CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Kenapa Banyak Trader Forex Merugi?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef979c2337f932bd43e3a0f/kenapa-banyak-trader-forex-merugi

Kenapa Banyak Trader Forex Merugi?

Kenapa Banyak Trader Forex Merugi?

Sebelum membahas Kenapa Banyak Trader Forex Merugi? saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Secara logika. andai Kamu trading di pasar forex dengan risk/reward ratio 1:1 serta tanpa taktik atau strategi andalan. maka besar kemungkinan untuk profit ialah 50%. Jadi kebanykan trader yg memakai tatacara yang telah di sebutkan semestinya berakhir dengan balik modal (breakeven) sesudah beberapa kali trade. berhubung trading dengan tatacara tak terencana (random) serta risk/reward ratio 1:1 ini kemungkinannya setara dengan melempar koin. 50:50. Namun mengapa kebanykan trader forex merugi? Adakah faktor lain yg memicu hasil final mampu lebih kecil dari breakeven?



Dari beberapa survey yg pernah di lakukan. alasan utama yg memicu kebanykan trader forex merugi ialah berhubung faktor pengendalian diri yg tidak lebih. cenderung subyektif serta prediksi yg berlebihan. Berikut beberapa kekeliruan yg Suka di lakukan trader forex (lebih-lebih trader pemula) sampai-sampai hasil tradingnya tak semacam yg di harapkan:
1. Trading melawan arah tren.
Walau trader tahu bahwasanya dengan ikuti arah tren mungkin untuk profit akan lebih besar. akan tetapi mereka-mereka cenderung untuk trading melawan tren dengan banyak sekali alasan. lebih-lebih andai telah terlanjur membuka posisi.
2. Tak mau mendapatkan kerugian ataupun kesalahan.
Keseringan untuk melempar kesalahan kepada orang lain ataupun menuduh salah keadaan ialah sifat yg manusiawi. Namun andai hasil trading kita mengecewakan. maka yg mesti disalahkan ialah diri kita sendiri. Andai kita menderita kerugian. bukan broker kita yg salah. ataupun kondisi pasar yg tak benar. akan tetapi berhubung kita salah membuka posisi trading.
Menuduh salah broker ataupun pasar tak akan membantu memperbaiki hasil trading kita. Andai kita entry didasari rekomendasi dari broker ataupun konsultan trading serta diluar dugaan hasil nya loss. itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita atas kepercayaan kita pada rekomendasi mereka-mereka. Andai kita terus menuduh salah pihak lain atas kerugian yg kita alami maka kita tak akan pernah mampu memperbaiki hasil trading kita selanjutnya. berhubung tak melihat kelemahan kita sendiri.
3. Masuk pasar secara tak terencana. tak memiliki metode serta taktik atau strategi trading tertentu.
Andai Kamu masuk pasar dengan metode serta taktik atau strategi yg berubah-rubah mampu di katakan Kamu trading secara tak terencana (random). Ini mampu berlangsung berhubung Kamu memanglah tak memiliki taktik atau strategi tertentu yg sudah teruji ataupun Kamu tak menguasai benar taktik atau strategi trading yg sudah Kamu pilih.
Andai Kamu memakai taktik atau strategi yg selalu berganti pada kondisi pasar forex yg pula selalu berganti. maka besar kemungkinan profitnya ialah fifty-fifty. Sebaliknya. andai Kamu sudah memilih taktik atau strategi tertentu akan tetapi Kamu tidak lebih menguasai ataupun belum benar benar mengujinya. maka pada suatu tatkala Kamu akan ragu. Serta bila Kamu terasa perlu entry berhubung kondisi pasar Amat mendukung. maka Kamu akan condong memakai taktik atau strategi lain.
4. Over trading
Over trading ataupun terlalu Suka masuk pasar mampu berlangsung berhubung:

Pengaruh emosi. Rasa euforia sesudah profit sampai-sampai ingin membuka posisi lagi dengan tatacara yg percis. ataupun rasa ingin balas dendam sesudah mengalami loss. Keduanya cenderung mengabaikan taktik atau strategi trading yg sudah disepakati.
Trading pada time frame rendah (dibawah 1 jam: 30 menit. 15 menit dst.) yg memberi-kan tidak sedikit kesempatan entry tapi dengan probabilitas yg rendah berhubung pada time frame yang telah di sebutkan cenderung untuk berlangsung tidak sedikit noise.
Melakukan analisa pasar yg berlebihan (over-analyzing). Terlalu tidak sedikit berita dari informasi ataupun penggunaan beberapa indikator teknikal secara bersamaan mampu memicu analisa yg berlebihan serta cenderung tergoda untuk membuka posisi trading lebih tidak sedikit. Over-analyzing mampu memicu prediksi yg berlebihan menjadikan kita cenderung untuk over trading.

5. Resiko per trade yg terlalu besar.
Tidak sedikit trader mempertaruhkan terlalu tidak sedikit dana dalam setiap posisi trading. Hal ini di lakukan berhubung trader ingin trading dengan ukuran lot yg besar untuk memeroleh profit yg memadai. Tatacara semacam ini cukup riskan serta bersifat gambling berhubung di luar peraturan money management yg lazim. Umumnya resiko per trade ditetapkan sekitar 2% dari balance pada account trading.

Tulisan atau artikel ini pula sudah diunggah di Instagram serta mampu di lihat disini. Supaya tetap terhubung dengan Update content Seputarforex di Instagram. Follow kami di IG: @Seputarforex.

Quote:

hahaha, kalau sudah begitu yang salah itu marketnya la gan, karena ga ikuti kemauan trader emoticon-Big Grin
kenapa banyak trader merugi kalau menurut pendapat saya adalah karena banyak para trader yang sudah merasa bisa trading
padahal baru merasa bisa saja, ternyata setelah dicoba di akun real malah loss, untuk sampai ke tahap bisa tentunya banyak proses pembelajaran yang harus kita lewati agar bisa menjadi trader yang konsisten profit bersama Broker Instaforex
yang penting bisa lebih di tingkatkan dengan matang untuk hasilnya yang lebih baik dan di tentukan kualitas dari layanan Instaforex yang baik


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di