CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef97de1e83c7277056bed3b/beberapa-mitos-trading-dengan-time-frame-daily

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily

Sebelum membahas Beberapa Mitos Trading Dengan Time Frame Daily saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Trader pemula lebih tertarik pada time frame rendah contohnya 15 menit ataupun 1 jam dibanding dengan time frame yg lebih tinggi semacam daily. Hal ini wajar serta masuk akal berhubung tujuan utama trading ialah memeroleh profit sebanyak-banyaknya dalam waktu yg sesingkat barangkali. Dengan melihat serta membandingkan pergerakan harga pada beberapa time frame. trader pemula tentu akan lebih tertarik pada keadaan yg di perkirakan akan cepat membawa hasil. yakni time frame rendah ataupun dibawah daily.Tapi disaat hasil tradingnya tak semacam yg di harapkan. mereka-mereka akan berupaya trading dengan time frame yg lebih tinggi. akan tetapi tetap saja akan terpengaruh oleh beberapa mitos bila trading dengan time frame tinggi. lebih-lebih daily. Beberapa mitos itu antara lain:


1. Trading dengan time frame daily terlalu tidak murah.
Tidak sedikit trader yg disaat hendak berpindah ke time frame daily terasa memiliki keterbatasan dalam hal ukuran account tradingnya yg dianggap kecil. menjadikan bila memakai time frame daily maka besar kemungkinan mampu menguras dana dalam account-nya. Ide ini berasal dari fakta bahwasanya range trading pada time frame daily lebih tinggi dari time frame dibawahnya umpamanya time frame 1 jam ataupun 15 menit. menjadikan ukuran pip stop loss pada time frame daily akan lebih besar dari time frame yg lebih rendah.Memanglah benar ukuran pip stop loss Kamu akan lebih besar andai Kamu trading didasari sinyal pada time frame daily. akan tetapi kerugian Kamu tak perlu lebih besar dibanding andai Kamu trading dengan time frame 1 jam ataupun 15 menit. Kamu tetap mampu mengatur besarnya resiko semacam yg Kamu inginkan terlepas dari trading dengan time frame daily ataupun 15 menit. Dalam hal ini Kamu bisa menentukan ukuran lot trading ataupun volume trading didasari ukuran pip dari stop loss Kamu dengan perhitungan position sizing. menjadikan Kamu bisa menentukan besarnya resiko umpamanya USD 50.00 untuk stop loss sebesar 20 pip. ataupun 100 pip. Dengan demikian ukuran account ataupun jenis account trading (regular. mini ataupun micro account) {sama sekali} tak berpengaruh pada time frame trading yg Kamu genakan.

2. Susah memeroleh profit yg cepat dari time frame tinggi.
Kebanykan trader pemula lebih fokus pada time frame rendah dengan asumsi akan lebih gampang memeroleh profit. Hal ini penyebabnya yaitu berhubung pada time frame rendah harga akan lebih cepat berganti menjadikan menghasilkan sinyal trading yg lebih Suka dibanding dengan time frame tinggi. Time frame rendah memanglah memberi-kan tidak sedikit sinyal akan tetapi dengan kualitas yg lebih rendah dibanding sinyal trading pada time frame yg lebih tinggi. Dengan time frame 5. 15 ataupun 30 menit Kamu sebetulnya trading didasari ‘noise’ berhubung banyaknya pergerakan harga yg tak signifikan. ataupun tidak lebih dapat dipercaya (reliable).

Bandingkan sinyal-sinyal yg diperoleh dari chart 15 menit serta chart daily di atas. Beberapa pin bar pada chart 15 menit cuma menghasilkan pergerakan beberapa pip saja dengan tren yg tak terang. malah ada yg gagal direspons. Sebaliknya pada time frame daily pergerakan tren tampak terang dengan sinyal dari pin bar yg mengisyaratkan penerusan arah tren (tren continuation). Sinyal trading pada time frame daily lebih valid berhubung pada setiap bar memuat lebih tidak sedikit data dibanding dengan time frame 15 menit. Dalam hal frekuensi sinyal yg diperoleh time frame daily memanglah jauh lebih tidak banyak. dalam sehari cuma menghasilkan 1 bar sementara time frame 15 menit menghasilkan 96 bar. akan tetapi kualitas bar yg diperoleh time frame daily jauh lebih tinggi.

3. Makin lama menahan posisi akan makin besar resikonya.
Tidak sedikit trader yg meyakini bahwasanya dengan Suka masuk serta keluar pasar akan lebih tidak banyak resikonya serta lebih tidak sedikit profitnya dibanding dengan cuma menahan sebuah posisi trading saja. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwasanya dengan seringnya entry serta exit trader akan terhindar dari mungkin terkenanya stop loss akibat volatilitas harga yg tinggi. Pada tatkala volatilitas mulai naik trader cepat keluar serta kembali masuk pasar disaat pasar agak tenang. Tapi dalam kenyataannya yg berlangsung ialah sebaliknya. Trader akan lebih rawan resiko akibat volatilitas andai Suka entry serta exit pada time frame rendah. Dalam hal ini trader akan berhadapan dengan intra-day volatility (volatilitas intra-day) yg penyebabnya yaitu oleh noise serta susah untuk diinterpretasikan. Chart daily akan menyaring intra-day volatility itu serta memberi-kan data yg lebih reliable.

4. Menahan posisi overnight ialah rawan.
Menahan posisi overnight pengertiannya menahan posisi sampai-sampai hari trading selanjutnya. Mereka-mereka yg biasa trading indeks saham tentu akan riskan andai menahan posisi sampai-sampai hari trading selanjutnya berhubung mungkin adanya lompatan harga (gap) pada pembukaan sesi trading. Andai gap yg berlangsung melawan arah posisi trading maka stop loss akan mampu di kenai. Andai Kamu trading forex dengan time frame daily besar kemungkinannya Kamu akan menahan posisi trading Kamu sampai-sampai hari selanjutnya. ataupun malah beberapa hari setelahnya. Tak semacam pasar saham. pasar forex berjalan 24 jam penuh selama 5 hari dalam seminggu. serta cuma tutup pada akhir pekan. Pada pembukaan awal pekan pula Amat jarang berlangsung gap. kalaupun berlangsung gap tak begitu lebar. Andai Kamu terlalu dini menutup posisi sebelum sinyal trading Kamu mendapatkan respons dari pasar. besar mungkin Kamu tak mencapai target profit ataupun malah kerugian.

Pada semisal di atas pasar berkonsolidasi selama 4 hari sebelum melanjutkan pergerakan bearish. Terlalu dini menutup posisi berhubung khawatir overnight gap akan memicu target profit tak tercapai.

5. Pergerakan harga pada time frame daily susah untuk diprediksi.
Mitos ini berasal dari argumentasi bahwasanya trading dengan analisa teknikal cuma efektif untuk time frame rendah (dibawah daily) sementara time frame daily cuma cocok untuk trading yg didasari analisa fundamental berhubung pengetahuan ihwal fundamental ekonomi lebih cocok untuk jangka yang lama walaupun susah diprediksi.Pada kenyataannya taklah demikian. Analisa teknikal mampu berjalan dengan baik pada time frame daily. baik dengan pengamatan price action ataupun dengan penerapan indikator teknikal. Hal ini penyebabnya yaitu oleh data yg diperoleh pada time frame daily lebih reliable dibanding dengan time frame yg lebih rendah. Pada time frame rendah tidak sedikit terdapat noise yg akan memberi-kan sinyal trading yg salah.

Semisal di atas menunjukan rejection pin bar A ialah sinyal untuk pergerakan bearish sementara pin bar B ialah sinyal untuk pergerakan bullish. Kedua formasi price action yang telah di sebutkan Suka dijumpai pada time frame daily dengan probabilitas yg cukup tinggi.Walaupun mitos time frame daily tak terbukti. bukan mempunyai arti seluruh trader akan cocok serta nyaman trading dengan time frame daily. bergantung dari karakteristik pribadi masing masing trader. Tidak sedikit pula trader yg mampu menghasilkan profit secara konsisten dengan trading pada time frame rendah. Tapi time frame berapapun yg Kamu genakan serta taktik atau strategi apa saja yg Kamu terapkan hendaknya selalu dibarengi dengan pengaturan resiko sesuai dengan yg Kamu sepakati.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di