CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[CURHAT] Ibuku Selingkuh dengan Paman ku Sendiri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef990c3dbf76436ef04d603/curhat-ibuku-selingkuh-dengan-paman-ku-sendiri

[CURHAT] Ibuku Selingkuh dengan Paman ku Sendiri


Perkenalkan namaku Desna. Aku seorang anak perempuan berumur 16 tahun. Saat ini aku bersekolah di SMK jurusan visual media di kota Salatiga. Kalian pasti pernah dengar kan kota Salatiga? kota kecil sebelum ke kota Solo dan sesudah kabupaten Semarang. Aku bersekolah disana, dan saat ini aku naik ke kelas XII SMK. Aku adalah anak tunggal, karena kakakku telah meninggal dunia saat aku masih SD. Almarhum kakakku berjarak 5 tahun dengan ku. Saat itu, aku kelas 5 SD, dan almarhum saat itu masih bersekolah kelas X SMA. Kakakku laki laki ini meninggal karena sebuah kecelakaan motor saat pulang sekolah. Semenjak itu, aku tidak boleh mengendarai motor sendiri. Ibu dan ayahku benar-benar trauma akan kejadian tersebut. 

Sebelum aku menceritakan masalah utamanya, aku akan menceritakan bagaimana latar belakang masalah ini. Setelah kakak meninggal dunia, kami semua memutuskan untuk pindah ke Salatiga. Sebelumnya kami tinggal di Semarang. Karena kejadian kecelakaan tersebut menyebabkan trauma berat atas keluarga kami, khususnya ibu. Maka kami memutuskan untuk kembali ke Desa saja, yaitu Salatiga. Lebih tepatnya pinggiran kota salatiga. Kata ayah, hal ini dilakukan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas bila mengendarai kendaraan. Di desa, ada keluarga paman dan juga nenek yang masih hidup saat itu. Paman hidup bersama nenek saja, karena istrinya kerja di luar negri sebagai TKW. Pulangnya tiga tahun sekali. Jadi ayah memilih pulang ke rumah orang tuanya membawa serta kami.


Aku yang waktu itu lulus SD, mengikuti saja apa yang ayah kehendaki. Aku pun melanjutkan sekolah ku di SMP swasta di Salatiga. Setelah pindah ternyata kondisi kehidupan keluargaku tidak seindah yang dibayangkan. Ternyata di Salatiga, perekonomian keluarga malah semakin menurun. Saat itu, ayah di PHK dari tempat kerjanya. Ayahku hanya lulusan SMP, dan ibuku lulusan SD. Jadi sudah bisa dibayangkan bahwa orang tua ku tidak semudah orang-orang lulusan sarjana yang mencari kerja.

Setelah mencoba mendaftar kerja sana sini, tetap saja ayah tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan ayah. Ibuku saat itu jadi buruh cuci dan setrika tetangga di Salatiga. Ayah pun akhirnya mencari informasi lowongan pekerjaan lewat teman-temannya dan juga tetangga. Kami tetap berusaha menjalani hidup dengan seadanya dan tetap berharap agar ayah dapat pekerjaan.

Satu bulan berlalu, akhirnya ayah mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di ternak ayam. Ayah bertugas membersihkan kandang, memberi makan ayam-ayam serta mengurusi saat ayam-ayam tersebut di sortir menuju pabrik sosis yang ada disana. Saat itu, aku selalu merasa ayah terpaksa bekerja disana. Tetapi demi anak dan istri akhirnya ayah tetap berusaha bertahan. 

Setelah satu tahun berlalu, aku akan lulus SMP. Ayah di berhentikan dari pekerjaannya. Aku kurang begitu paham apa alasannya. Tetapi waktu itu ayah terlihat bingung dengan kondisi tersebut. Hal ini dikarenakan aku akan lulus dari SMP dan masuk SMK. Aku memilih SMK karena aku tidak mau berlama-lama sekolah dan kuliah. Aku ingin cepat kerja agar ayah tidak terbebani. Aku memilih jurusan visual media, dan ayah juga sepertinya bangga dengan pilihan itu. 

Paman ku yang sering kupanggil om Imam bekerja di pabrik Salatiga. Ia mendapat informasi lowongan pekerjaan di kota Purwokerto, dan menawarkan nya kepada ayahku. Ayahku pun mendaftar dan diterima disana dengan gaji yang lebih baik. Meskipun lulusan SMP, tetapi ayah bisa diterima dan bekerja di perusahaan. Karena itulah aku bisa melanjutkan sekolahku ke jenjang SMK. Tetapi ada konsekuensi yang harus di hadapi ayah, yaitu ayah tidak bisa pulang setiap hari. Ia hanya bisa pulang setiap sabtu sore, dan minggu pagi berangkat ke Purwokerto.

Semua ia kerjakan demi rumah tangga dapat berjalan dengan baik. Khususnya supaya aku bisa bersekolah demi masa depanku. Sudah dua tahun ini ayah bekerja di sana. Di masa covid-19 ini pun, Alhamdullilah ayah masih bekerja, karena perusahaan ayah bekerja adalah perusahaan makanan. Aku bersyukur atas berkat dari Allah atas pekerjaan ayah dan ayah yang sangat menyayangiku. 

Tetapi ada masalah yang saat ini aku simpan rapat-rapat. Yaitu, hubungan tidak wajar antara paman (adik ayah) dan ibuku.  Kecurigaan ku ini dimulai saat aku akhri tahun lalu, yaitu saat aku di semester 1 kelas XI SMK. Saat itu aku di kamar sedang mengerjakan PR, malam-malam sekitar pukul 19.00 WIB. Di rumah hanya aku, paman dan ibu; karena nenekku sudah meninggal saat aku SMP kelas 3. Nah, saat aku dikamar, aku mendengar om Imam dan ibuku sedang bercanda di depan televisi. Bercandaan mereka tidak sewajarnya kakak dan adik. Aku sudah 15 tahun, aku tahu rasanya cinta, rasanya berpacaran. Jadi aku paham sekali apa yang mereka bicarakan.

"Mbak, kamu sekarang tambah cantik aja deh."
"Ah, kamu ini lho bisa aja... jangan liatin terus ah, nanti aku malu sendiri"
"halah.. gak papa lah, kan Mas Yono tidak di rumah"
"hahaha.. gak ada di rumah, tapi ada kamu, sama saja rasanya, kan kamu suka minta jatah"
"hahahaha..."

Jujur aku sakit hati dan merasa akward, merasa jengkel dan kecewa atas apa yang mereka katakan. Mungkin mereka pikir aku tidak mendengar, tetapi apa ibu tidak memikirkan perasaan ayah. Ayah bekerja jauh-jauh, dia malah bercanda seperti itu dengan adik iparnya sendiri. 

Aku pun mulai mencari tahu apa yang ibu dan paman lakukan setiap harinya, khususnya malam hari. Karena paman dan ibu sama sama dirumah saat malam hari. Aku mulai menemukan fakta-fakta yang membuatku yakin bahwa ibu main serong dengan paman. Ibu dulunya tidak pernah membuatkan paman minum sepulang paman kerja. Tetapi ibu mulai membuatkan minum untuk paman. Setiap kali aku bertanya, "kenapa sih bu buatin om minum, dia kan bukan suami ibu?". Ibu selalu menjawab," kan dia pamanmu, kita kan nebeng di rumah dia, kita harus bisa merawat paman, kan istrinya jauh di luar negri".

Tidak cukup disitu, ibu juga mencucikan baju paman, ibu selalu memikirkan paman setiap kali kami belanja berdua. Contohnya, kami belanja di swalayan membeli beberapa pakaian. Ibu tiba-tiba berkata," dek, om kamu tidak dibelikan? kasian kalau tidak dibelikan". Aku benar-benar curiga. Apa benar ibu dan paman melakukan hal tidak wajar ini. Aku terus mengawasi mereka diam-diam.

Benar saja....
Saat itu tengah malam, aku belum bisa tidur, aku di kamarku, mendengarkan lagu dari handphoneku. Lampu rumah sudah dimatikan, dan ibu juga sudah tidur. Paman juga tidur di kamarnya. Tetapi aku mendengar pintu kamar paman ada yang buka. Aku mulai berpikir yang tidak-tidak. Jangan-jangan ibu masuk kamar paman. Lalu diam diam aku berjalan pelan-pelan. Mendekati kamar ibu yang pintunya terbuka. 

"benar nih, ibu tidak di kamar, pasti ibu ke kamar paman", pikirku. Aku menoleh ke kamar paman. Kamar pamanku dikunci, tetapi aku samar-samar mendengar suara ibu yang sedang tertawa manja pelan dari kamar paman. 
"Sialan, ibu mesum sama paman...", pikirku. Tetapi jiwa emosi dalam diriku tidak bisa keluar. Malah muncul dalam bentuk air mata dan rasa sedih. Mungkin kalau aku laki-laki, aku langsung dobrak dan gedhor pintu paman. Tetapi entah, perasaanku yang mendominan saat itu.

Aku bergegas masuk kamar, dan menangis di kamar. Sejak saat itu, aku jadi tidak akrab lagi sama ibu dan paman. Aku kecewa sama mereka. Ingin aku cerita sama ayah, tetapi aku tidak mau ayah sedih, ayah berpikiran buruk dan memutuskan resign. Karena jujur biaya sekolah dan kebutuhanku semua bergantung pada ayah. Dan aku juga takut kalau sampai tetangga tahu, bisa jadi masalah besar. 

Aku merasa sedih, bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Sebagai anak perempuan yang masih remaja, satu-satunya dan melihat kejadian itu membuatku tertekan dan tidak tahan. Apalagi disaat covid, aku belajar di rumah, ayah di Purwokerto, sedangkan ibu dan paman masih saja menunjukkan gelagat tidak wajar, khususnya bila aku mulai masuk kamar. Aku benar-benar jijik dengan kondisi ini.

inilah curhatku. Entah apa yang harus kulakukan.

Desna.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
hasanudin39 dan 31 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
gila sih.. tuh om kamu emang sengaja buat naruh ayahmu jauh gitu biar dia bisa main tuh sama ibu kamu.... kayaknya lho ini..

ane jujur jadi ente pasti emosi... gak bisa deh liat kelakuan bejat begini dilanjutin. harus dihentikan. Mending lu ngomong sama ayah lu deh.. biar ayahmu bertindak tegas.. emosi gua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ombilista dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Sebentar deh.. ane nanya ntu lu beneran denger ibu lu di kamar paman lu? jangan2 ibulu lagi telpon ayah lu tapi gak dikamar... trus aslinya mereka cuman bercandaan aja...

tapi kalo dari pembicaraan bercandaannya emang udah biasa ngasih jatah... jatah nya ni kelon apa apaan nih..

gak habis pikir jaman sekarnag
profile-picture
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ada 2 dugaan ane yg des.
1. ibumu terpaksa ngelakuin itu, karena kalian numpang dirumah paman. kalo ga diturutin, kalian yg anak & suaminya bakalan jd susah lg. jd sebenernya ibumu nangis dalam tawa nya des.

2. ibumu beneran selingkuh. suka sama suka ama paman jahanam itu.

saran ane, ngobrol ama ibu dulu. tp inget jaga emosi.. pelan2 aja, jangan langsung nusuk to the point. nyantai aja ngomongnya. heart to heart.

kalo ke ayah, ane yakin ga akan bisa ngontrol emosi tuh ayah ente. pasti bawaaannya pengen bacok aja. nanti masuk penjara, kalian akan jauh lebih sengsara.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rafa2296 dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
di kroscek dlu kebenaran'nya sampai terbukti, jgn asal curiga atau gmna nanti tkt'nya klo sampean asal nuduh dan mengadu ke ayah tp gk ad bukti nanti jatuh'nya fitnah ..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
sabar ya dek...
"hahaha.. gak ada di rumah, tapi ada kamu, sama saja rasanya, kan kamu suka minta jatah" <--- kl ini yg km dengar, maaf.. bisa dibilang selingkuh. sk minta jatah, jatah apalagi kl bukan HS
jangankan km, sya aja yg membacanya rasanya ingin mukul. tp balik lg kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

lebih baik km duduk bareng ngobrol sm ibu km, benar ato tidaknya dan tanya maunya ibu km apa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MyWildSide9 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gin89
Lihat 2 balasan
jadi inget pengalaman ane pribadi..

kalau candaan "jatah" dengan sikon kyk gitu ane yakin yg dimaksud itu HS
apalagi mreka juga ga sadar kalau adek juga ada di sana kan

saran ane, mending cari bukti dulu baru adek bilang ke ibu perihal tersebut,
jgn asal nuduh, takutnya si paman bisa berbuat semena-mena..
toh adek sekeluarga kan "hutang budi" ke si paman

take care yah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
decodeca dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pesen aku,jangan menunda2 yups ,mumpung blm terlalu dalam lukanya ya,malah kasian bapak kamu lama kelamaan bisa makin sakit kalo ga di kasih tau, biarpun endingnya masih belum kebaca gapapa buka aja ke bapak kamu,karna bohong untuk kebaikan itu sebenernya gak ada okey,semangaaatemoticon-Smilie


Note:bener kata agan agan di atas kamu perkuat dulu soal buktinya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh febriay123
Lihat 3 balasan
sulit tuk mempertahankan rumah tangga ortu ente sis...

Pahit memang tapi itu yg akan terjadi..

Ente harus melakukan sesuatu..

Afdolnya mending ciduk aja trus ente natap sebentar lalu pergi dan kunci kamar ente sis.

Besoknya lapor ke ayah ente ...

Mending suruh cerai dan ente hidup dgn ayah ente aja.

Maap2 yaa ibu ente kagak layak tuk di beri maap dan di kasihani.

Paman ente paling parah lagi...emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
biawakman dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
paman ini adekny ibu/bapak ente kan sis?
profile-picture
profile-picture
decodeca dan extreme78 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adolfsbasthian dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 5 balasan
ini beneran ini, macam sinetron aja coeg.. wah gmn seh ibumu itu, lebih baik dibuka aja sekalian dicari solusinya daripada berlarut2 toh nanti akan ketahuan juga
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
rekam, dan lapor langsung ke rt, polisi dan ayahmu.
lakukan skrg juga, atau 9 bulan lagi lu bakal punya adik kandung beda ayah emoticon-Big Grin

jgn lupa ane jg mau bukti rekamannya.
Lihat 1 balasan
kalo gue kebalikannya, lu gak usah ngebuktiin apa apa

lu udah dewasa, udah tau apa itu cinta cintaan dan sex

bukti itu adalah apa yang lu denger, kecuali lu halu atau sakit jiwa, ya kali keluarga bener mau diancurin

langsung aja omongin sama nyokap lu, lu lihat reaksi nyokap lu, dia masih ada hati gak buat keluarga nya, apa yang mau dia ubah dan putuskan, yang pasti kunci nya di nyokap lu, kalo udah kegilaan kont*l, ya udah lu ikut bapak lu aja, tell the truth.

opsi terbaik buat gue keluar atau pindah sekolah ke tempat kota bapak lu kerja dan ikut bapak lu (terserah nyokap lu mau ikut apa kagak, ini kaitannya sama apa yang bakalan nyokap lu putuskan), terlepas dari kondisi ekonomi yang kaya gini, mungkin satu sisi kemungkinan lu akan berhenti sekolah setahun karena bokap pasti nyari biaya buat pindah sekolah, tp gapapa itu terbaik gue rasa.

paman lu juga bangs*t sih, sodara kandung sendiri masih diber*kinemoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
btw ini true strory apa fiksi? emoticon-Ngakak

gue udah ngegas aja emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan extreme78 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kalo ane jadi ente gan ane tanya dulu ntuh ibuk ane kalo nga ngaku langsung ambil hp rekam waktu berduaan dengan paman biar ada bukti 🙏 kalo udh gitu tanya lagi ke ibu lalu tunjukin video ntu gan 🙏
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan extreme78 memberi reputasi
Apapun keadaannya sebisa mungkin situasi penyelesaian nya tetap di buat keep quite.
karena kalau sampek kesebar..
lu ga bakal bisa banyangin keadaan apa yang bakal menimpa keadaan lu dan keluarga ama nih sosial di indo
emoticon-Frownemoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan extreme78 memberi reputasi
Diubah oleh natchios
Lihat 1 balasan
ikut jengkelemoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
kutilkuda1202 dan extreme78 memberi reputasi
hemmm... susah juga ya, jadi anak broken home engak enak.. tapi kamu gede jadi engak masalah, masalahnya kamu cwe...

engak ada yang bisa kamu lakuin, kecuali pura-pura keceplosan mergokin ibu kamu sama om kamu...
mereka akan berhenti atau engak, keputusannya di tangan mereka.


waktu aku bayi, ada pos di depang gang rumah aku, kata ibu ku sore itu aku nangis pengen main di situ, di bujuk dan di marahin engak mau pulang selama berjam-jam maen di situ sendirian... di jalan raya, dari arah kiri ayah aku boncengan sama cewe dan kebetulan ibu aku liat...

tugas kamu ya ibaratnya kaya aku itu.

orang tua kadang engak mau dengerin perkataan anaknya. kalo kamu ngotot pengen mempertahankan keluarga, kamu harus cari orang yang bisa bantu, siapa aja...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
natchios dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ikkidaisuki
Lihat 3 balasan
hati2 jangan serumah sm yg bukan mahrom, ipar itu maut
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di