CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Awas Virus Baru dari China, Flu Babi Mutasi & Tulari Manusia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efac29cf4d6953f71007d83/awas-virus-baru-dari-china-flu-babi-mutasi-amp-tulari-manusia

Awas Virus Baru dari China, Flu Babi Mutasi & Tulari Manusia

Awas Virus Baru dari China, Flu Babi Mutasi & Tulari Manusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar tak mengenakan kembali berhembus dari China. Para peneliti menemukan jenis flu baru yang berpotensi menjadi pandemi. Flu tersebut diidentifikasi berada di China dan berasal dari babi.

Menurut jurnal penelitian Amerika Serikat, PNAS yang diterbit pada Senin (29/6/2020), flu tersebut secara genetik merupakan turunan dari flu babi A/ H1N1pdm09 yang sempat menjadi pandemi pada 2009 silam.
Baca: Ada Flu Baru yang Berpotensi Jadi Pandemi Lagi dari China


Namun ada sejumlah perubahan baru pada flu yang disebut G4 EA H1N1 ini. Menurut pada ilmuwan, flu ini dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia.

Flu G4 EA H1N1 memiliki "semua ciri penting menjadi sangat beradaptasi untuk menginfeksi manusia," kata ilmuwan di universitas China dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) dalam jurnal tersebut, dikutip dari AFP pada Selasa (30/4/2020).

Dari 2011 hingga 2018, para peneliti tersebut mengambil 30.000 sampel usap hidung babi dari berbagai rumah jagal dan rumah sakit hewan yang tersebar di 10 provinsi di China. Dari sini, peneliti mengisolasi setidaknya 179 virus flu babi.

Mayoritas virus flu yang ditemukan merupakan jenis baru yang dominan ditemukan pada babi sejak 2016 lalu.

Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk pada ferret, yakni hewan mirip musang tetapi berbeda keluarga. Hewan ini banyak digunakan dalam studi flu karena mereka dapat mengalami gejala yang mirip dengan manusia, terutama demam, batuk, dan bersin.


Flu G4 diamati sangat menular, bereplikasi dalam sel manusia, dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada musang daripada virus lain. Tes juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat manusia dari paparan flu musiman tidak memberikan perlindungan dari flu terbaru ini.

Menurut tes darah yang menunjukkan antibodi yang diciptakan oleh paparan virus, sekitar 10,4% pekerja di rumah pemotongan hewan dan industri babi di negara itu dikabarkan sudah terinfeksi.

Vaksin flu saat ini juga tampaknya disebut tak dapat melindungi mereka yang sudah terpapar virus baru ini, sehingga mendesak untuk memantau para pekerja yang bekerja di industri itu.

Tes lainnya menunjukkan 4,4% dari populasi umum juga tampaknya telah terpapar virus tersebut.

Meskipun virus telah berpindah dari hewan ke manusia, namun belum ada bukti bahwa virus flu baru ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia," ungkap catatan para peneliti.

Sementara dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences, para ilmuwan menulis bahwa langkah-langkah untuk mengendalikan virus pada babi harus segera diimplementasikan. Termasuk memonitor populasi orang yang bekerja di sana.

Professor James Wood, Kepala Departemen Kedokteran Hewan di Universitas Cambridge, mengatakan kabar ini adalah pengingat bahwa manusia akan terus-menerus menghadapi risiko munculnya patogen baru.

"Bahwa hewan ternak, yang dengannya manusia memiliki kontak yang lebih besar dibandingkan dengan satwa liar, dapat bertindak sebagai sumber virus pandemi penting," ujar Wood.

"Saat ini kita sedang teralihkan dengan coronavirus dan memang begitu. Tetapi kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya," ujar Prof Kin-Chow Chang, yang bekerja di Universitas Nottingham di Inggris, kepada BBC International.

"Kita tidak boleh mengabaikannya."

Sebelumnya pandemi flu dari babi pernah menyerang di 2009 dari Meksiko. Namun virus ini tidak begitu mematikan daripada yang ditakutkan


https://www.cnbcindonesia.com/lifest...tulari-manusia


Cinak lagi cinak lagi tak bosan mereka menyebarkan virus emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
berry.white dan 11 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Flu jenis baru.. ya
Tenang ada empon2 dan nasi kucing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
nah sekarang babi bukan kelelawar... emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
entop dan fuckinghandsome memberi reputasi
dr cina lagi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
elah die lagi die lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Ada ada aja virus disonoemoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
entop dan fuckinghandsome memberi reputasi
nice info, btw BLN satu pengkolan lagi.
profile-picture
profile-picture
entop dan fuckinghandsome memberi reputasi
Termasuk memonitor populasi orang yang bekerja di sana.

Di sini apa bisa

Bisa2=uda masuk jd tenaga kerja

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
sudah saatnya cina berhenti konsumsi dan ternak babi
musnahkan saja semua ganti sapi atau kambing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
virus gen unggul.. habitatnya gak disono.. gak disini.. sama2 menjijikkan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zinaitudosa
disono mah bangun RS pake itungan harian, dimari masker aja masih mahal dari awal sampe sekarang.

sekotak masih diatas 100k emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
entop dan fuckinghandsome memberi reputasi
set dah g abis2 penyakit dari sono
klo dlu yg terkenal itu afrika skrg china
emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 3 lainnya memberi reputasi

lagi-lagi amerika salahkan china

Temuan itu diungkap oleh sebuah penelitian yang diterbitkan PNAS jurnal sains di Amerika Serikat (AS)

ternyata penelitian dari amerika
jangan lupa pandemi flu babi 2009 di Amerika

Sebelum pandemi virus corona Covid-19, terjadi pandemi flu babi H1N1 pada tahun 2009 dan 2010 yang telah menewaskan 575.400 orang di seluruh dunia. "Setelah wabah awal di Amerika Utara pada April 2009, virus influenza baru ini (flu babi) menyebar dengan cepat ke seluruh dunia," kata WHO
Flu babi pertama kali diakui selama pandemi 1919 atau pandemi flu Spanyol, tetapi strain H1N1 pada wabah 2009 pertama kali terdeteksi pada manusia di Amerika
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ujellyjello dan 6 lainnya memberi reputasi
Yg gw tau cuma indonesia perlu pengurangan jumlah penduduk
profile-picture
entop memberi reputasi
disini msh banyak yg makan babi emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
memang sumber virus atau karna penduduknya kebanyakan sengaja dibikin virus biar mampus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ARShecca dan 3 lainnya memberi reputasi
TERNYATA CHINA ITU ANTEK ILLUMINATI UNTUK MENGURANGI POPULASI DUNIA DAN MEMBANGUN NEW WORLD ORDER!
emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


kalo trit terorisme rame gini komennya kan seru gaes

tapi sayang .. kalo ada trit teroris .. antum antum kok gak nongol buat komen ?

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trac0ne dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Quote:


Jangan terguncang,kurang2in makan babi omemoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Cinak lagi nih?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
HMmmm babi mulu sekali2 onta gt
profile-picture
profile-picture
fuckinghandsome dan entop memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di