CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Mau Saldo GoPay? Yuk ikutan Survei ini GanSis!
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef9870c82d49520e7089744/cara-menggunakan-indikator-parabolic-sar

Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR

Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR

Sebelum membahas Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Siapa yg tak ingat akan pemakaian indikator SAR atau juga Stop And Reverse (SAR)? Barangkali penggunaannya Amat gampang menjadikan trader mampu memperoleh keuntungan dengan Amat leluasa. Tapi bagi pemula. tetap saja memerlukan tatacara untuk mampu memahaminya dengan baik.
Parabolic SAR ialah satu dari sekian banyaknya indikator bawaan langsung di Metatrader. Indikator ini sudah didapati sejak tahun 1978 oleh J. Welles Wilder serta diperkenalkan selaku indikator Tren Following turunan langsung dari 2 variabel penting dalam chart. yaitu harga serta waktu. Jadi indikator Parabolic SAR ini mampu disebut sejajar dengan Moving Average. yg pula adalah turunan langsung dari harga serta waktu.



Andai di lihat dari namanya. Parabolic menggambarkan bentuknya yg mirip kurva parabola dalam matematika. Sedangkan SAR sendiri ialah singkatan dari Stop And Reverse. sebutan ini adalah gambaran dari tips memakai Parabolic SAR.
Indikator Parabolic SAR dibentuk dari titik-titik yg berada dibagian atas ataupun bawah harga. Simpelnya. dalam suatu kenaikan. maka titik SAR ini akan muncul dibagian bawah harga. sedangkan tatkala penurunan. maka titik SAR akan berada dibagian atas harga. Tapi sejalan dengan berkembangnya zaman. sudah tidak sedikit juga tips memakai Parabolic SAR lain yg bermunculan ke pasar. Tips ini pula beragam dari bagaimana SAR itu sendiri mampu dipakai. dan semacam apa perpaduan SAR dengan indikator lain untuk menghasilkan sinyal trading yg lebih kuat serta akurat.

Basis Perhitungan Parabolic SAR
Sebelum belajar tips memakai Parabolic SAR lebih dalam. sebaiknya Kamu mengetahui komponen-komponen pembentuk indikator itu dan bagaimana tips kalkulasinya. Tapi proses perhitungan yg disusun J. Welles Wilder cukup rumit. sampai-sampai andai dibahas secara dalam maka barangkali akan butuh 2 halaman kertas HVS A4.
Sederhananya. Parabolic SAR mempergunakan serta memanfaatkan level ataupun titik tertinggi serta terendah dalam pasar untuk menentukan tren dalam pasar. lantas mengecek apakah sudah terbentuk titik-titik baru semacam Lower Low. Higher Low. Lower High. pula Higher High. Nilai-nilai ini akan dikalikan dengan poin-poin tertentu semacam faktor akselerasi untuk menempatkan titik SAR-nya.
Andai di lihat secara matematis. berikut beberapa komponen pembentuk SAR:

Extreme Point (EP): Ditentukan bergantung tren yg tengah berjalan sekarang ini. Tatkala Uptrend. harga tertinggi pada satu periode akan dipakai selaku EP. sedangkan tatkala Downtrend. harga terendah pada satu periode-lah yg dipakai selaku EP.
Significant Point: Harga tertinggi ataupun terendah pasar dalam satu periode. Pendapat dari pengertian biasanya. Significan Point sebetulnya setara dengan Extreme Point. Bedanya. SP dipakai tatkala berakhirnya suatu tren. sedangkan EP tatkala tren tengah berjalan.
Acceleration Factor (AF): Faktor akselerasi ialah sebuah nilai yg dipakai dalam penempatan titik SAR. Nilai ini akan diaplikasikan selaku pengali sesudah perhitungan titik Extreme. Faktor akeselerasi di mulai dari 0.02 serta akan selalu meningkat sampai-sampai 0.2 sejalan berjalannya tren.

Rumus Perhitungan Parabolic SAR ialah selaku berikut:

SARBesok = SARSaatIni (AFx (EP-SARSaatIni))

Andai Kamu tertarik untuk mengetahui seluk-beluk proses perhitungan ini. Kamu bisa langsung melihat Video berikut:




Bagaimana Tips Memakai Parabolic SAR?
Pada awal pembuatannya. indikator Parabolic SAR diciptakan selaku alat untuk mengetahui kapan suatu tren akan reversal ataupun berbalik. Tapi dalam perkembangannya sekarang ini. indikator Parabolic SAR sudah dipakai dalam banyak sekali hal. yakni:

1. Tren Spotting
Selaku indikator yg bersifat Tren Following. Parabolic SAR Amat baik dipakai untuk mendeteksi bias pada market. Semacam yg sudah disinggung tidak banyak diatas. titik SAR akan muncul pada bagian bawah ataupun atas candle.
Tatkala pasar cenderung bias ke atas (Uptrend). titik SAR akan muncul pada bagian bawah candle. Kemunculan titik ini di mulai tatkala harga sudah sukses membuat titik tertinggi baru dalam satu periode. Telaah gambar di bawah yang akan di sajikan kali ini. Harga sukses menembus titik tertingginya pada candle dengan lingkarang ungu. Pada tatkala penembusan ini. titik SAR baru terbentuk di bawah candle yg menandai bias tren sudah berganti.



Hal ini pula berlaku bagi pasar dengan bias cenderung ke bawah (Downtrend); titik SAR akan muncul pada bagian atas candle. Kemunculan titik ini di mulai tatkala harga sudah sukses membuat titik terendah baru dalam satu periode. Telaah gambar di bawah yang akan di sajikan kali ini. Harga sukses menembus titik terendahnya pada candle dengan lingkaran ungu. Pada tatkala penembusan ini. titik SAR baru terbentuk diatas candle.



Dalam keadaan pasar yg tengah ranging. titik-titik ini akan ikut berfluktuasi serta berpindah-pindah dari satu sisi ke sisi lain-lainnya. Hal ini kadang akan menyulitkan titik SAR untuk dianalisa. Secara umum. indikator yg berbasiskan Tren Following memanglah menjadi tak berdaya disaat pasar dalam kondisi ranging.

2. Selaku Penentu Entry
Selain selaku Tren Spotting. indikator Parabolic SAR pula mampu dipakai selaku acuan untuk menentukan Entry posisi. Entry ini tentunya tidak banyak lebih rumit ketimbang cuma sekedar melihat dimana letak kemunculan titik SAR. mengingat banyaknya false signal yg bisa muncul tatkala market dalam kondisi ranging.
Dalam penjelasan rincinya di buku New Concept In Technical Trading Systems. Wilder meneerangkan pentingnya mengetahui tren besar pasar sebelum melakukan Entry. Tren besar ini bisa dideteksi dengan melihat titik-titik SAR pada time frame yg lebih tinggi. ataupun dengan memakai indikator lain semacam Moving Average.
Andai telah mengetahui tren besarnya. Wilder merekomendasikan cuma membuka posisi sesuai dengan arah tren besarnya. Misalnya andai tren besar dideteksi naik. maka cukup cari kesempatan naik saja. Dalam pembukaan posisi. Wilder pula menegaskan untuk menunggu sampai-sampai kemunculan 3 titik SAR lebih lagi dahulu sebelum masuk ke dalam pasar. Telaah gambar di bawah ini untuk penjelasan lebih baik.




3. Selaku Acuan Exit Serta Trailing Stop
Fungsi lain penggunaan indikator Parabolic SAR ialah selaku titik Exit ataupun Trailing Stop manual bagi posisi yg telah terbuka. Stop Loss tatkala pembukaan posisi dengan indikator Parabolic SAR umumnya diletakkan pada daerah di sekeliling titik SAR pertama yg muncul sesudah posisi terbuka. Kelebihan dari penggunaan metode ini ialah jarak Stop Loss yg akan dipakai cenderung tak terlalu jauh dari posisi Open. menjadikan peluang untuk mengamankan profit dengan segera menjadi lebih baik.



Selain selaku tempat Stop Loss. indikator Parabolic SAR pula mampu memberikan manfaat selaku acuan Trailing Stop. Ada kalanya suatu harga akan bias ke satu sisi secara tak henti-henti dalam waktu yg lama. Andai hal ini berlangsung tentunya. Kamu tak ingin menutup posisi lebih awal dengan profit yg tidak lebih optimal atau dalam kata lain maksimal. Oleh karenanya. kebanykan tren trader Suka memakai Trailing Stop selaku Exit satu posisi dalam pasar.



Indikator Parabolic SAR Amat cocok dipakai untuk hal ini. Dengan Step yg bervariasi. Parabolic SAR bisa atau mampu dengan cepat mendeteksi kapan suatu tren tengah melemah ataupun disaat sedang menguat. Selain itu. menetapkan jarak Trailing Stop dengan indikator Parabolic SAR jadi lebih baik serta terarah ketimbang menetapkannya secara manual. Level-level dari titik SAR pula Suka dipakai oleh para Developer EA yg memasang fitur Trailing Stop untuk robot trading.

Tips Memakai Parabolic SAR Dengan Indikator Lain
Selain dipakai sendirian. Parabolic SAR pula Suka dipakai bersama dengan indikator teknikal lain-lainnya. Beberapa indikator yg di sebutkan disini pula adalah ciptaan dari Wilder. Mari simak banyak sekali paduan beberapa indikator berikut dengan Parabolic SAR.

1. Average Directional Index (ADX) Serta Parabolic SAR
Average Directional Index ataupun lebih dikenal dengan nama ADX adalah satu dari sekian banyaknya indikator yg pula diciptakan oleh J. Welles Wilder. Pada biasanya. ADX berfungsi untuk membaca kekuatan suatu tren dalam pasar. Tren yg tengah menguat digambarkan dengan ADX yg nilainya terus meningkat. sedangkan pasar yg tengah ranging digambarkan dengan ADX yg nilai terus menurun.


(Lihat pula: Mengukur Kekuatan Tren Dengan ADX)

Tips memakai Parabolic SAR serta ADX ialah dengan mempergunakan serta memanfaatkan kelebihan ADX untuk melihat kondisi ataupun kekuatan tren pasar sekarang ini. Lantas. Kamu bisa menggabungkannya dengan Entry pendapat dari titik Parabolic SAR-nya.



Berikut satu dari sekian banyaknya semisal system trading yg memakai ADX serta Parabolic SAR:

Pair: Apa saja.
Time Frame: Berapapun.
Indikator: Parabolic SAR Bawahan Settings (AF: 0.02. Max: 0.2) serta Average Directional Index ( Periode: 50 dengan Line +DI serta -DI)
Entry:

Buy disaat garis +DI berada diatas garis –DI dan titik SAR memberi-kan sinyal Buy. Jangan masuk cuma berhubung satu dari sekian banyaknya dari kedua indikator memberi-kan sinyal Buy.
Sell disaat garis +DI berada di bawah garis –DI dan titik SAR memberi-kan sinyal Sell. Jangan masuk cuma berhubung satu dari sekian banyaknya dari kedua indikator memberi-kan sinyal Sell.

Exit Rules: Garis –DI serta +DI bersilangan melawan arah sinyal.


2. Relative Strength Index (RSI) Serta Parabolic SAR
Relative Strength Index ataupun lebih dikenal dengan RSI mulai diperkenalkan sejak 1978. serta lagi-lagi adalah indikator besutan dari Wilder. Indikator RSI umumnya dipakai untuk mendeteksi tingkat kejenuhan dalam pasar. Umumnya andai nilai RSI berada diatas 70. maka harga sudah dianggap Overbought (jenuh beli). sedangkan tatkala di bawah 30 maka harga sudah dianggap Oversold (jenuh jual).


(Lihat pula: Tips Memakai Indikator RSI)

Dalam penggunaannya dengan Parabolic SAR. bisa diambil masing masing kelebihan dari indikator serta menggabungkannya. Indikator RSI mampu dijadikan acuan awal kapan serta di mana harga akan melakukan pembalikan ataupun reversal.




Pair: Apa saja.
Time Frame: Berapapun.
Indikator: Parabolic SAR Bawahan Setting (AF= 0.02. max = 0.2) serta RSI Bawahan Settting (Periode= 14)
Entry:

Buy: Cuma tatkala RSI berada di bawah level 30 serta titik SAR sudah muncul di bawah harga.
Sell: Cuma tatkala RSI berada diatas level 70 serta titik SAR sudah muncul diatas harga.

Exit Rules: Mampu memakai Exit berbasiskan titik Parabolic SAR semacam yg sudah di jelaskan diatas.

Keterangan Tambahan: Kedua indikator ini Amat jarang memberi-kan sinyal secara bersamaan. Berhubung sifatnya yg Oscillator. RSI akan memberi-kan sinyal lebih lagi dahulu baru diikuti oleh Parabolic SAR.

Penutup
Selaku indikator Tren Following. Parabolic SAR bekerja dengan Amat baik tatkala pasar tengah bias ke arah tertentu. Dalam keadaan pasar dengan tren yg kuat. Parabolic SAR bisa atau mampu memberikan tingkat risiko rendah dan keuntungan tinggi. Parabolic SAR pula bisa atau mampu memberi-kan konfirmasi Reversal yg mampu diandalkan.
Tapi dalam kondisi pasar yg tengah ranging ataupun sideways. Parabolic SAR tergolong lemah serta Suka memberi-kan false signal. Hal ini dia yg membuat tidak sedikit trader pemula galau dengan tips memakai Parabolic SAR. Solusi akhir-nya. lebih baik jangan masuk pasar disaat pasar tengah sideways. Tapi ada juga trader-trader profesional di luar sana yg telah menjumpai 'resep' memakai indikator Parabolic Sar di seluruh kondisi pasar. apakah itu dengan menggabungkannya bersama indikator lain maupun metode analisa pengganti.

Andai Kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai indikator Parabolic SAR. selain dari kolom komentar. Kamu pula mampu bertanya langsung pada ahli kami di forum tanya jawab spesial indikator berikut.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di