CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Catatan Perjalanan OANC /
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef915f8f0bdb22db62791ed/pendakian-gunung-bekel-napak-tilas-peninggalan-kerajaan-majapahit

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit

emoticon-I Love Indonesia WELCOME TO MY THREAD emoticon-I Love Indonesia
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit


Halo para warga kaskuser sekalian, sebagaimana warga kaskuser yang berbudiman jangan lupa untuk

emoticon-Rate 5 Star RATE
emoticon-nulisah KOMEN
emoticon-pencet SHARE
emoticon-Toast CENDOL
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit

SELAMAT MEMBACA
emoticon-Monggo

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit


udahmales banget nih badan rebahan mulu
hawa hawanya pengen liburan


Beneran gan sudah ngebet banget buat liburan? Teruntuk daerah yang sudah memberlakukan new normal dan dibukanya kembali sektor pariwisata, selamat berlibur ya. Tapi tetap protokol kesehatan perlu diperhatikan. Dan buat beberapa tempat yang masih belom ada kebijakan pembukaan sektor wisata, kali ini saya bakal ngajak kalian liburan secara virtualemoticon-Big Grin

"Loh, caranya gimana bre?"emoticon-EEK!
"Gampang kok gan, simak aja cerita di bawah kali ini."emoticon-Big Grin


Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian tipis-tipis kali ini saya bersama @devilianmochino salah satu kaskuser dari jakarta yang pengen menuntaskan misi seven summit jawaemoticon-Belo

Ngeri-ngeri sedap ganemoticon-Belo

Yaa.. berhubung pandemi covid melanda negri kita tercinta, akhirnya pendakian tersebut batal, dikarenakan semua sektor pariwisata tutup termasuk dunia pendakian juga.

Berhubung saya sudah meminta ijin dengan penjaga pintu masuk gunung, maka perjalanan saya dilancarkan tanpa ada kendala apapun.

Oke sebelumnya perlu diketahui, gunung bekel ini masih satu area dengan Gunung Penanggungan. Jika kalian ingin mendaki gunung ini, kalian hanya perlu mencari tempat wisata bernama "Petirtaan Jolotundo" yang terletak di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Spoiler for petirtaan jolotundo:


Kalau kalian bingung mencari dimana letak Petirtaan Jolotundo ini kalian langsung saja mengakses G-maps. Dijamin tidak akan nyasar karena sudah sangat akurat kokemoticon-thumbsup

Atau jika kalian bingung bisa baca jelajah candi gunung penanggungan, karena thread saya tersebut titik mulainya ada di petirtaan jolotundo juga.


Oke lanjut.


Untuk simaksi, pendaki di kenakan biaya Rp.10.000 dan parkir Rp.10.000
Setelah melakukan persiapan dan simaksi barulah kita mulai mendaki.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Perjalanan awal kita di suguhi bunga berwarna kuning sebagi penyambut kedatangan kitaemoticon-Big Grin

Tangga naik yang tak terlalu banyak menjadi pengiring langkah pertama, mungkin hanya sekitar 10 meter saja, setelah itu jalan langsung berubah menjadi tanah. Dan sedikit naik.

Berjalan sekitar 20 meter kedepan kita langsung menemukan percabangan jalan, jika lurus kita akan ke perkomplekan Candi Putri yang saya ceritakan di thread atas. Jika belok kekiri kita menuju perkomplekan Candi Kendalisodo. Kita mengambil jalur kiri, karena jalur tersebut adalah jalur tercepat menuju puncak Gunung Bekel.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Bagi yang belum tahu Gunung Bekel, foto di atas yang paling kanan adalah Gunung Bekel (Perkomplekan Candi Kendalisodo), sementara yang tengah adalah Gunung Penanggungan (Perkomplekan Candi Putri), lalu sebelah kiri adalah Gunung Gajah Mungkur (Perkomplekan Candi Kerajaan).

Hutan Gunung Bekel sendiri masih sangat lebat, jarak pohon satu antara pohon lain juga tak terlalu jauh membuat suasana di jalur pendakian lumayan segar. Sementara untuk awal perjalanan kita harus melewati curah (sebuah aliran sungai mati) dan pindah punggungan, bisa dibilang kita akan memutari lereng gunung bekel karena jalannya yang melipir melipir dan terus melipir. Walaupun melipir tapi tanjakannya nauzubillahemoticon-Nohope

Setelah melewati curah kita akan melewati perkebunan warga, selang beberapa waktu setelah melewati perkebunan tersebut kita akan masuk kembali ke hutan, dan akan menemukan percabangan lagi, jika lurus kembali ke desa sebelah dan jika ambil kanan, kita naik menuju Gunung Bekel. Kali ini jalan sudah mulai sedikit menyiksa. Setapak yang tak terlihat karena tingginya alang-alang menjadi teman seperjalanan kitaemoticon-Big Grin

Jalan terus naik, belok kanan, belok kiri, saya akhirnya memutuskan untuk istirahat sejanak guna mengatur nafas.

Sesekali saya melihat sekeliling hutan, banyak sekali tupai pohon yang loncat sana loncat sini, bahkan saya melihat monyet ekor abu-abu ekor panjangemoticon-Belo

Seumur-umur saya mendaki gunung ini, baru kali ini saya melihat monyet, karena gunung Bekel tipe hutannya berbeda dengan gunung di sebelahnya.

Setelah dirasa cukup beristirahat, akhirnya kita kembali melanjutkan perjalananemoticon-Embarrassment

Setelah perjalanan tiada ampun, akhirnya kita menemukan bonus, yaa.. lumayan lah nemu jalanan landai, itung-itung tidak terlalu banyak membuang tenaga sekaligus bisa mengatur nafasemoticon-Big Grin

Setelah jalan landai kita akan menemukan jalan menurun.

"Loh kok turun bro?"emoticon-Confused
"Iya gan, kita kembali pindah punggungan, jadi turun dulu baru naik lagi."emoticon-Big Grin


Jangan takut tersesat, yang penting yakin aja, ketika sampai di jalanan yang menurun ini sekilas seperti jalan buntu, karena kita bakal nemu jalur dengan batu-batu raksasa penuh lumut. Jalannya sendiri juga tertutup oleh daun-daun kering, jadi agak susah buat nyari setapak yang bener.

Setelah melewati batu-batu raksasa, kita akan masuk ke vegetasi pohon bambu, banyak sekali pohon bambu disini, suasananya juga sih agak gak enak. Jujur saja saya sedikit trauma kalau melewati jalur bervegetasi pohon bambu karena saat saya mendaki ke Gunung Anjasmoro yang berada di Jombang, saya melihat penampakan yang tak enak dipandangemoticon-Nohope

Lupakan penampakan dan markijut. Mari kita lanjut.

Selesai melewati vegetasi pohon bambu perasaan saya sedikit lega karena bertemu kembali dengan vegetasi hutan tropis. Seneng banget kalo nemu vegetasi pohon gede-gede ketimbang vegetasi pohon bambuemoticon-Ngakak (S)

Jalanan semakin naik dan sekalin menyiksa, setelah melewati hutan lebat kita kembali keluar dan bertemu dengan alang-alang. Pokoknya vegetasinya macem macem lah, setelah itu kembali masuk ke vegetasi hutan lagiemoticon-Hammer (S)

"Bentar No, lo denger sesuatu gak?" gue manggil dia Cino karena id kaskusnya ada unsur Cino nyaemoticon-Ngakak (S)

"Enggak, gak denger apa-apa gue." Dia lanjut jalan.

Sebelumnya saya yang selalu didepan, karena dia saya tinggal-tinggalin mulu akhirnya minta di depan, apalagi kita mendaki pas malam Jumat, dan posisi jam sudah menunjukkan jam 5 soreemoticon-Ngakak (S)

"Eh Iar, sini deh sini, itu apaan putih putih." Deg, perasaan saya kacau. Dan saya langsung menghampiri Cino. Setelah saya perhatikan baik-baik, eh ternyata cuma monyet. Gede pula monyetnyaemoticon-Nohope

"Ah elah, cuma monyet No, gue kira apaan." Saya pun lanjut berjalan menyusul Cino yang sudah didepan.

45 menit sudah kita berjalan akhirnya sampi juga di Cek Poin Pertama. Sebuah Petilasan dan bervegetasi bambuemoticon-Nohope

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Entahlah ketika saya berada di tempat tersebut saya sedikit parno, apalagi si @devilianmochino ngomong aneh-aneh tadi. Katanya yang lihat putih-putih lah, padahal yang dilihat monyet abu-abu ekor panjangemoticon-Nohope

Tenang.. tenang.. saya pun mengeluarkan rokok dan bersantai sejenak, karena selepas Petilasan pertama ini jarak cek poin selanjutnya tidak terlaku jauh.

Saya juga berusaha mengalihkan perhatian saya dengan melihan matahari yang sudah mulai meredup. Biasalah.. namanya orang takut. Ketakutan saya terhadap pohon bambu semakin menjadi-jadi dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan memilih berustirahat di cek poin selanjutnya. Padahal rokok masih panjangemoticon-Nohope

Rokok masih panjang, dan saya berjalan dengan membawa sebatang rokok di tangan kiri. Berjalan sekitar 20 meter kita kembali menemukan petilasan kedua.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Entah petilasan entah batu bekas candi saya kurang tau, tapi saya menyebutnya sebuah petilasan. Disini saya tidak berhenti dan memilih melanjutkan perjalanan sebelum gelap datang. Jalanan sendiri masih konsisten dengan tanjakan-tanjakannya.


"Ya iyalah bro, namanya juga ke gunung. Kalau gak mau nanjak diem aja di kamar"emoticon-Nohope

"Iya iya maap, orang capek mah gini kalo ngomong suka asal."emoticon-Frown



Setelah melewati tanjakan yang lumayan menurut saya, akhirnya kita menemui jalan sedikit menurun. Pas lihat ke arah kanan.. taraaaaaa.. sampai di Cek Poin Kedua. Yaitu Candi Kursiemoticon-Big Grin

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi Kursi ini merupakan sebuah gua yang didalamnya ada tempat untuk berpuja semedi. Ada banyak bekas dupa, kembang, dan sesajen.

Candi Kursi sendiri menurut saya unik, karena sisi kanan nya ada pohon raksasa yang akar-akarnya menyatu dengan batu-batu candi tersebut, sementara di sebelah kiri langsung menyatu dengan tebing. Jarak dari Petilasan pertama menuju candi ini hanya 15 menit.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Tak jauh dari Candi Kursi ada Situs Nogo Gini. Sayang lumut sudah menutupi semua bagian tersebut. Saya tak berani menyentuh apalagi mencari tahu apa itu Situs Nogo Gini. Saya hanya mengabadikannya lewat kamera ponsel saja.

Oh iya perlu di ketahui nih gan. Di gunung ini tidak ada shelter atau pos seperti di gunung-gunung lain untuk istirahat. Makadari itu saya menyebutnya cek poin saja. Karena kita beristirahat jika sudah mencapai sebuah candi.

Oke lanjut, setelah selesai mengabadikan dengan kamera ponsel, saya pun kembali melanjutkan perjalanan, kali ini jalannya lebih gak manusiawi, jalan setapak kecil, licin, dan naikemoticon-Nohope

Beruntungnya disini ada sebuah pita atau tali rafia yang diikat ke pohon-pohon sebagai penunjuk arah. Jadi jangan khawatir tersesatemoticon-Big Grin

Dan perlu di ketahui lagi, jalur ini sangat jarang dilewati pendaki, biasanya pendaki lebih memilih memutar lewat perkomplekan Candi Putri karena jalurnya lebih manusiawi, banyak bonus jalan landai walaupun jalurnya lebih jauh.

Berbeda dengan jalur ini, tanjakan demi tanjakan seperti gak ada habisnya, mana banyak jalan yang losngsor. Ini meleng dikit kita bisa jatoh ke jurang, orang jalannya aja zig-zag melipirin tebing, mana jalurnya kecil banget. Kalau berpapasan dengan orang salah satu harus ngalah. Tapi gak mungkim juga sih soalnya jarang banget orang ngedaki gunung ini. Tapi bisa aja papasan. Tapi gak harus di jalan ini juga sih, hallah mbuh lahemoticon-Ngakak (S)

Setelah melewati jalan melipir gak karuan, barulah jalan setapak tanah tersebut berganti dengan jalur batu berwarna hijau, alias batu yang diselimuti lumut. Sangat disarankan untuk berhati-hati. Licin ganemoticon-Nohope

Jalur batu selesai, emang gak terlalu panjang sih, tapi jalur di depan lebih wah lagi, kita harus manjat-manjat pohon. Karena jalurnya longsor. Mau muter lewat jalur baru lumayan jauh, mana banyak pohon tumbang, ditambah kontur tanahnya ini tanah gembur plus banyak buah pohon kemiriemoticon-Ngakak (S)

Jadi kita jalan di atas buah pohon kemiri yang suda membusuk dan kadang harus naik pohon karena jalurnya emang kudu naik pohon, dan saya menyebutnya jalan buah kemiriemoticon-Ngakak (S)

Nah setelah melewati jalan buah kemiri akhirnya kita sampai juga di Cek Poin Ketiga yang bernama Gua Buyung.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Hampir sama dengan candi kursi, gua buyung ini disisi kanannya di apit akar pohon raksasa sementara sebelah kiri langsung menyatu dengan tebing.

Kalo misal kecapekan atau kemalaman bisa kok nginep disini, karena di dalam gua buyung ini ada kayak bale gitu sama terpal. Kayaknya sih dibuat tidur juga. Kalo yang beraniemoticon-Ngakak (S)

Karena di depan gua buyung ini juga ada semacam lingga, lingga itu tempat kekuatan magis para dewa yang diyakini oleh orang jaman dulu. Biasanya lingga ini ada pasangannya gan namanya yoni. Kalo agan main ke candi-candi pasti tau mana lingga mana yoniemoticon-Embarrassment

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Nah itu gan, ada tahun pembuatannya, kira-kira tahun berapa ya? Ada yang tau gak?emoticon-Belo

Waktu saya sentuh di sekitar angka pembuatan tersebut, sepertinya batu ini kayak sebuah prasasti atau sebuah relief, karena kontur batunya gak rata seperti batu tahun pembuatannya. Sayangnya tulisan/relief tersebut mengalami aus gan, jadi tulisan atau gambarnya gak jelas.

Sebenernya mau saya perjelas lagi dengan membersihkan lumut-lumut yang menempel. Tapi saya takut malah merusak kontruksi gambar karena usia batu tersebut sudah beabad-abad. Saya khawatir, ketika saya bersihkan batunya malah cuil gan. Duh apa ya sebutannya. Cuil kalo ditempat kalian apa sebutannya? Yaudahlah pokoknya itu, takut cuilemoticon-Nohope

Jarak dari Candi Kursi (cek poin kedua) menuju Gua Buyung (cek poin ketiga) hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit aja kok. Deket kanemoticon-Big Grin

Nah, setelah dirasa cukup beristirahat, akhirnya kita melanjutkan perjalanan. Kali ini rada ngehe juga sih. Soalnya kita bakalan ngelewatin Tanjakan Mantanmu. iya mantanmu. Ini yang ngasih nama kok bisa-bisanya ngasih nama tanjakan kayak gituemoticon-Nohope

Masih sempet-sempetnya waktu lewat tanjakan yang nggatheli banget inget mantan. Duhh.. siapapun yang ngasih nama tanjakan ini pokoknya 'aku padamu'emoticon-Nohope

Tanjakan ini memiliki kontur tanah yang sedikit gembur, tapi tanahnya juga sudah di benahi sedemikian rupa seperti tangga yang di ujung-ujungnya ada sebuah kayu buat pijakan. Emang sih nanjak banget, jadi terbantu lah sama kayu-kayu yang di pasang buat pijakanemoticon-Embarrassment

Apalagi vegetasi disini berubah menjadi vegetasi kayu penjalin, gak tau ditempat kalian namanya apa, kalo di tempat saya sih penjalin. Itu tuh yang buat gebukin kasuremoticon-Big Grin

Tanjakan ini gak ada habisnya sampai kita menemukan sebuah Cek Poin Keempat yaitu sebuah candi yang bernama Candi Kama III.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Begitulah bentuk sebuah Candi Kama III. Candi kama ini tak ubahnya seperti gapura masuk. Karena bentuknya seperti gapura kecil.

Disini juga bisa menjadi tempat puja semedi, karena di atas candi tersebut banyak sekali bekas dupa dan kembang.



Sebentar gan.



"Loh mau kemana bre?"emoticon-Confused

"Ini sudah mau 20.000 karakter. Hampir gak cukup tulisannya, lanjut di bawah ya"emoticon-Big Grin

"Wah gak kerasa sudah hamlir penuh aja."
"iya bre iya lanjut aja di bawah"emoticon-Big Grin



Duh gan. Hampir penuh nih karakternya. Lanjutannya di bawah ya, ceritanya juga tinggal dikit kok, bentar lagi juga selesai. Tapi agak panjangan dikit gapapa kan yaemoticon-Hammer (S)



LANJUTAN ADA DI BAWAH
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tukidjo dan 62 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lapar.bang
Halaman 1 dari 5
LANJUT GAN


Jadi Candi Kama ini ada tiga gan, Candi Kama I ada di Gunung Bekel jalur Balekambang, Candi Kama II ada di jalur Kedung Udi deket puncak Gunung Penanggungan, dan Candi Kama III ini ada disini, di Gunung Bekel jalur Jolotundoemoticon-Big Grin

"Terus bentuknya sama semua bre?"

Beda gan, masing masing candi punya bentuk masing-masing, cuma nama namanya aja yang sama. Dan dari Gua Buyung menuju Candi Kama III sendiri hanya 15 menit gan, deket kan yaemoticon-Big Grin

Setelah mengatur nafas dan detak jantung sudah kembali normal. Akhirnya saya dan Cino melanjutkan perjalanan.

Vegetasi sudah mulai terbuka, dari hutan, pohon bambu, pohon raksasa, pohon kemiri, dan pohon penjalin, akhirnya kita bisa melihat seisi kita Mojokerto, Sidoarjo, bahkan Surabaya. Lampu kota sudah mulai dinyalakan, tapi langit masih agak terang walaupun matahari sudah gak kelihatanemoticon-Hammer (S).

Tanjakan semakin gila, jalur berubah menjadi tanah, kadang batu, kadang krikil. Kanan kiri sendiri banyak ditumbuhi rerumputan dan alang-alang. Ciri khas sebuah gunung yang mempunyai ketinggian seribu dan berbentuk kerucut.

Jalan aja terus yang penting sampe, eh waktu di tengah jalan Cino kecapekan.


"Iar, ini masih lama ya?"
"Bentar lagi No, pokoonya ada pohon besar sebiji sama bendera berarti udah sampe."
"Yaudah yuk lanjut."



Kita pun melanjutkan perjalanan, tapi ditengah jalan Cino kembali berhentiemoticon-Hammer (S)


"Iar ini bener jalannya gini terus?"
"Iya no bener, tuh pohon gedenya keliatan, di balik pohon itu ada tebing, nah di tebing situ tempat candi terkeren di gunung ini."



Saya pun menyemangati si Cino, dia kembali melanjutkan jalan, eh tiba-tiba berhenti lagi ditengah jalanemoticon-Nohope


"Kenapa lagi Noooo." Sedikit kesel sih sebenernyaemoticon-Ngakak (S)
"Lo denger sesuatu gak, kayak ada orang di atas." Kata Cino
"Mana gak ada, gue gak denger apa-apa, udah ah lanjut aja jalannya."


Pas lanjut baru beberapa langkah, eh udah sampe di Cek Poin Kelima yaitu Master Piece of Penanggungan & Bekel Mountain Candi Kendalisodo. Dan kalian tau? Ada 4 orang bocah yang sedang berkemas hendak melanjutkan perjalanan naikemoticon-Belo

Ternyata ada yang naik, padahal malam jumat loh, mana mereka masih pada smp bahkan ada yang masih sdemoticon-Hammer (S)

Akhirnya saya mengistirahatkan badan dan merka melanjutkan perjalanan, padahal murotail sudah terdengar di mesjid yang pertanda sebentar lagi bakalan magrib.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi Kendalisada/Kendalisodo ini merupakan cek poin kelima, jarak dari Candi Kama III menuju candi ini hanya 15 menit saja. Tapi 15 menitnya nanjak, jadi kerasa lama dan capek bangetemoticon-Hammer (S)

Candi ini juga menjadi icon dari Gunung Bekel/Penanggungan. Karena candi ini adalah satu satunya candi yang masih utuh tanpa dipugar dari ratusan candi yang ada di gunung ini.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi ini belum dipugar sama sekali alias asli dari dulu sampai sekarang seperti ini. Kenapa saya bilang begitu. Pertama akses untuk menuju tempat ini lumayan susah, dan yang kedua candi ini berada di atas gunung.

Relief-reliefnya sendiri masih terlihat utuh, walaupun ada beberapa yang kepalanya hilang. Oh iya, dan tolong jangan tanya saya relief itu bercerita tentang apa. Karena saya bukan lulusan seni budaya apalagi arkeologemoticon-Nohope

Bahkan saat saya mencari literasi tentang candi ini di internet, sangat minim informasi. Mungkin para peneliti masih terus melakukan kajian dan penelitian tentang relief yang ada di dinding candi ini.

Tapi sangat jelas, bentuk candi yang memiliki punden berundak ini berguna untuk melakukan pemujaan terhadap para dewa, mengingat dipuncak candi ini ada tempat yang disucikan. Dan jika dilihat dari bentuknya, candi ini merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit dari abad 12 s/d 14 karena menganut ajaran Hindu Siwa. Berbeda dengan ibunda dari Hayam Wuruk yang bernama Tribuana Tunggadewi yang memeluk agama Buddha.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Candi ini sendiri letaknya sangat strategis karena berada di balik tebing memungkinkan angin dari sebelah selatan tidak akan menerpa ke arah candi ini, sementar di sebelah timur juga tertutup sebuah tebing, sangat cocok dijadikan tempat camp, namun tempatnya sendiri sedikit sempit.

Di sekitar candi ini juga banyak ditemukan sesajen, dupa, kendi, kembang, bahkan pecahan uang koin yang terbuat dari kuningan.

Apapun itu. Tetap, hormati kepercayaan orang lain dan jangan sampai merusak. Apalagi ini adalah situs bersejarah peninggalan dari nenek moyang kita dulu.

Adzan magrib sudah berkumandang, akhirnya saya san Cino melanjutkan perjalanan ke puncak. Dan jalur ini adalah jalur ternajis, karena jalannya semakin menanjak.

"Iar tungguin gue bentar, dada gue sakit."
"Hah serius lo No?"
"Iya Iar, sakit banget kayak di tusuk."


Disini Cino samoe tiduran di atas batu saking ngerasa kesakitan. Saya pun menunggu kondisi Cinio membaik, tapi malah makin parah. Saya pun berinisiatif mengajak Cino turun kembali daripada terjadi apa-apa, tapi dia sendiri menolak karena merasa tanggung.

Saya sempat bersitegang dengan Cino, akhirnya saya mengalah dan memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan kepuncak. Perjalanan yang seharusnya 20 menit menjadi sedikit molor, tapi tak apalah yang penting kondisi Cino bisa lebih baik.

Sumpah demi apapun, jalan ke puncak semakin naik dan semakin terjal, bahkan dengkul saya bisa bertemu dengan jidat saya sendiriemoticon-Ngakak (S)

Kadang saya merayap untuk bisa mencapai puncak, vegetasi bukan lagi alang-alang tapi berubah menjadi rumput. Tak ada pegangan sama sekali, sesekali saya berpegangan dengan batu-batu jika bisa dipegangemoticon-Hammer (S)

Perjuangan pantang menyerah saya dan Cino akhirnya membuahkan hasil. Kita sudah mecapai puncak ketika langit sudah gelap, terus kita mau lihat apaan. Dan di puncak saya bertemu dengan 4 bocah tadi.

Niat hati yang hanya sekedar naik lalunturun kembali atau biasa disebut tektok akhirnya batal, karena 4 bocah tadi menginap di puncak dan saya memutuskan untuk ikut menginap.

Dan ini jangan sekali-kali ditiru. Kita tidak membawa tenda, tidak membawa jaket, tidak membawa logistik, dan kita hanya membawa 1 botol air mineral, dan itu pun sisa setengah.

Tidur beralaskan rumput dan beratapkan langit membuat saya kedinginan. Saya pun mencari kayu bakar, beruntungnya di dekat puncak ada bekas pohon mati yang sudah menegering, saya pun menebang pohon tersebut dengan meminjam sebilah celurit dari para bocah tadi dan membuat api unggun.

Dan disini saya terjaga dari setelah magrib sampe subuh karena saya tidak kuat dengan dinginnya angin malam, gunung ini puncaknya sangat terbuka tak ada tempat untuk berteduh atau berlindung dari angin selain di Candi Kendalisodo tadiemoticon-Nohope

Tapi semua itu berbuah manis. Matahari pagi menyingsing dengan sangat indah dari ufuk timuremoticon-Belo

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali memandangi matahari tersebut keluar dari tempat persembunyiannya.

Saya hanya sesekali mengabadikan moment tersebut jika memang benar-benar ingin memotretnya. Jadi maaf kalau poto pemandangannya cuma sedikitemoticon-Big Grin

Di sisi lain Gunung Penanggungan sangat gagah menjulang tinggi di sebelah selatan

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Tak ketinggalan boneka kesayangan saya ikut nangkring di puncakemoticon-Big Grin

Boneka ini juga yang menjadi saksi hidup saya karena setiap saya bepergian boneka tersebut selalu ikut dan saya bawa kemana-manaemoticon-Embarrassment

Sementara di kejauhan nampak gunung Arjuno-Welirang terlihat gagah dengan asap di puncaknya yang terus mengebul.

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Polusi udara yang membentuk garis horizontal terlihat jelas di kejauhan sana. Sungguh gagah sekaliemoticon-Matabelo

Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit
Nampak gunung penanggungan seperti gunung sindoro dari gunung kembang. Pagiku saat itu sangat indahemoticon-Embarrassment

Setelah matahari sudah meninggi akhirnya saya pun turun untuk kemudian pulang kembali kerumah. Tak ada cerita menarik saat perjalanan turun. Semua berjalan lancar tanpa ada kendala.
Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit

Demikian thread ini dibuat, apabila ada salah kata saya selaku TS mohon maaf.

Baca Juga Pendakian Lain




Pendakian Gunung Bekel, Napak Tilas Peninggalan Kerajaan Majapahit







Sumber poto: dok pribadi
Sumber artikel: pengalaman pribadi

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tukidjo dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
RESERPET BUAT JAGA JAGA GAN
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
servesiwi dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lapar.bang
apakah disana ada penunggunya ?
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Warbyasah ternyata teesnya mapala togh😁👍
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan lapar.bang memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Wehh.. candinya bagus om, itu di puncak juga bagus pemandangannya.
Gak sapek om mendaki gunung?
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ini gunung yang bikin dengkul lemes kaga sig wakakaka yg track nya lebih edan dari salak?
profile-picture
profile-picture
lapar.bang dan srusuut memberi reputasi
Lihat 7 balasan
asik keknya ya liburannya mendaki..

ane dah maraton bacanya.. tpi blum tuntas.. nanti lgi aja dah
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wuah... Udah hampir setahun, baru nulis lagi emoticon-Matabelo

emoticon-Recommended Seller
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Quote:


Baca itu jadi ngakak gan..
emoticon-Wakaka

Sunrisenya warbiasah..
Makasih gan udah berbagi..
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Lihat 1 balasan
Akhirnyaaaa nulis lagi wkwk
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 4 balasan
ijin bookmark dulu, nnti baca sampe rumah
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Di yutub-in, 'gan ...
Siapa tahu ... Mungkin akan ada yang pengin main kesana, dan butuh guide.
Masih belum banyak yang "berjuang" di ranah seperti ini disana ...
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mantap lah si agan ini. udeh ngejajal banyak gunung dan tempat2 dengan alam dan pemandangan yang indah. bikin ane nyesek krn pengen kesana tapi apa daya. liburnya cuman tiap hari mingguemoticon-Mewekemoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
blackdipong dan lapar.bang memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Kereen
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Yang saya idam-idamkan pasti mengenai pemandangannya yang luar biasa juga, mendapatkan momen sunrise itu terbaik.
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Sedikit menambahi ...
Terpikir 'nggak mengapa orang dulu bikinnya kok sampai ke pelosok banget ? Mengapa kok tidak di "sebelah rumah" aja ? Hayoo ...

...


Karena sebagaimana yang agan rasakan saat sendiri ..., untuk mencapainya kita harus berjalan cukup jauh. Dimana pada perjalanan itu pula kita di akrabkan dengan alam lingkungan (natural) yang ada. Bagi yang mau berpikir untuk memahami, hal itu merupakan pengibaratan, baik mengenai perjalanan hidup, ataupun keberadaan diri manusia yang merupakan bagian dari alam ini.
Bagi yang tidak tatag-teteg, maka tujuan yang ingin dicapai pun tidak akan dapat tercapai.
Bagi yang tidak bisa memahami kondisi alam lingkungan yang ada, mereka juga akan kesulitan untuk bisa sampai.
profile-picture
profile-picture
TaraAnggara dan lapar.bang memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Keren banget sih ini. Dari dulu pengen daki gunung tapi belum kesampaian jugaemoticon-Hammer (S)

Btw, disini cuil juga kok bahasanya wkwk
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kangen naik gunung aduuuuh
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Woahhh .. Makasih TS'nya udh di buatkan Thread'nya emoticon-Shakehand2

Salah 1 gunung kecil di bwh 2000 MDPL tp bikin kapok ya gunung Bekel ini salah satu'nya .. emoticon-Ngacir
profile-picture
lapar.bang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pengalaman mendaki yang luar biasa gan,,

btw pejwan ditutup gan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di