CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef978fedbf7643fd3678141/4-cara-menentukan-batas-toleransi-risiko-anda

4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda

4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda

Sebelum membahas 4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Bagi trader forex. mengenali risiko ialah percis pentingnya dengan menargetkan profit trading. Trader berhasil Paul Tudor Jones malah mengatakan. Jangan fokus membuat uang. fokuslah menjaga apa yg Kamu punya. Jadi untuk mampu sukses bertahan di pasar forex. manajemen risiko adalah kunci yg wajib di miliki oleh seluruh trader.Tapi permasalahannya. tidak sedikit trader masih galau menentukan berapa batas toleransi risiko yg ideal. Pendapat dari pengamatan penulis dari Babypips. topik ini adalah satu dari sekian banyaknya pokok bahasan paling ternama di forum-forum forex. Beberapa solusi memperlihatkan angka 1% sampai-sampai 2%. namun ada juga yg secara khusus merekomendasikan risiko 5% per trade andai mengadopsi gaya trading proaktif. Saat ini pertanyaan-nya. benarkah menentukan batas risiko mampu semudah itu?Andai Kamu tidak ingin repot serta lebih suka memakai tatacara pintas. maka anjuran yang telah di sebutkan mampu saja diaplikasikan. Namun andaikan ingin profitable dalam jangka yang lama. maka ukurlah batas toleransi risiko sesuai kondisi personal Kamu. Nah. bagaimana tatacara mengukur kesesuaian yang telah di sebutkan? Empat tatacara jitu yang akan di sajikan kali ini akan mengungkap jawaban nya.

1. Kenali Tujuan Trading Kamu
Apakah Kamu udah punya pendapatan tetap di luar trading? Ataukah profit trading menjadi satu-satunya sumber penghasilan Kamu? Andai bertujuan menjadikan trading selaku mata pencaharian utama. maka lebih baik pilih ukuran trading yg kecil saja. Mengapa demikian? Hal ini berhubungan dengan risiko psikologis yg akan membebani trading Kamu.Katakanlah Kamu berniat menggantungkan hidup dari trading. maka akan ada keharusan untuk memenuhi target profit yg jumlahnya mampu dipakai untuk membayar tagihan serta memenuhi kebutuhan hidup lain-lainnya. Trading di bawah tekanan semacam itu terang akan membuat mental Amat rentan terhadap rasa takut (fear) serta serakah (greed). 2 emosi trading paling negatif yg mampu menghancurkan akun Kamu. Oleh karenanya. akan lebih baik andai Kamu membuat kecil risiko per trade dengan mengambil ukuran trading yg minim. Solusi itu mampu meringankan beban trading Kamu. serta mengamankan akun dari kerugian besar.Sementara itu. andai cuma menjadikan trading selaku pekerjaan sampingan. Kamu bisa lebih bebas menentukan batas toleransi risiko. Berhubung pendapatan utama tak bersumber dari keuntungan trading. maka kerugian tidak akan berpengaruh tidak sedikit pada kondisi financial Kamu. Di samping itu. Kamu pula mampu belajar mengatur manajemen risiko serta menaikan skill trading dengan lebih leluasa. mengingat tidak ada tuntutan kewajiban memenuhi target trading tertentu.
2. Ukur Dari Besar Modal
Berapa tidak sedikit investasi awal Kamu? Ini dia pertanyaan kedua yg butuh Kamu jawab untuk menentukan batas toleransi risiko. Andai mengawali trading dengan dana besar. maka tidak masalah untuk mengambil lot-lot berukuran besar. Tapi andai deposit awal Kamu relatif kecil. lebih baik jangan genakan lot standard serta mini. Sebabnya tidak lain ialah untuk menjaga akun dari risiko perubahan volatilitas harga. Andaikan Kamu tidak lebih mampu menyesuaikan besar modal dengan lot trading. maka peningkatan volatilitas sekecil apa saja akan berpotensi mendatangkan risiko margin call.
3. Sesuaikan Dengan Pengalaman
Andaikan telah malang melintang di dunia forex. maka Kamu akan punya kepercayaan diri lebih terhadap insting serta keputusan-keputusan trading. Dalam hal ini. trading dengan memasang risiko besar tidak akan menjadi masalah. Bahkan dengan menaikan ukuran trading. Kamu bisa di katakan sudah siap naik kelas dari sekedar trader pendatang baru. menjadi trader berpengalaman.Tapi sebaliknya. jangan coba-coba trading dengan batas toleransi risiko yg besar andai Kamu masih tidak lebih pengalaman. Selaku catatan. lama pengalaman trading yg ideal tak ditentukan dari periode tertentu. namun kemampuan Kamu untuk melepaskan diri dari pengaruh emosi. Jadi. walau sudah lama berkecimpung selaku trader sekali-pun. Kamu tidak lebih disarankan untuk membuat besar ukuran trading andai masih Suka membuat keputusan didasari emosi.
4. Kondisikan Risiko Trading Sesuai Kenyamanan
Tahukah Kamu? ukuran risiko tak bersifat statis berhubung nantinya mampu disesuaikan dengan kenyamanan trading Kamu. Misalnya. Kamu bisa terapkan batas risiko per trade di 1% selaku awalan. Andai dalam beberapa waktu sesudah trading Kamu terasa terbebani dengan ukuran yang telah di sebutkan. maka sah-sah saja untuk membuat kecil ukuran risiko itu.
Di sisi lain. Kamu pula mampu membuat besar ukuran trading andai prospek profit dirasa tidak lebih 'menyulut motivasi'. Cuma saja. pastikan andai keputusan yang telah di sebutkan sudah dipertimbangkan baik-baik dengan memperhitungkan ketiga aspek sebelumnya. Berhubung andai tak. itu pengertiannya Kamu cuma akan membuat besar ukuran trading tanpa basis yg terang. ataupun cuma mengejar profit berhubung faktor greed saja.
Akhir Kata
Apa saja yg di katakan para trader di luar sana. tidak ada formula pasti dalam menentukan batas risiko paling ideal bagi masing masing trader. Ukuran risiko 5% dari modal barangkali mampu ditolerir bagi trader profesional. namun mampu jadi terlalu besar untuk trader pemula. Jadi ada baiknya. ukurlah sendiri batas toleransi risiko didasari kondisi personal Kamu. Dengan tatacara itulah. Kamu bisa mengoptimalkan hasil trading untuk memeroleh konsistensi profit yg dimau-kan.
Andai Kamu masih mempunyai pertanyaan yg lebih mendalam perihal pengaturan batas resiko serta money management selain dengan fitur komentar. Kamu pula mampu langsung berkonsultasi dengan ahlinya di forum tanya jawab berikut.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di