CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Perbedaan dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef8a5c67e3a7221717bcc34/perbedaan-dari-3-strategi-utama-dalam-pemasaran-produk

Perbedaan dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk

Bagi Anda pengusaha yang ingin mengetahui bagaimana perbedaan antara 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk dalam pelaksanaannya, simak artikel berikut ini!

Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Dengan kata lain, pemasaran adalah cara produsen sebagai penghasil barang/jasa dalam memberikan barang/jasa yang dibutuhkan konsumen dengan imbalan berupa omset/keuntungan/uang.

Sekarang mari kita lihat perbedaan 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk yang dapat dipelajari. Berikut uraiannya.

1. Strategi Pemasaran Tanpa Membedakan Pasar

Strategi pertama dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk ini juga biasa dikenal dengan istilah ‘undifferentiated marketing’. Secara umum, produsen melihat pasar sebagai suatu kesatuan, dan hanya berfokus pada kebutuhan konsumen secara umum.

Ini menyebabkan perusahaan hanya akan menghasilkan dan menjual satu macam produk saja dan hanya merancang satu jenis rancana pemasaran untuk menarik pembeli dan calon konsumen. Tujuan strategi awal dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk adalah untuk melakukan mass-selling, atau penjualan secara massal. Hal ini ditujukan untuk menghemat biaya.

Ciri utama dari strategi ini adalah produsen tidak menghiraukan adanya kelompok pembeli yang berbeda-beda. Pasar dianggap sebagai suatu keseluruhan dengan ciri kesamaan dalam kebutuhannya.

Strategi ini mempunyai kelebihan karena memberi kesempatan pada perusahaan untuk menekan biaya sehingga dapat lebih ekonomis. Namun, kelemahannya adalah apabila perusahaan pesaing juga menjalankan strategi pemasaran yang sama, persaingan tajam akan terjadi untuk menguasai pasar tersebut (hyper competition), dan segmen pasar yang kecil lainnya jadi terabaikan.

Contoh:
Produk minuman Coca-Cola, tidak memandang kelas sosial konsumennya. Mulai dari warung kaki lima hingga hotel berbintang, semuanya menikmati produk yang sama. Strategi pemasaran tanpa pembedaan ini akan hemat biaya, dikarenakan dengan hanya satu jenis karakter produk dan segmen pasar, maka akan mengurangi biaya produksi, penyediaan, transportasi, biaya periklanan, dan mengurangi biaya riset pemasaran dan manajemen produk.

Akan tetapi, ilmu pemasaran modern meragukan keefektifan strategi ini. Perusahaan yang menggunakan pemasaran tanpa pembedaan umumnya berfokus pada tawaran yang ditujukan pada segmen paling besar dalam pasar. Saat beberapa perusahaan melakukan hal sama maka persaingan sengit akan berlangsung dalam segmen paling besar.

Biasnya, segmen paling besar malah kurang menguntungkan, dan membuat perusahaan lebih tertarik pada segmen yang lebih kecil.

2. Strategi Pemasaran yang Membedakan Pasar

Dengan strategi kedua dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk ini, kebutuhan beberapa kelompok konsumen tertentu akan direspon produsen dengan menyediakan jenis produk tertentu pula. Perusahaan menawarkan bermacam variasi dan kombinasi produk, menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen atau pembeli yang berbeda-beda.


Masing-masing produk juga memiliki program pemasaran yang tersendiri dengan harapan dapat dicapai tingkat penjualan yang tertinggi dalam masing-masing segmen pasar tersebut. Bahkan kalau memungkinan, masing-masing produk dapat menjadi market leader di segmentasi mereka.

Keuntungan strategi pemasaran ini, penjualan diharapkan akan lebih tinggi dengan posisi produk yang lebih baik di setiap segmen pasar, dan total penjualan perusahaan akan dapat ditingkatkan dengan bervariasinya produk yang ditawarkan.

Sedang kelemahan strategi ini adalah, terdapat biaya biasanya akan lebih tinggi karena kenaikan biaya produksi untuk modifikasi produk, biaya administrasi, biaya promosi, dan biaya investasi.

Contoh:
Perusahaan Coca–Cola juga memproduksi Fanta,Sprite, bahkan Lemon Tea. Keberaneka-ragaman produk tentunya juga menambah cost, antara lain berupa biaya riset dan pengembangan produk baru, biaya modifikasi produk, biaya proses produksi, biaya penyimpanan, biaya administrasi, biaya promosi, dan biaya-biaya yang lainnya.

3. Pemasaran Terkonsentrasi

Strategi terakhir dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk ini bisa pula disebut concentrated marketing. Dengan strategi ini, perusahaan mengkhususkan pemasaran produknya bagi segmen pasar tertentu saja, yang memberikan keuntungan yang terbesar.

Keuntungan penggunaan strategi ini, perusahaan berharap memperoleh posisi yang kuat di dalam segmen pasar tertentu yang dipilih. Hal ini karena, perusahaan akan mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dalam melakukan pendekatan bagi pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen dari segmen pasar yang dilayaninya.

Di samping itu perusahaan memperoleh keuntungan karena spesialisasi dalam produksi, distribusi dan usaha promosi, sehingga apabila segmen pasar dipilih secara tepat, akan dapat memungkinkan berhasilnya usaha pemasaran produk perusahaan tersebut.

Kelemahan strategi pemasaran ini adalah perusahaan akan menghadapi risiko yang besar bila hanya tergantung pada satu atau beberapa segmen pasar saja. Hal ini karena, kemungkinan terjadinya perubahan selera para konsumen, atau peningkatan kemampuan daya saing perusahaan lain yang dapat melebihi kemampuan perusahan ini dalam melayani pasar secara baik dan efektif.

Contoh:
Mobil Mercedes Benz yang hanya dipasarkan kepada kelompok orang-orang kaya yang berselera tinggi. Lewat strategi pemasaran terkonsentrasi ini, perusahaan mencapai posisi pasar yang kuat dalam segmen yang dilayani karena pengetahuan yang lebih banyak tentang kebutuhan segmen.

Perusahaan juga bisa berhemat secara operasional karena spesialisasi dalam produksi, distribusi, dan promosi. Namun, pada waktu sama strategi ini juga memiliki resiko yang lebih besar. Segmen tertentu bisa berubah seleranya, atau ada pesaing besar lain memasuki segmen yang sama. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih memasuki beberapa segmen pasar.

Demikian penjelasan kami tentang perbedaan dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk. Bila ada yang ingin Anda tanyakan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami kapan saja.

Sponsor artikel: https://www.KonsultanMarketingSurabaya.com/

Perbedaan dari 3 Strategi Utama dalam Pemasaran Produk
Diubah oleh AdiProfitMaker
Sponsor artikel: https://www.KonsultanMarketingSurabaya.com/


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di