CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Kecil Kemungkinan China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Rusia-AS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef9609cfacb9541216a6601/kecil-kemungkinan-china-gabung-perjanjian-kontrol-senjata-rusia-as

Kecil Kemungkinan China Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Rusia-AS

China tampaknya tidak mungkin bergabung dengan apa yang diharapkan Amerika Serikat akan menjadi kesepakatan trilateral tentang pengurangan senjata nuklir dalam waktu dekat. Hal ini, menurut sejumlah pakar, karena kurangnya kejelasan dari Washington.

"Prospek untuk kemajuan jangka pendek melibatkan China dalam proses 'trilateral' sangat rendah dan mengingat bahwa administrasi Trump belum menjelaskan bagaimana ia mengusulkan agar China dapat berkontribusi dalam proses," ucap Daryl Kimball, kepala Asosiasi Pengendalian Senjata.

(Baca: Tiga Pesawat AS Buru Kapal Selam China di Laut China Selatan )

Baca Juga:

Rusia: Laporan New York Times Timbulkan Ancaman Langsung pada Diplomat Kami
Pompeo: Penyelesaian Isu Laut China Selatan Harus Sesuai Hukum Internasional



Menurutnya, AS benar-benar mencari dialog dengan China. Tetapi, di saat yang sama, AS juga secara sinis berusaha menggambarkan China sebagai penghambat pengurangan senjata nuklir. Sedangkan pada kenyataannya, AS dan Rusia yang memiliki 90 persen senjata nuklir dunia.

Menurut data Asosiasi Kontrol Senjata yang berbasis di AS, pada tahun 2019 Rusia dan AS masing-masing diperkirakan memiliki sedikit lebih dari 6.000 hulu ledak, sementara China memiliki 290, Prancis 300, dan Inggris 200.

"Pada akhirnya, China dan kekuatan nuklir lainnya perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pelucutan nuklir. Tetapi, saat ini taruhan terbaik AS dan Rusia adalah memperpanjang pakta tanpa syarat selama lima tahun lagi untuk membeli waktu untuk pembicaraan mengenai kesepakatan penerus," ucapnya.

Menurut Kimball, ini akan meningkatkan prospek bahwa China mungkin berkontribusi pada proses pelucutan senjata di masa depan.

(Baca: Jepang Singkirkan Sistem Rudal Aegis Ashore AS Senilai Rp59,8 Triliun )

"Tanpa "New START", dua negara dengan persenjataan nuklir terbesar tidak akan dibatasi untuk pertama kalinya dalam hampir lima dasawarsa dan risiko perlombaan senjata nuklir habis-habisan yang berbahaya akan tumbuh," ujarnya.

China sendiri telah menolak untuk duduk bersama AS dan Rusia di Wina pada pertengahan Juni lalu untuk membahas masa depan "New START, yang merupakan pakta kontrol senjata besar terakhir, yang akan berakhir Februari tahun depan. Beijing berpendapat, mereka hanya memiliki sangat sedikit persenjataan nuklir dibandingkan Rusia dan AS.


https://international.sindonews.com/...-as-1593353182
Iyalah, kayak dua bocah ngajakin bapak2 bikin perjanjian.. diketawain doang, untungnya kita bersahabat sama china, jadi tidak ada yg perlu dikhawatirkan.. emoticon-Cool
ya iyalah, kecuali china perbanyak stok hulu ledak nuklir sampe 7000 biji, baru bisa berunding, kalo cuman 390, apa yg mau dirundingin emoticon-Big Grin
Jangan mau gabung, inggris dan prancis aja kaga diwajibkan padahal ratusan juga senjata.
Akal2an AS dia kaga produksi tapi sekutunya jalan buat.

Mamarika posisi terjepit sekarang, dia ada pejanjian nuklir maksimal <500km dengan Russia

Sedangkan Russia sekarang lagi dekat ama China

Makanya Mamarika mewek, minta China ikutan teken perjanjian


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di