CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Cara Memilih Broker Yang Cocok Untuk EA Anda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef98c5fb8408873d830d492/cara-memilih-broker-yang-cocok-untuk-ea-anda

Cara Memilih Broker Yang Cocok Untuk EA Anda

Cara Memilih Broker Yang Cocok Untuk EA Anda


Sebelum membahas Cara Memilih Broker Yang Cocok Untuk EA Anda saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Expert Advisor (EA) ataupun robot trading forex ialah software add-on yg memungkinkan proses trading serta analisa di platform trading MT4 secara otomatis. Dengan EA. kita mampu menangkap setiap kesempatan trading yg muncul 24 jam dalam sehari. malah walaupun tak tengah berada di depan komputer. Tapi. memilih EA itu gampang-gampang sulit. khususnya dalam memilih broker yg cocok untuk EA.
Kadangkala EA kelihatan tidak jelek alias bagus. akan tetapi sesudah telanjur dibeli serta dipasang diluar dugaan tak cocok dengan broker kita. Ada pula fenomena di mana EA telah berjalan beberapa lama. diluar dugaan ketika hendak profit akan diambil bahkan di larang broker berhubung di sebut memakai taktik atau strategi arbitrase yg di larang. Untuk menghindari hal-hal semacam itu. berikut beberapa langkah yg mampu diambil:


1. Mengetahui Taktik atau strategi Yg Dipakai EA
Boleh jadi EA di peroleh gratisan. boleh jadi pula membeli sendiri. ataupun bahkan membuat sendiri. Apa saja itu. langkah pertama dalam memilih broker yg cocok untuk EA Kamu ialah dengan mengetahui taktik atau strategi apa yg dipakai oleh robot. serta apakah kondisi trading di broker Kamu memungkinkan untuk EA dijalankan.
Ada beberapa taktik atau strategi yg ternama dipakai dalam robot trading forex. di antaranya:

EA pemakai indikator teknikal memakai pola-pola chart ataupun indikator teknikal untuk open serta close posisi. Beberapa indikator ternama untuk di buat EA di antaranya: Moving Average. MACD. Momentum. Candlestick. Stochastic. dll. Andai EA Kamu memakai indikator teknikal. maka yg butuh dicermati ialah interval waktu: apakah indikator diterapkan di jangka pendek (chart M1. M5). menengah (M15. M30. H1). ataupun jangka yang lama (H4. D1. W1. MN).
Makin kecil chart-nya. maka butuh broker dengan akurasi semakin tinggi. Tapi secara umum. broker umumnya mengizinkan taktik atau strategi ini berhubung volume trading harian cuma medium.

Arbitrase boleh disebut satu dari sekian banyaknya taktik atau strategi EA paling kompleks berhubung tidak sedikit broker tak secara terbuka melarang arbitrase. akan tetapi cuma menyebutkannya dalam goresan pena lembut-lembut di Terms and Conditions yg belum tentu dibaca trader tatkala mendaftar. Akibatnya. tidak sedikit trader tak sadar disaat di rinya melanggar.
Apa itu Arbitrase? Secara simpel. EA pemakai taktik atau strategi arbitrase memakai 2 broker (ataupun lebih) untuk open buy serta sell pada pair Currency yg percis serta mencoba memperoleh keuntungan dari selisih kuotasi antara kedua broker. Andai EA memakai Arbitrase. maka Kamu butuh memilih broker yg mengizinkan taktik atau strategi ini. sekalian membolehkan high volume trading.

Tidak jauh tidak sama dengan trading ala scalping biasanya. EA pemakai taktik atau strategi scalping pula akan membuka-tutup belasan sampai-sampai ratusan posisi trading dalam sehari guna menangkap profit dari pergerakan-pergerakan kecil pada pair-pair Currency. Butuh broker yg mengizinkan High Volume Trading serta Fast Term Trading Strategy. Hindari broker yg mempersyaratkan waktu cukup lama sebelum posisi open boleh di-close.

Robot trading forex yg memakai Hedging mencoba memperoleh profit dengan menempatkan order buy serta sell secara strategis pada interval tertentu diatas serta di bawah level harga tertentu. Order-order yang telah di sebutkan umumnya ditempatkan dengan jarak 10 ataupun 15 pip. menjadikan menciptakan sebuah grid. Grid-nya tak masalah. akan tetapi yg butuh di perhatikan di sini: tidak seluruh broker membolehkan hedging.

Dollar Cost Averaging/Martingale

Taktik atau strategi investasi Averaging ataupun Martingale dasarnya memang menaikan jumlah lot pada open posisi kedua andai open posisi pertama loss. Andai digunakan kita-kita biasa. taktik atau strategi ini high risk. serta bila digunakan robot trading forex maka akan lebih high risk lagi. Tapi. Expert Advisor pemakai taktik atau strategi ini umumnya boleh digunakan di broker mana saja berhubung bisa dijalankan medium ataupun long term. dengan volume trading medium ataupun high. bergantung setting money management-nya.

2. Kecepatan Eksekusi Broker
Sesudah mengetahui taktik atau strategi EA. langkah selanjutnya ialah menyelidiki broker. Seberapa cepat broker mendapatkan serta mengeksekusi order? Apakah broker menyediakan VPS sendiri. ataukah Kamu perlu menyewa VPS dari luar? Telaah bahwasanya semakin lama suatu order dikonfirmasi. maka semakin besar kemungkinannya sasaran target harga luput di dapat. apalagi andai EA memakai taktik atau strategi Scalping.

3. Last Look/No Last Look
Last Look pengertiannya broker punya hak untuk menolak suatu order dalam jangka waktu tertentu. sedangkan No Last Look mempunyai arti broker akan menghormati kuotasi harga berapapun yg muncul. walaupun nantinya berlangsung slippage. Peraturan ini umumnya tak disebarluaskan dalam promosi broker. jadi cermati Terms and Conditions.

4. Broker DD/STP/ECN
Broker DD. yg terkenal di negara Indonesia dengan sebutan bandar. akan mengeksekusi trading di meja-nya sendiri. sedangkan broker STP/ECN akan mentransfer order langsung ke penyedia likuiditas ataupun bank afiliasinya. Mengingat Kamu tak akan memelototi EA 24 jam sehari. maka penting untuk tahu siapa yg ada di seberang meja sana serta apakah mereka-mereka dapat dipercaya.


5. Lakukan Backtest EA
Jangan pernah memakai robot trading forex tanpa melakukan backtest. Demikian juga dalam memilih broker yg cocok untuk EA. butuh backtest dengan data historis pada broker yang telah di sebutkan. Penting untuk memastikan bahwasanya performa EA kelak akan mulus berjalan di kondisi likuiditas yg percis. Andai belum tahu bagaimana tatacara melakukan backtest EA. tulisan atau artikel yang akan di sajikan kali ini mampu membantu Kamu.

6. Leverage
Tidak ada peraturan baku wacana leverage. akan tetapi terang bahwasanya leverage akan menentukan mulus ataupun tidaknya EA berjalan. Andai robot trading forex yg Kamu beli menunjukan sampel performa trading tidak jelek alias bagus dengan modal 10.000 USD serta broker dengan leverage sampai-sampai 1:500. akan tetapi Kamu berupaya mempergunakannya di broker dengan leverage optimal atau dalam kata lain maksimal 1:200. maka besar mungkin money management-nya tak akan cocok. Si pembuat EA mampu profit. namun Kamu loss.

7. Spread/Commission Fee
Meneliti besaran spread serta komisi trading ini vital. Khususnya spread. berhubung adalah selisih antara harga bid serta offer di suatu broker. Andai biaya-biaya trading terlalu tinggi. maka mampu memutar balik hasil trading EA. biarpun sebelumnya berhasil di backtesting.

Ketujuh faktor diatas adalah beberapa tatacara pokok. akan tetapi mampu berkembang lebih tidak sedikit lagi ikuti kemajuan teknologi. Akhir kata. membeli ataupun membuat Expert Advisor hanyalah langkah pertama dalam menjalankan system trading otomatis dengan robot trading forex. Memilih broker forex yg cocok untuk EA yang telah di sebutkan mampu jadi percis pentingnya guna memastikan profit di masa depan.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di