CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Antrean Mengular di Stasiun Bogor, Pengguna KRL Khawatir Tertular Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef95ea8facb95038d6b2d95/antrean-mengular-di-stasiun-bogor-pengguna-krl-khawatir-tertular-corona

Antrean Mengular di Stasiun Bogor, Pengguna KRL Khawatir Tertular Corona

Antrean Mengular di Stasiun Bogor, Pengguna KRL Khawatir Tertular Corona

Jakarta - Sempat ada antrean mengular panjang di Stasiun Bogor pada pagi ini. Pengguna KRL pun mengaku khawatir tertular Corona (COVID-19).
"Sangat khawatir sih kalau saya," kata pengguna KRL, Kusni Husni, di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020).

Kusni mengaku setiap hari memakai transportasi KRL untuk pergi bekerja ke Jakarta. Setiap Senin, menurutnya, adalah waktu di mana masyarakat paling banyak menaiki KRL dibanding hari lain.

Agar mengurangi penumpukan dan antrean di stasiun, dia ingin waktu operasional KRL ditambah pada hari Senin. "Kurang etis saja kalau kata saya, soalnya ini mengikuti ruang banyak, gitu. Kalau misalkan antre jangan kaya gini (panjang mengular), gitu," ungkapnya.

Pengguna KRL lainnya, Iwan Setiawan memperkirakan antrean di Stasiun Bogor terjadi karena ada wabah COVID-19. Menurutnya, kepadatan juga terjadi karena kehidupan mulai kembali normal atau sudah tidak ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Untuk mengurangi kepadatan di stasiun, menurutnya, pemerintah harus menambah jumlah bus gratis dan memperketat protokol kesehatan.

"Khawatir (COVID-19) juga. Masyarakat juga meski kayak gini (ada antrean di stasiun), banyak juga yang ikutin saja," ucapnya.

Andri, pengguna KRL lainnya, mengaku mengikuti aturan yang diberlakukan saja meski ada antrean panjang di tengah pandemi COVID-19. Dia mengungkapkan kondisi kepadatan di stasiun sudah seperti rutinitas sehari-hari.

"Gimana ya, sudah kayak gini (antrean panjang di Stasiun Bogor) mau gimana lagi, ikuti protokol saja. Khawatir (tertular COVID-19) pasti ada. Sudah jadi rutinitas saja," terang Andri.

https://m.detik.com/news/berita/d-50...from=wpm_nhl_9

Kalau kasus ini lebih baik salahkan pusat karna kebijakan new normalnya tidak tepat daerahnya emoticon-Cool
tambah aja track kereta jadi 20 track, masa cuma 2
Lihat 2 balasan
scan thermometer biasanya yg bikin antrian begitu.
doa kunut sama ulamak aja

pirus ciptaan auloh, fir aulo don fir korona

tentara auloh stronk


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di