CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Bermodal Hanya USD100. Berapa Ketahanan Trading Anda?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef9774c9a972e34090f0481/bermodal-hanya-usd100-berapa-ketahanan-trading-anda

Bermodal Hanya USD100. Berapa Ketahanan Trading Anda?

Bermodal Hanya USD100. Berapa Ketahanan Trading Anda?


Sebelum membahas Bermodal Hanya USD100. Berapa Ketahanan Trading Anda? saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Besar kecilnya modal memberi-kan pengaruh terhadap hasil trading. Apakah makin besar modal. kesempatan profit yg di dapat pula telah pasti makin besar? Tapi sebelum berpikir lebih jauh mengenai profit. sebaiknya perkirakan dahulu berapa besar risikonya. Dalam tulisan atau artikel ini. akan di jelaskan skenario trading dengan modal kecil seukuran USD100. untuk mengetahui seberapa besar ketahanan dana yg di miliki.
Pertama-tama. ketahui dahulu berapa peraturan Margin Call serta Stop Out yg diaplikasikan broker. Hal ini tentunya untuk mengetahui batasan yg ditetapkan broker. Dalam skenario ini. broker forex Kamu memakai Margin Call 100% serta Stop Out 20%.
(Lihat pula: Apa Beda Margin Call Broker Serta Stop Out?)

Kamu bisa memakai semua modal USD100 selaku deposit. menjadikan balance akun Kamu ialah USD100. Pada kondisi ini. maka status akun Kamu ialah selaku berikut:


Menghitung Margin Yg Dibutuhkan
Penting bagi Kamu untuk mengetahui margin sebelum bertransaksi. Hal yang telah di sebutkan membantu Kamu menentukan taktik atau strategi trading yg akan dipakai kelak. Margin adalah jaminan yg butuh Kamu bayarkan setiap kali transaksi. Supaya tak galau. Kamu bisa langsung memperhatikan semisal ini.
Kamu ingin menjual pair EUR/USD di harga 1.20000 serta membuka posisi 5 mikro lot (1.000 x 5). Margin Requirement yg dipakai ialah 1%. Sesudah itu. berapa margin yg Kamu butuhkan untuk membuka posisi trading ini?
Sebelum menghitung margin. Kamu butuh melakukan konversi USD ke EUR. Andai EUR1 = USD1.2. serta EUR1.000 X 5 mikro lot = EUR 5.000. maka EUR5.000 = USD6.000
Selanjutnya. Kamu bisa menghitung margin minimal dengan rumus:

Margin = Nilai Trading x Margin Requirement

Dengan asumsi akun trading memakai mata uang USD serta Margin Requirement 1%. maka perhitungan margin minimumnya ialah USD6.000 X 1% = USD60.

Mengkalkulasi Used Margin
Selama kita open cuma satu posisi. maka Used Margin setara dengan nilai margin minimal itu sendiri. yakni USD60.

Menghitung Equity
Asumsikan bahwasanya tak tidak sedikit berlangsung perubahan dalam pergerakanEUR/USD. serta posisi Kamu sekarang ini ialah breakeven. Itu mempunyai arti. floating profit/loss = USD0.
Dengan begitu. perhitungan Equity ialah:

Equity
= Balance + Floating P/L
= USD100 + USD0
= USD100


Berapa Free Marginnya?
Sesudah mengetahui equity. maka Kamu bisa menghitung free margin yg dikalkulasikan dengan mengurangkan Equity serta Used Margin. Dalam skenario ini. maka Free Margin = USD100 - USD 60 = USD40.

Menghitung Margin Level
Nilai margin level bisa di ketahui dengan rumus selaku berikut:

Margin Level = (Equity/Used Margin) x 100%

Itu pengertiannya. (USD100/USD60) x 100% = 167%.

Skenario Loss (Margin Call)
Disaat EUR/USD meningkat 80 pip menjadi 1.2080. Used Margin akan berganti juga. Jadi. margin yg dibutuhkan untuk membuka posisi pula akan berubah.

EUR1 = USD1.2080
EUR1.000 X 5 mikro lot = EUR5.000
EUR5.000 = USD6.040

Jadi. nilai akun Kamu ialah USD6.040. Dari nilai sebelumnya yg USD6.000. ada penambahan USD40. Saat ini. kita menghitung margin yg dibutuhkan.

Margin
= Nilai Trading x Margin Requirement
= USD6.040 x 1%
= USD60.40

Didasari perhitungan diatas. maka bisa di ketahui margin yg dibutuhkan pula berganti sejalan dengan perubahan pada nilai trading Kamu.

Nilai Floating Profit/Loss (P/L)
Tatkala Kamu trading mikro lot. maka 1 pip setara dengan USD0.10 per mikro lot. Kamu membuka posisi 5 mikro lot. Hal itu mempunyai arti setiap ada perubahan (naik ataupun turun) sebanyk 1 pip. maka nilai profit ataupun loss-nya ialah sebesar USD0.50.
Berhubung dalam skenario trading dengan modal kecil ini. Kamu menjual EUR/USD. maka mempunyai arti Kamu mengalami Floating Loss sebanyk USD40. Perhitungannya ialah:

Floating P/L
= (Current Price – Entry Price) x 10.000 x USD0.50/pip
= (1.2080 – 1.2000) x 10.000 x USD0.50/pip
= USD40


Maka. Equity serta Free Margin Kamu ialah:

Equity
= Balance + Floating P/L
= USD100 + (-USD40)
= USD60

Free Margin
= Equity – Used Margin
= USD60 – USD60.40
= -USD0.40


Berhubung berharga minus. Free Margin Kamu percis saja dengan USD0. Selanjutnya. Margin Level Kamu menurun ke 99%. dari perhitungan di bawah ini:

Margin Level
= (Equity / Used Margin) x 100%
= (USD60 / USD60.40) X 100%
= 99%

Kamu akan di kenai Margin Call tatkala Margin Level Kamu mencapai 100%. Ini peringatan bagi Kamu. Posisi Kamu akan tetap terbuka. namun Kamu tak mampu open posisi baru kecuali Margin Level meningkat diatas 100%. Selanjutnya. Kamu bisa melihat kondisi trading dalam account metrics yang akan di sajikan kali ini.

Skenario Loss Lebih Lanjut (Stop Out)
Bagaimana andai tidak lama lantas. EUR/USD meningkat lagi sebanyk 96 pips di harga 1.2176? Dengan adanya perubahan harga ini. Kamu perlu menghitung lagi nilai Used Margin selaku berikut:

EUR1 = USD1.21760
EUR1.000 x 5 mikro lot = EUR5.000
EUR5.000 = USD6.088

Sesudah itu. Kamu bisa menghitung margin yg dibutuhkan.

Margin
= nilai trading x margin requirement
= USD6.080 X 1%
= USD60.88

Setara dengan skenario sebelumnya. andai nilai trading mengalami perubahan. maka margin pula ikut berganti. EUR/USD naik dari 1.2000 menjadi 1.2176. maka ada perbedaan 176 pip.
Berhubung Kamu trading 5 mikro lot. maka perubahan setiap 1 pip dinilai USD0.50. Jadi. Kamu sekarang ini mengalami floating loss sebanyk USD88.

Floating P/L
= (1.21760 – 1.20000) x 10.000 x USD0.50/pip
= -USD88


Maka. Equity serta Free Margin Kamu ialah:

Equity
= Balance + Floating P/L
= USD100 + (-USD88)
= USD12



Free Margin
= Equity – Used Margin
= USD12 – USD60.88
= -USD48.88


Selanjutnya. Margin Level Kamu menurun ke 20%.

Margin Level
= (Equity / Used Margin) x 100%
= (USD12 / USD60.88) X 100%
= 20%

Di tahap ini. level Margin Kamu mencapai Stop Out. Supaya lebih detail. Kamu bisa memperhatikan account metrics yg menjalankan Exposure akun selaku berikut:

Disaat peringatan Stop Out muncul. maka semua posisi trading Kamu akan otomatis ditutup. Saat ini. tak ada posisi yg terbuka pada akun Kamu. Akun mampu di katakan flat berhubung Free Margin. Equity. serta Balance mempunyai nilai yg percis. Tak ada Margin Level ataupun Floating P/L berhubung tak ada posisi yg terbuka.

Sebelum trading. Kamu mempunyai modal USD100. Tapi sesudah trading. uang Kamu tersisa USD12. Itu mempunyai arti. Kamu kehilangan 88% dari modal. Penjelasan serta contoh-contoh diatas mengilustrasikan bahwasanya dengan skenario Stop Out 20%. modal USD100 mempunyai ketahanan sebesar 176 pips andaikan Kamu buka posisi dengan 5 mikro lot.
Perubahan 176 pips semacam pada skenario diatas itu salah satunya perubahan kecil. Karena. EUR/USD mampu mempunyai pergerakan yg lebih besar dalam sehari saja. Sebaiknya Kamu mengkaji faktor-faktor apa yg memicu fluktuasi harga.

Kondisikan Lot Sebijak Barangkali
Didasari skenario trading dengan modal kecil ini. maka bisa disimpulkan bahwasanya balance yg kecil untuk membuka posisi mempunyai risiko tinggi serta berpeluang besar rugi. Besarnya modal mampu memberi pengaruh ketahanan dana. namun belum tentu menentukan tingkat profitabilitas Kamu. Hal yang telah di sebutkan sudah dibuktikan dalam tips trading dengan modal USD50 di tulisan atau artikel ini.
Analisis yang telah di sebutkan memperlihatkan bahwasanya trading dengan modal kecil mampu menghasilkan keuntungan selama Kamu meminimalisir Exposure akun terhadap risiko. Dengan cara? Tentunya dengan menyesuaikan ukuran lot. Ketimbang langsung membuka 5 lot mikro sekalian. kenapa tak berupaya dengan 1 lot mikro dahulu? Setidaknya. ketahanan dana Kamu akan lebih besar dari 176 pips. Serta andai harga berbalik turun sesudah menyentuh level 1.2176. Kamu tidak akan didera rasa penyesalan yg mendalam.

Selain memahami pentingnya perhitungan risiko trading. jangan tidak ingat pula untuk mengkaji indikator trading untuk menghindari skenario kerugian diatas. Jenis-jenis indikator yg Suka dipakai trader bisa Kamu lihat pada analisis ini.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di