CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Cara Mengidentifikasi Market Dengan Pivot Point
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef987e9f0bdb277175b84e4/cara-mengidentifikasi-market-dengan-pivot-point

Cara Mengidentifikasi Market Dengan Pivot Point

Cara Mengidentifikasi Market Dengan Pivot Point


Sebelum membahas Cara Mengidentifikasi Market Dengan Pivot Point saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Tatkala trader ingin mengetahui kapan tren harga akan berlanjut ataupun berakhir. satu dari sekian banyaknya solusi andalannya ialah dengan memakai Pivot Point (PP). PP menjadi pilihan ternama berhubung bisa menampilkan letak titik-titik Resistance serta Support secara otomatis. Selain menguasai fungsi dasar PP yang telah di sebutkan. Kamu pula bisa belajar tips trading Pivot Point agar bisa bisa memberi-kan sinyal trading akurat nan menguntungkan.
Dasar Trading Dengan Pivot Point
Sebelum memasuki era trading online ritel. Pivot Point lazim dipakai oleh para Floor Trader (pialang. trader bursa) selaku acuan untuk menentukan sejauh mana market tren sudah berjalan. Dahulu. mereka-mereka menghitung posisi Pivot memakai formula simpel semacam berikut:

Pivot Point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3

Selanjutnya. perhitungan Pivot Point menjadi basis untuk memperoleh berita letak level-level Support serta Resistance penting pada jangka trading tertentu. Tatacara trading Pivot Point biasanya memakai Timeframe Daily selaku tatacara untuk mengatur posisi trading Intraday.
Hingga saat ini pun. indikator PP masih ternama dipakai trader untuk antisipasi kelanjutan ataupun akhir dari tren market. Bedanya. andai dahulu Floor Trader menghitung secara manual. saat ini Kamu bisa memakai Kalkulator Pivot Point untuk menampilkan level-levelnya secara otomatis.
Berikut ialah langkah-langkah dasar tips trading Pivot Point untuk memperoleh sinyal serta eksekusi Market Order:

a. Identifikasi Arah Serta Kekuatan Tren
Tatacara trading Pivot Point bertumpu pada dua skenario laju pergerakan harga terhadap level Support ataupun Resistance (SR). semacam berikut:

Harga akan menembus SR terdekat untuk meneruskan laju tren.
Harga berbalik arah (memantul) disaat mendekati SR terdekat. membuktikan tren sudah melemah ataupun mengalami koreksi.


Lingkaran merah menunjukan candle Bearish sudah sukses menembus (Breakout) level Support pertama (S1) serta terus menurun sampai-sampai level Support selanjutnya (S2). Persegi biru serta oranye menyorot perubahan arah tren disaat harga menyentuh level Support serta Resistance.

b. Menentukan Entry Rules
Pada praktik trading nyata. tiap trader mempunyai aturan Entry sesuai dengan system trading masing masing. Selaku tatacara umum. aturan tips trading Pivot Point dalam membuka posisi ikuti beberapa standar berikut:

Berapa besar bagian dari modal untuk setiap posisi?

Jumlat Lot (volume) pada setiap posisi trading perlu diatur didasari Position Sizing. agar bisa risiko terkontrol serta target profit jangka yang lama bisa tercapai.

Apakah candlestick ditutup melewati garis Resistance ataupun Support?

Andai candlestick Bullish (biru) tak bisa atau mampu tertutup diatas garis Resistance. maka besar kemungkinan besar tren akan berbalik menurun. Sebaliknya. bila candle Bearish (merah) tidak bisa ditutup di bawah garis Support. maka tren mungkin berbalik mendaki.
Andai candle Bullish sukses ditutup diatas garis Resistance. tren berpeluang lanjut mendaki. Sebaliknya. andai candle Bearish ditutup di bawah garis Support. tren cenderung lanjut menurun.




c. Menentukan Exit Rules
Eksekusi Exit Rules lebih penting dari pembukaan. berhubung keuntungan ataupun kerugian cuma akan terealisasikan pada saldo akun sesudah posisi ditutup. Berhubung itu. trader perlu berhati-hati mengatur target profit serta memberikan batas kerugian.

Menentukan posisi SL serta TP selaku bagian dari Exit Rules dengan rasio risk/reward = 2
Trader profesional lazim memakai Rasio Risk/Reward selaku satu dari sekian banyaknya komponen Money Management untuk mengatur seberapa besar target profit ataupun batas kerugian optimal atau dalam kata lain maksimal sesuai toleransi. Penentuan Stop Loss pula bisa menerapkan Trailing Stop. agar bisa keuntungan yg telah diraih suatu posisi bisa diamankan tatkala harga bergejolak naik turun selama rilis informasi ataupun ada fenomena penting berdampak tinggi.

Modifikasi Tatacara Trading Pivot Point
Untuk menaikan akurasi sinyal trading. trader bisa mengombinasikan Pivot Point dengan beberapa indikator pendukung tambahan. umpamanya semacam berikut:

a. Tatacara Trading Pivot Point Dengan MACD
Indikator MACD terkenal selaku satu dari sekian banyaknya osilator paling ternama berhubung fleksibilitasnya selaku penunjuk kekuatan tren harga terkini. Biasanya. sinyal Bullish (Buy) diperoleh disaat garis MACD bergerak ke atas level angka 0 ataupun memotong garis sinyal ke atas. Sebaliknya. sinyal Bearish muncul tatkala garis MACD menyeberang level 0 ataupun garis sinyal ke bawah.
Berhubung properti yang telah di sebutkan. MACD cocok dipakai selaku indikator pendukung untuk menaikan akurasi sinyal trading Pivot Point. Misalnya semacam berikut:

Pada gambar diatas. Candle sukses ditutup di bawah level Support pertama pada Indikator Pivot Point. Sinyal Bearish yang telah di sebutkan diperkuat dengan konfirmasi dari Indikator MACD (kotak kuning).
Kedua. indikator MACD pula bisa atau mampu menunjukan gejala Divergence selaku membuktikan mungkin reversal. Pada kondisi yang telah di sebutkan. trader mampu mendapatkan kesempatan trading dengan memantulnya pergerakan harga pada level-level Resistance serta Support Pivot Point.

Pada gambar kedua ini. histogram pada MACD bergerak berlawanan arah dengan harga yg bergerak mendaki (Bearish Divergence). Dengan begitu. trader bisa memprioritaskan kesempatan Sell disaat harga hendak mendekati level Resistance terdekat.

b. Kolaborasi Pivot Point Bersama RSI
Indikator RSI umumnya dipakai trader untuk menentukan kekuatan tren terkini. Andai garis osilator RSI bergerak menuju level > 70. maka besar kemungkinan harga telah memasuki periode jenuh beli (Overbought) serta berpotensi berbalik menurun. Kontras. sinyal Bullish muncul tatkala indikator RSI berada pada level < 30 yg mengindikasikan kondisi jenuh jual (Oversold). Berhubung itu. kondisi Overbought serta Oversold bisa menjadi pendukung tatkala harga mendekati level-level Support ataupun Resistance pada Pivot Point.

Dari chart diatas. candle nampak tidak bisa atau mampu ditutup pada level Resistance kedua (kotak biru). Sinyal Bearish yang telah di sebutkan terkonfirmasi dengan osilator RSI yg hampir menyentuh level Overbought.

c. Tatacara Trading Pivot Point Dengan Pola-Pola Candlestick
Dengan bantuan formasi candlestick. trader bisa mengidentifikasi kekuatan serta arah tren dengan cepat. cuma melalui visualisasi grafik harga itu sendiri (Naked Trading). Beberapa pola candlestick relatif Suka muncul serta bisa dipertimbangkan selaku pendukung sinyal-sinyal trading dari Pivot Point. Umpamanya semacam semisal berikut:

Pola candlestick Spinning Bottom mengonfirmasi sinyal Reversal mendaki. sedangkan pola Bearish Engulfing mendukung sinyal Reversal menurun. Dua pola candlestick yang telah di sebutkan hanyalah sebagian dari kemungkinan-kemungkinan terbentuknya formasi pola candlestick (Lihat pula tulisan atau artikel Pola-pola Candlestick yg Paling Menguntungkan).
Dari sekian tidak sedikit pola-pola candlestick. ada satu pola candle yg frekuensinya mampu disebut paling Suka muncul serta butuh di perhatikan disaat terbentuk di dekat level-level SR pada Pivot Point:

Andai candle membentuk pola Pin Bar Bearish sesudah menyentuh Resistance. maka makin panjang sumbu atas (Upper Shadow). makin besar pila kesempatan jualnya.
Sebaliknya. bila terbentuk Pin Bar Bullish sesudah harga menyeberang Support. makin panjang sumbu bawahnya (Lower Shadow). makin besar juga akurasi sinyal beli.


Pada gambar diatas. sinyal untuk menjual terkonfirmasi tatkala pola candle Bearish Pin Bar terbentuk dengan Upper Shadow (lebih panjang dari badannya). disaat harga gagal menembus level Resistance pertama dari Pivot Point (lingkaran merah).

Masih Tidak sedikit Tatacara Trading Pivot Point Lain-lainnya
Tatacara-cara trading yg telah di jelaskan sebelumnya cuma meneerangkan dasar-dasar penggunaan Pivot Point. Andai Kamu masih penasaran dengan pengembangan metode trading ke tingkat lebih lanjut. silakan baca buku karangan John L. Person ini.

(Download gratis e-book disini)

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai Pivot Point? Selain dari kolom komentar. Kamu pula mampu langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab Seputarforex untuk Pivot Point yang akan di sajikan kali ini!

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di