CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Indikator-indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef98d51dbf76402c534ebce/indikator-indikator-yang-bisa-memprediksi-arah-trend

Indikator-indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend

Indikator-indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend

Sebelum membahas Indikator-indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Membaca arah tren harga terkini itu perkara gampang. berhubung Kamu bisa menelaah arah pergerakan harga dari posisi nilai tertinggi serta terendah candle-candle yang terakhir dengan mata telanjang. Beda perkaranya dengan memprediksi arah tren Forex. Walau lebih susah. namun ketrampilan memproyeksikan arah pergerakan harga ialah keterampilan dasar untuk meraup keuntungan. Dalam trading. seluruh tren mampu dikenali melalui aneka macam tips. Satu diantaranya dengan mempergunakan serta memanfaatkan tool ataupun indikator.

Butuh di ingat. memprediksi arah tren Forex tak setara dengan berspekulasi ataupun ramalan tanpa dasar. Berhubung itulah. trader memerlukan pemetaan proyeksi harga dengan peraturan-peraturan tertentu.
Berikut ialah daftar beberapa pengganti indikator tren Built-In ternama yg Suka dipakai trader dalam beragam Pair serta Timeframe:

Indikator Tren Overlay
Indikator Overlay tampil menumpuk diatas Candlestick. Jadi. indikator tren ini bisa secara langsung menginformasikan ke mana arah tren selanjutnya akan berjalan.

a. Moving Average
Indikator tren simpel ini benar benar perlengkapan paling dasar serta Suka menjadi rujukan bagi analisa teknikal kesehariannya. Hampir wajib hukumnya bagi pemula untuk belajar dasar-dasar tips memakai Simple Moving Average.

Garis merah melintang diatas grafik harga ialah garis Moving Average (MA) berperiode 20. Dalam periode konsolidasi (Sideways). harga terlihat cukup Suka menyeberang garis MA 20 dari atas ataupun bawah. menjadikan pergerakan terlihat tidak tentu arah ataupun mendatar. Dalam situasi yang telah di sebutkan. trader bisa memprediksi arah tren Forex disaat gejala Breakout berlangsung.
Pada kotak abu-abu paling kiri. harga menampilkan candle merah panjang selaku indikasi Breakout sudah berlangsung. Dari situ. harga longsor membentuk Downtrend dengan posisi selalu berada di bawah MA 20. Sedangkan pada kotak sedang. harga pula menampakkan breakout. lantas Uptrend berjalan dengan harga berada diatas garis MA 20.
Pada kotak yang terakhir. andai harga menembus batas atas kotak. maka Uptrend mungkin besar akan mulai terbentuk. Sebaliknya. bila harga terjun hingga batas bawah kotak. maka Downtrend berpeluang besar untuk terbentuk.
Kamu pula bisa menambahkan jumlah garis MA untuk menghasilkan sinyal trading Crossover. Tatacara kerjanya. cermati pergerakan garis MA berperiode lebih pendek terhadap MA berperiode lebih panjang. Andai MA berperiode pendek bergerak ke atas memotong MA berperiode panjang. sinyal Buy muncul. Sebaliknya. bila MA berperiode pendek bergerak ke bawah memotong MA berperiode panjang. sinyal Sell terhasilkan.

Lingkaran paling kiri menghasilkan sinyall Sell disaat garis MA berperiode lebih pendek (merah. MA 20) bergerak ke bawah memotong MA berperiode lebih panjang (biru. MA 50). Bandingkan dengan lingkaran selanjutnya. sinyal Buy muncul disaat MA 20 bergerak ke atas memotong MA 50.
Selanjutnya. trader bisa memprediksi arah tren Forex pada lingkaran kanan dengan menunggu terjadinya perpotongan (Crossover) antara MA 20 serta 50.

b. Bollinger Bands
Bollinger Bands (BB) adalah perkembangan dari Moving Average. Garis sedang pada Bollinger Bands ialah Simple MA 20. sedangkan garis atas serta garis bawah (Upper serta Lower Band) ialah deviasi dari garis sedang yang telah di sebutkan.
Biasanya. trader memakai indikator tren BB untuk mengetahui kekuatan tren terkini. Secara teknis. kekuatan tren untuk berlanjut ke satu dari sekian banyaknya arah akan teruji disaat menghadapi Resistance pada Upper Band ataupun Support pada Lower Band.

Dari gambar grafik USDJPY (H4) diatas. trader memprediksi arah tren Forex dengan tips memperhatikan momen-momen sewaktu candlestick menyentuh garis-garis BB. Lingkaran merah menyorot bagaimana harga memantul (Bounce) dari Upper Band selaku Resistance selama harga berusaha mendaki. Sebaliknya. lingkaran biru menunjukan perlawanan dari Buyer disaat harga mendekati Support dari Lower Band.
Bollinger Bands tak dibatasi cuma untuk antisipasi memantulnya harga dari Upper serta Lower Band saja. Alasannya. harga pula bisa bergerak menembus batas Support ataupun Resistance (Breakout). lebih-lebih selama gelang Bollinger mengalami penyempitan.

Cermati bagaimana gelang Bollinger mengalami penyempitan selama pasar memasuki periode konsolidasi. Trader bisa memprediksi arah tren Forex disaat candlestick bergerak menembus Lower Band. lantas membentuk periode tren menurun (Downtrend).

Indikator Tren Oscillator
Tidak sama dengan tampilan indikator Overlay. indikator tren Oscillator muncul secara terpisah dari grafik pergerakan harga. Walau terpisah. indikator tren ini bisa memberi-kan berita penting bagi trader untuk memprediksi arah tren Forex. melalui dinamika pergerakan garis Oscillator pada acuan level tertentu.

a. MACD
MACD menjadi satu dari sekian banyaknya indikator tren andalan berhubung kemudahannya selaku alat untuk menunjukan kekuatan tren. Osilasi garis MACD serta garis sinyal diatas titik 0 mengindikasikan berlangsungnya Uptrend. Sementara itu. andai kedua garis berada di bawah titik 0. pengertiannya momentum Downtrend masih cukup mayoritas.

Garis biru ialah garis MACD serta garis merah ialah garis sinyal
Selama dalam kondisi Uptrend. makin tinggi harga mendaki. makin kuat tekanan pedagang untuk menurunkan harga. Lingkaran oranye menunjukan sinyal Bearish disaat garis MACD bergerak ke bawah memotong garis sinyal. Selanjutnya. perpotongan kedua garis yang telah di sebutkan diikuti oleh menurunnya harga.
Sebaliknya dalam tren menurun. makin rendah harga. makin besar juga minat pembeli untuk mendorong harga naik. Lingkaran biru menyorot sinyal Bullish dengan perpotongan garis MACD ke atas. Sesudah sinyal itu muncul. harga mendaki bertahap.
Selain sinyal trading dari pergerakan kedua garis MACD diatas ataupun di bawah angka 0. Trader pula bisa memakai taktik atau strategi divergensi untuk memprediksi arah tren Forex.

b. RSI
Dasar pengunaannya hampir percis semacam MACD. Cuma saja. andai MACD memakai acuan angka sedang ataupun 0. standar osilasi RSI dipatok pada angka 30 serta 70.

Pada Bawahan Setting indikator RSI. kondisi jenuh beli (Overbought) tercapai andai harga menyentuh batas angka 70. sedangkan kondisi jenuh jual (Oversold) pada batas angka 30. Sesudah melalui batas zona Overbought. maka besar kesempatan harga untuk menurun dari puncaknya. Sebaliknya. sesudah harga menembus di zona Oversold. makin kuat potensi pembeli untuk mendorong harga naik dari dasar tren.
Permasalahannya. indikator tren RSI tak bisa atau mampu mendeteksi sejauh mana harga akan bertahan di zona Oversold ataupun Overbought. Jadi. trader perlu menghadapi risiko salah prediksi semisalnya harga diluar dugaan bertahan lama pada zona yang telah di sebutkan.
Selaku pengganti. teknik divergensi indikator RSI bisa dipakai untuk menaikan akurasi dalam memprediksi arah tren Forex. Misalnya semacam pada grafik berikut:

Teknik divergensi menyorot terjadinya perbedaan arah tren harga dengan arah Oscillator RSI. Sinyal Bearish muncul disaat tren menunjukan nilai tinggi berjenjang (Higher High). namun osilator RSI malahan bergerak berlawanan arah (di tandai dengan Lower High).

Indikator Tren Price Action
Secara visual. indikator Price Action pula tampil menumpuk (Overlay) diatas grafik harga. Bedanya. indikator tren ini bersifat lebih subyektif berhubung trader mempunyai kebebasan penuh untuk mengatur penempatannya di chart.
Kelebihan utama dari Indikator Price Action dibanding Overlay tentunya terdapat atau terletak di fleksibilitasnya. Trader bisa menghasilkan aturan pembukaan serta penutupan (Entry & Exit Rules) sesuai dengan kebutuhan trading pribadinya. Di sayangkan. berhubung pengaturannya relatif tidak menentu. trader pemula Suka mengalami keraguan ataupun kesalahan membaca sinyal indikator. menjadikan menentukan eksekusi pembukaan serta penutupan posisi trading yg ideal akan menjadi makin susah.

a. Fibonacci Retracement
Hampir seluruh trader profesional memakai acuan Fibonacci Retracement untuk mengukur kekuatan tren dalam proses analisa mereka-mereka. Secara mendasar. Fibonacci Retracement memberi-kan berita penting pada level berapa harga mulai bergerak kembali searah tren utama. sesudah mengalami koreksi sementara.

Gambar diatas meneerangkan tips dasar memprediksi arah tren Forex dengan Fibonacci Retracement:

Bila harga memantul pada level Retracement 38.2%. maka harga diproyeksikan akan melaju kuat melanjutkan tren utama.
Andai harga mengalami Bounce pada level Retracement 50%. tren diprediksikan melanjutkan tren utama dengan momentum normal.
Andai harga memantul di dekat level Retracement 61.8%. tren utama diekspektasikan sudah melemah serta koreksi telah layak dipertimbangkan selaku tren pembalikan.


Sesuai arahan chart diatas. trader bisa memprediksi arah tren forex dengan mengacu pada kondisi candlestick. disaat harga mendekati level Fibonacci Retracement tertentu. Berhubung candlestick tampak mengalami tekanan dari Seller di level Retracement 0.382 (38%). maka harga berpotensi besar untuk berlanjut menurun meneruskan tren utama.

b. Trendline
Trendline adalah satu dari sekian banyaknya indikator tren paling simpel yg ternama dipakai trader untuk antisipasi kapan Breakout ataupun Bounce bisa berlangsung selama tren tengah menguji level Resistance ataupun Support.

Dari gambar diatas. Level Support ditarik sejajar dengan level-level rendah (Low). sedangkan level Resistance diletakkan sejajar dengan level-level tinggi (High). Berhubung tren utama tengah dalam kondisi mendaki. maka posisi trendline akan serong ke atas.
Trader bisa memprediksikan arah tren Forex dengan memperhatikan posisi candlestick terkini. yg relatif dengan masing masing trendline. Pada kondisi tren mendaki. kesempatan beli lebih menguntungkan tatkala candlestick memantul dari level Support. Selanjutnya. posisi beli yang telah di sebutkan bisa ditutup tatkala akan mendekati level Resistance terdekat.

c. Elliott Wave
Dibanding Trendline serta Fibonacci Retracement. gelombang Elliott mempunyai tingkat kesulitan lebih tinggi. Penggunaannya lebih subyektif. berhubung trader perlu menentukan sendiri letak masing masing fraktal.

Fraktal impuls (Impulse Wave) ialah potongan tren utama. sedangkan fraktal koreksi (Correction Wave) ialah potongan retracement tatkala tren utama mengalami perlawanan. Trader bisa memprediksi arah tren Forex melalui pembentukan siklus fraktal selanjutnya. yakni gelombang/fraktal Impuls #2.

Analisa tren forex memanglah mampu dibantu indikator. namun ada kalanya perhitungan indikator meleset ataupun memancarkan False Signal tatkala ada perubahan kondisi pasar ekstrim. Bagaimana tips mengantisipasinya? Kamu bisa ajukan pertanyaan ini ataupun kesulitan lain-lainnya di rubrik tanya jawab kategori tren.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di