Uji Coba Vaksin COVID-19 Inggris untuk 2 Ribu Partisipan"

(naf/up)

https://www.google.com/amp/s/amp.sua...mana-indonesia

Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?
Mungkinkah Pandemi Corona Memasuki Gelombang Kedua Seperti Flu Spanyol 1918?
Diubah oleh joko.win
semoga pandemi corona tetap berpusat di amerika & eropa

semoga asia tetap tidak separah amerika & eropa

profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Yg gw tau Indonesia perlu pengurangan jumlah penduduk minimal 5 juta
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
covid-19 lebih cocok disebut wuhan fluemoticon-Ngakak
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Serius ini gan, vaksin saja belum ada yang fix 100%ampuh melawan Covid-19, ini malah sudah ada gelombang kedua....?

emoticon-Takut

Sebaiknya kita berdoa agar vaksin Covid-19 benar-benar bisa ditemukan dan dapat diproduksi masal, di luar kepentingan politik apapun, nyawa seorang manusia apalagi generasi penerus bangsa lebih berharga dari semua itu.

emoticon-No Hope


profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh riendzy92
moga lekas usai
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
muak ama berita virus mulu 😩
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Yg otg banyak bree.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
udah OTW kok
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
2nd wave incoming..brace yourself
pada akhirnya nanti akan seperti influenza biasa... tubuh kita akan berevolusi sendiri...
Ada yang terikat pada tubuh, tapi tidak membunuh...




menurut saya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di