CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Pilihan Indikator Forex Untuk Scalping Terpopuler
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef96a50f4d69536356e4134/pilihan-indikator-forex-untuk-scalping-terpopuler

Pilihan Indikator Forex Untuk Scalping Terpopuler

Pilihan Indikator Forex Untuk Scalping Terpopuler

Sebelum membahas Pilihan Indikator Forex Untuk Scalping Terpopuler saya mau kasih rekomendasi broker forex terbaik di Asia. simak disini.

Para trader pemakai teknik scalping selalu berusaha memperoleh profit dari pergerakan harga kecil-kecilan di pasar yg selalu berlangsung sepanjang hari. Metode trading serta indikator forex untuk scalping pun khas. Analisa fundamental bermacam-macam serta informasi ini itu jarang berpengaruh bagi scalper. Karenanya. scalper berpengalaman umumnya telah mempunyai sistem-nya sendiri yg ampuh serta mampu diandalkan. terdiri dari indikator-indikator teknikal dengan setting bawahan ataupun sudah dikustomisasi.
Nah. yang akan di sajikan kali ini beberapa indikator forex untuk scalping yg tidak sedikit dipakai. serta mampu dinilai selaku beberapa alat paling baik guna menyusun system trading Kamu.

1. Moving Average
Selaku satu dari sekian banyaknya indikator paling simpel serta tersedia di seluruh platform trading. Moving Average adalah indi favorit bagi tidak sedikit scalper. Penempatan serta penggunaannya pun Amat gampang bagi para pemula. Trader cukup menentukan timeframe untuk bertrading. menaruh kombinasi beberapa garis Moving Averages. menguji kehandalannya. lantas dioperasikan.
Master Trader Alan Farley dalam sebuah kolom di Investopedia merekomendasikan kombinasi SMA 5-8-13 pada chart 2 menit untuk mengidentifikasi tren yg cukup kuat untuk buy ataupun sell. sekalian meninjau kapan tren kira-kira akan berbalik arah.

Pasang Moving Averages pada chart. Kamu akan melihat garis-garis SMA naik-turun. Tatkala tren masih kuat. ia akan menempel pada SMA 5 ataupun SMA 8. sedangkan andai mendekati SMA 13 maka pengertiannya momentum telah memudar serta reversal akan berlangsung (saatnya close position). Selanjutnya. tunggu sampai-sampai garis-garis itu menyatu kembali sebelum buka posisi lagi. Pakai satu dari sekian banyaknya rumus klasik Moving Averages: Andai MA yg lebih rendah melintas MA tinggi ke arah atas. open buy; sedangkan andai MA yg lebih rendah melintas MA tinggi ke arah bawah. maka open sell.
Tidak sedikit lagi kombinasi Moving Averages lain-lainnya. Ada yg mengawinkan SMA-60 dengan Parabolic SAR setting bawahan. ataupun trio EMA-12. EMA-26. serta SMA-55. Dan juga lain-lainya. Kekurangan dari penggunaan MA ialah mungkin fake signal yg cukup tinggi. menjadikan sebaiknya untuk selalu siap ancang-ancang exit andai diluar dugaan harga bergerak ke arah yg salah. ataupun melengkapinya dengan indikator lain selaku konfirmator.

2. Bollinger Bands
Bollinger Bands di timeframe rendah pula ternama selaku indikator forex untuk scalping. Cukup terapkan Bollinger Bands dengan period 12 serta Deviation 2 (bawahan) pada timeframe 5 menit. lantas jalankan. Andai harga menyentuh lower band. maka buy; lantas andai harga mencapai upper band. maka sell. Pasang celah stop loss serta TP yg tipis-tipis saja. antara SL:TP = 10:5 pip.

Tapi. tidak ada system tanpa kelemahan. salah satunya indikator Bollinger Bands. Indikator forex yg satu ini cuma akan efektif di pasar ranging/sideways. serta mampu membawa petaka andai digunakan disaat harga trending. Permasalahannya. Bollinger Bands acap kali gagal mendeteksi penembusan satu dari sekian banyaknya band. padahal itu mampu dengan gampang membuat posisi kita kena SL berhubung level SL yg rendah.

3. Stochastic
Penggunaan Stochastic selaku indikator forex untuks scalping agak tidak sama dengan Moving Averages ataupun Bollinger Bands. Kebanykan trader memakai Stochastic bukan sendirian (indikator tunggal). melainkan selaku pelengkap dalam satu system. Jadi. Kamu bisa jadi Suka melihat rekomendasi system dimana Stochastic dikombinasikan dengan Moving Averages. ataupun Bollinger Bands. serta lain-lain.

Satu dari sekian banyaknya tip scalping sambil ikuti tren dari DailyFX ialah dengan mengkombinasikan Stochastic dengan SMA-200. SMA-200 Suka dianggap selaku garis demarkasi yg memberikan batas antara pasar bullish (harga berada diatas garis) serta pasar bearish (harga berada di bawah garis). Jadi. pasang SMA-200 pada timeframe 5 menit. lantas terapkan pula Slow Stochastic (5.3.3). Semisal pasar tengah bullish. maka incar sinyal buy dari crossover Stochastic untuk buka posisi. Sebaliknya. andai pasar bearish. maka incar sinyal sell. Tentunya. Kamu butuh pilih-pilih pair mata uang mana yg nampak bergerak cukup aktif serta menggiurkan untuk di-scalping dengan tips ini.

Kesimpulan
Cukup banyak lagi lain-lainnya yg mampu digunakan menjadi indikator forex untuk scalping. semacam indikator CCI. Malah ada Scalper yg berani trading naked. atau juga trading tanpa indikator. cuma dengan mengamati price action serta pola-pola candlestick. Persamaan di antara semuanya cuma satu: diaplikasikan pada timeframe rendah. antara 1M. 5M. serta optimal atau dalam kata lain maksimal 15M.
Apa saja indikator yg dipakai dalam system. poin penting untuk dicermati ialah trader butuh menguji lebih lagi dahulu sebelum dipakai bertrading riil. Cukup banyak sekali system scalping di luar sana. satu dari sekian banyaknya alasannya ialah berhubung tidak setiap system cocok bagi seluruh orang. Modal. money management. serta kebiasaan trading setiap orang pula mampu memberi pengaruh sukses-tidaknya scalping.

Quote:



GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di