CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Indikator Leading Dan Lagging
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef96e2ab84088505277128f/indikator-leading-dan-lagging

Indikator Leading Dan Lagging

Indikator Leading Dan Lagging

Sebelum membahas Indikator Leading Dan Lagging saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Pernahkah Kamu memakai indikator yg bersifat leading ataupun lagging? Andai ya. Kamu pasti setidaknya mengerti semacam apa dua sifat dasar yg di miliki indikator ini. Secara umum. indikator leading serta lagging ada dalam setiap indikator. Keduanya berfungsi menginformasikan kondisi pasar pada trader. Tapi secara spesifik. apa yg membedakan keduanya? Mari mengikuti ulasannya.

Indikator Leading
Lead dalam bahasa Indonesia pengertiannya memimpin; demikian halnya dengan indikator ini. Indikator leading ialah indikator yg cenderung mendahului ataupun memimpin pergerakan harga. menjadikan dalam penerapannya di harapkan bisa memimpin trader sebelum mengambil keputusan.

Keunggulan indikator leading ini ialah bisa mengkonfirmasi pergerakan harga cuma dari 1 candle saja. menjadikan akan Amat membantu dalam pengambilan keputusan entry dengan cepat. Tapi sebetulnya. trading memakai indikator leading ini terkesan risky but tricky. Benar memanglah andai indikator leading bisa memberikan sinyal entry lebih cepat. akan tetapi pula besar mungkin sinyal yg di tunjuknya ialah false signal. Dalam kondisi semacam ini. keterampilan serta jam terbang masing masing trader menjadi satu dari sekian banyaknya kunci penting menghindari kesalahan sinyal. Selain itu. banyak sekali cara mengindari false signal pula mampu dijadikan rujukan tambahan.
Dalam aplikasinya di chart. indikator-indikator dengan sifat leading ini biasanya salah satunya dalam golongan Oscillator. yaitu jenis indikator teknikal yg mampu menunjukan kondisi Overbought serta Oversold. Andaikan Kamu ingin trading dengan mempergunakan serta memanfaatkan sinyal dari indikator leading. maka beberapa opsi Oscillator yang akan di sajikan kali ini mampu Kamu tambahkan dalam chart:

1. Stochastic
Stochastic pertamakali diciptakan oleh George C. Lane pada akhir tahun 1950-an. Selaku indikator Oscillator yg bermanfaat untuk mengukur momentum. Stochastic akan menunjukan saat-saat di mana pergerakan harga telah mencapai level Overbought (jenuh beli) serta Oversold (jenuh jual). Indikator ini malah sudah dipakai selama lebih dari 50 tahun. menjadikan akurasinya tidak butuh diragukan lagi.

Stochastic terdiri atas dua garis. yakni garis %D serta %K. Kedua garis ini nantinya berguna untuk mengidentifikasi perilaku tren yg tengah berlangsung. didasari kesenjangan ataupun selisih antara garis %D serta %K (Divergensi). Andaikan jarak antara garis %D dengan %K melebar. maka ada keseringan tren tengah menguat. Sementara bila %D serta %K menyempit. maka tren cenderung melemah. Pelemahan tren ini mampu menjadi titik awal pembalikan arah tren. ataupun di sebut Reversal.
Sebagaimana yg di sebut diatas. indikator Stochastic pula tidak sedikit dipakai untuk menunjukan kondisi Overbought serta Oversold. Overbought berlangsung andaikan garis-garis Stochastic menembus level 80. menjadikan entry yg bisa diambil ialah entry SELL. Sementara kondisi harga bisa dinyatakan selaku Oversold andaikan kedua garis Stochastic berada di bawah level 20. Pada kondisi ini. Kamu bisa mengambil keuntungan optimal atau dalam kata lain maksimal dengan melakukan entry BUY.

2. Relative Strength Index (RSI)
Relative Strength Index (RSI) pertamakali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya yg berjudul New Concepts in Technical Trading Systems. Indikator RSI lantas dikenal selaku sebuah indikator Oscillator yg ternama serta dianggap cukup handal. Pun. indikator ini pula tidak sedikit dipakai hampir di seluruh jenis pasar. tidak terkecuali pasar forex.

Selaku indikator Oscillator. RSI berguna selaku penunjuk kondisi harga Overbought serta Oversold. percis semacam Stochastic. Bedanya. indikator ini cuma terdiri atas satu garis RSI. Di samping itu. level-level Overbought serta Oversold pula mampu disesuaikan sesuai dengan kebutuhan trader. Andai Stochastic biasa memakai level 20-80. RSI mampu di-set memakai level 30-70 ataupun 20-80. Dalam penggunaan RSI. masuknya garis ke area Oversold mengisyaratkan melemahnya kekuatan Downtrend. Sedangkan andaikan garis RSI menembus batas Overbought. maka mampu menjadi sinyal melemahnya kekuatan Uptrend.
Bagaimana RSI bisa menunjukan entry posisi? Andai Kamu ingin entry posisi SELL. maka posisi garis indikator RSI perlu berada pada level Overbought dahulu. lantas tunggu hingga garis yang telah di sebutkan turun lagi ke bawah level Overbought. Sebaliknya. andaikan ingin entry posisi BUY. maka pastikan bahwasanya garis indikator RSI melewati level Oversold dahulu. lantas tunggu hingga garis naik lagi diatas area Oversold.

Indikator Lagging
Berkebalikan dengan indikator leading. indikator lagging cenderung lamban dalam memberi-kan sinyal entry. menjadikan trader boleh jadi kehilangan peluang untuk memanen profit optimal atau dalam kata lain maksimal. Umumnya. indikator lagging tidak sedikit didapati pada indikator pengukur arah tren. menjadikan indikator ini pula dikenal selaku Tren Following Indicator.

Walaupun demikian. bukan mempunyai arti andai Kamu tidak mampu mempergunakan serta memanfaatkan indikator lagging ini. Nyatanya. indikator lagging akan Amat membantu trader tatkala kondisi harga tengah trending. Di sebut selaku indikator Tren Following. maka Kamu akan diberitahu momen yg tepat untuk entry posisi tatkala tren tengah menguat. Hal ini tidak kemudian menjadi peristiwa baru. bila diluar dugaan cukup banyak trader menjadi Tren Follower. Andai Kamu bisa me-manage emosi dengan baik. maka taktik atau strategi Tren Following ini mampu menjanjikan keuntungan optimal atau dalam kata lain maksimal dalam jangka yang lama.
Nah. beberapa indikator lagging penunjuk arah tren ini akan diulas yang akan di sajikan kali ini:

1. Moving Average (MA)
Moving Average mampu di katakan selaku indikator yg simpel serta gampang dipakai. menjadikan tidak heran andai indikator ini tidak sedikit digunakan oleh trader pemula. Di balik penampilannya yg simpel itu. Moving Average menyimpan tidak sedikit berita yg mampu diambil.
Selaku indikator penunjuk arah tren. MA bisa mengindikasikan kondisi Uptrend ataupun Downtrend didasari posisi candle terhadap garis MA-nya. Andaikan candle berada diatas garis MA. maka kondisi yang telah di sebutkan cenderung mengisyaratkan Uptrend. Begitu juga andai candle berada di bawah garis MA. maka bisa di katakan bahwasanya Downtrend tengah berjalan.
Selain itu. MA pula mampu dipakai untuk menjumpai kesempatan Buy-Sell dari crossing antara dua garis MA. MA yg dipakai pun perlu dengan periode yg berbeda. umpamanya MA berperiode 5 (MA-5) serta MA berperiode 20 (MA-20). Semisal entry posisi didasari crossing antara dua EMA berperiode 5 serta 20 bisa di lihat pada chart berikut:

Didasari chart yang telah di sebutkan. maka kesempatan entry BUY serta SELL bisa diambil andaikan:

Buy: Garis MA periode rendah memotong MA periode tinggi dari bawah ke atas.
Sell: Garis MA peiode rendah melintasi MA periode tinggi dari atas ke bawah.


2. Bollinger Bands (BB)
Sejak pertamakali diperkenalkan oleh John A. Bollinger pada tahun 1980. indikator Bollinger Bands kini menjadi satu dari sekian banyaknya indikator yg ternama dipakai dalam trading. utamanya untuk dipakai tatkala kondisi trending. Tren naik yg kuat (Uptrend) mampu di ketahui andaikan harga sudah menembus Upper Band serta ditutup di luar pita Bollinger. Sebaliknya. suatu tren bisa di katakan menurun (Downtrend) andaikan harga menembus Lower Band serta ditutup juga di luar pita Bollinger. Secara lebih terperinci. berikut ialah semisal penggunaan indikator BB tatkala trending:

Dari chart diatas. maka bisa di katakan bahwasanya posisi BUY bisa diambil tatkala harga menembus Upper Band serta ditutup di luar Upper Band. Pada hari selanjutnya. harga diluar dugaan masih berada di luar Upper Band. dengan jarak antara kedua pita Bollinger melebar. Didasari kondisi ini. maka entry BUY ialah pilihan yg tepat.

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) Amat ternama serta tidak sedikit dipakai oleh para trader di pasar forex. Indikator teknikal ini di buat oleh Gerald Appeal pada tahun 1979 serta dalam waktu singkat mendapatkan sambutan dari banyak sekali kalangan. berhubung dinilai simpel serta fleksibel.
Terdiri atas dua garis EMA berperiode 12 serta 26 (selanjutnya di sebut EMA-12 serta EMA-26). indikator MACD dimanfaatkan untuk mengkonfirmasi arah tren sekalian sinyal entry. Arah tren bisa di ketahui dari posisi bar MACD (OsMA). sementara sinyal entry mampu diambil dari crossing antara kedua garis EMA.

Secara lebih terperinci. yang akan di sajikan kali ini kondisi yg digambarkan oleh indikator MACD sekalian indikasinya dalam trading:

EMA-12 diatas EMA-26. area bar MACD positif > Uptrend.
EMA-12 di bawah EMA-26. area bar MACD negatif > Downtrend.
BUY bisa diambil andai bar MACD berada di area positif. serta EMA-12 crossing EMA-26 dari bawah ke atas.
SELL di lakukan bila bar MACD berada di area negatif. serta EMA-12 crossing EMA-26 dari atas ke bawah.


Manakah Yg Lebih Penting Antara Indikator Leading Serta Lagging?
Indikator lagging memanglah penting berhubung memberi-kan berita sejauh mana harga telah berjalan. berapa lama periode yg sudah di tempuh. dan level-level apa saja yg telah dicapai. Tapi. penggunaan indikator leading pula dibutuhkan. supaya Kamu mengetahui titik entry yg tepat dengan peluang meraup profit optimal atau dalam kata lain maksimal. Ada baiknya andai penggunaan kedua indikator trading yang telah di sebutkan mampu seimbang serta disesuaikan dengan kondisi pasar.

Andai pasar tengah trending. maka indikator lagging lebih cocok Kamu genakan. Hal ini berhubung indikator lagging utamanya terdiri atas indikator penunjuk arah tren. semacam Moving Average. Bollinger Bands. ataupun MACD. Sementara indikator dengan sifat leading. ada baiknya dipakai andai pasar tengah sideways. berhubung bisa mengindikasikan kondisi Oversold ataupun Overbought. semacam indikator RSI serta Stochastic.

Dalam penerapannya. indikator leading serta lagging ada baiknya tak berdiri sendiri. Pengertiannya. Kamu butuh menggabungkan beberapa indikator diatas. supaya hasil analisa mampu terkonfirmasi secara akurat. Satu dari sekian banyaknya semisal indikator leading serta lagging yg mampu digabung ialah RSI dengan MACD. Adakah gabungan indikator lain dan apa indikasinya dalam trading? Analisis mengenai gabungan beberapa indikator ini bisa Kamu baca di halaman rubrik indikator lain-lainnya. dengan judul Penggabungan Beberapa Indikator.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di