CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Survei: Elektabilitas PDIP Meroket, Lebihi Suara Pemilu 2019
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef876a8a727681699643355/survei-elektabilitas-pdip-meroket-lebihi-suara-pemilu-2019

Survei: Elektabilitas PDIP Meroket, Lebihi Suara Pemilu 2019

Survei: Elektabilitas PDIP Meroket, Lebihi Suara Pemilu 2019

Survei: Elektabilitas PDIP Meroket, Lebihi Suara Pemilu 2019

Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei New Indonesia Research & Consulting menyatakan bahwa popularitas dan elektabilitas PDIP naik tinggi. Bahkan lebih tinggi dari perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu.

Pada Pemilu 2019 lalu, PDIP memperoleh 19,3 persen suara nasional. Pada survei yang dilakukan New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas PDIP kini mencapai 29,3 persen.

"Elektabilitas PDIP masih tertinggi dan meningkat hingga 29,3 persen, membuktikan bahwa PDIP masih kokoh berada di puncak," kata Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono mengutip Antara, Minggu (28/6).

Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Gerindra menyusul di peringkat kedua dengan elektabilitas sebesar 12,5 persen. Elektabilitas Gerindra masih sama seperti perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu.

Di posisi ketiga ada Golkar dengan elektabilitas sebesar 9,7 persen. Turun dibanding perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu. Diketahui, Golkar mendapat 12,3 persen suara nasional.

Selanjutnya ada PKB dengan elektabilitas sebesar 6,8 persen, PKS 5,5 persen, PSI 4,2 persen, NasDem 4,1 persen, Demokrat 3,8 persen, dan PPP 2,4 persen. Pada Pemilu 2019 lalu, perolehan suara PKB sebesar 9,7 persen, PKS 8,2 persen, PSI 1,9 persen, NasDem 9,1 persen, Demokrat 7,8 persen, PPP 4,3 persen, dan PAN 6,8 persen.

Di deretan papan bawah ada Perindo dengan elektabilitas sebesar 0,9 persen, Berkarya 0,7 persen, Hanura 0,3 persen, PBB 0,2 persen, PKPI 0,1 persen, dan Garuda 0,1 persen.

Sisanya masih ada 17,1 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. Survei juga belum mencatat elektabilitas partai baru seperti Gelora atau pecahan PAN kubu Amien Rais.

"Masih ada waktu empat tahun ke depan di mana elektabilitas partai politik bisa meningkat atau menurun," kata Andreas.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang.

Survei dilakukan lewat sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sekitar 2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
sumber


**************

Mungkin, jika banyak orang mengira kalau penggembosan PDIP kali ini berhasil dengan tudingan (lagi) bahwa PDIP adalah partainya orang komunis, orang itu pasti salah besar dan akan kecewa sekali.

PDIP itu bukan partai kemarin sore yang dibangun karena sakit hati. Bukan. PDIP dibangun kala itu untuk membedakan mana partai yang dibangun karena keinginan rakyat yang merindukan ketokohan Sukarno. Disamping itu, PDIP adalah bentuk perlawanan terhadap Orde Baru yang menyetir 3 partai yaitu Golongan Karya sebagai partai pemerintah (yang saat itu tak mau dianggap sebagai partai), PPP, dan PDI.

Dan sebenarnya, PDIP juga bukanlah partai yang pertama kali dibentuk saat Reformasi bergulir. PRD dengan tokohnya Budiman Sudjatmiko, seorang anak Haji yang taat beribadah, adalah pioner dalam memecah kebuntuan dan kebekuan di alam demokrasi ala Orde Baru.

Mungkin banyak pertanyaan, kenapa PDIP menjadi rumah bagi para pengagum Sukarno? Kenapa PDIP saat itu menjadi tumpuan harapan banyak orang? Kenapa bukan kepada PNI yang dikomandani oleh Sukmawati, atau kepada Partai Pelopor yang dipimpin oleh Rahmawati, yang keduanya adalah anak-anak kandung Sukarno juga? Itu karena ketokohan yang telah teruji. Megawati telah lebih dulu terjun kedalam hiruk pikuk politik praktis dengan ikut pada PDI Soerjadi, bersama Guruh Sukarno Putra. Sementara Sukmawati terlalu sibuk dengan dunianya sendiri yang jauh dari urusan politik. Dan Rahmawati, sibuk dengan urusan Yayasan Pendidikan Sukarno yang selalu dijegal oleh Orde Baru saat ingin mendirikan Universitas Bung Karno, karena membawa embel-embel nama Sukarno, nama yang sangat dibenci oleh Orde Baru, nama yang selalu dideskriditkan sebagai orang PKI. Tapi bukan berarti Rahmawati benar-benar menjauhi politik, sebab hampir setiap minggu, rumahnya di jalan Batu Tulis Raya selalu disambangi oleh para marhaenis dari seluruh pelosok Indonesia. Mereka berdiskusi, menyusun strategi, melawan opini Orde Baru, dan membaur kedalam PDI sekedar menjaga marwah dan nama besar Sukarno. Dan TS kebetulan termasuk yang aktif berdiskusi disana oleh para pemikir politik, para penulis, para tokoh politik tua, termasuk juga berdiskusi dengan Rahmawati dan seorang penulis yang bernama Sutan Ali Asli. Dan pada akhirnya di suatu kesempatan membuat seorang mantan pejuang marah, karena pada sebuah pidato terbuka, berani mengatakan pengecut pada sebuah Organisasi yang bernama Gerakan Rakyat Marhaen. Dia adalah Selamat Ginting, seorang tokoh pejuang di Tanah Karo yang terkenal dengan nama pasukannya yaitu Pasukan Halilintar.

PDIP komunis? Hehehehe...
Kalau PDIP dianggap komunis, artinya bolehlah PPP dan seluruh partai Islam setelahnya adalah pengusung DI/TII. Lho koq bisa begitu?
Begini. Saat Orde Baru, hanya boleh ada 3 partai. Dan itu adalah Golkar, PPP, PDI. PPP dan PDI adalah partai hasil fusi maksa, sebuah penggabungan yang dipaksakan atas dasar ketidaksukaan Orde Baru dengan alasan penyederhanaan partai. Padahal sebenarnya tidak sesederhana itu menggabungkan partai-partai dengan ideologi berlainan kedalam sebuah partai. Tapi itulah yang terjadi. Yang beraliran Islam, dipaksa bergabung kedalam PPP. Yang beraliran non Islam dan Nasionalis, dipaksa bergabung ke PDI. Akhirnya? Stereotip PDI identik dengan partai Kristen. Ini dipakai oleh Orde Baru untuk menjauhkan PDI dari kaum muslim. Sementara bagi PPP, dihembuskan isu partainya orang DI/TII. Ini untuk menjauhkan dari kaum Nasionalis. Berhasilkah strategi? Ya, berhasil. Bahkan era tahun 80an, PDI diidentikan dengan partai komunis! Dan cara ini dipakai hingga sekarang, bukan hanya oleh para petinggi Orde Baru dan seluruh keturunannya yang sakit hati Orde Baru runtuh, tapi juga oleh kalangan Islam sendiri yang sebenarnya sama-sama menderita dan dirugikan dijaman Orde Baru. Lha PPP aja tidak boleh memakai lambang Ka'bah dengan alasan bukan budaya Indonesia. Ka'bah bukan hanya milik warga PPP. Tidak sesuai dengan Pancasila, sehingga PPP harus merubah lambangnya menjadi Bintang.

Dan ketika hari ini PDIP kembali diguncang oleh isu komunis, itu lagu lama dengan aransemen baru. Karena yang menyuarakan kini adalah ormas-ormas baru. Tapi dibelakang mereka, berbaris para manusia-manusia sakit hati. Ada tokoh politik jaman Orba. Ada dari keluarga penguasa Orba. Lihat saja foto-foto yang bertebaran di internet. Semua mudah dilacak jejak digitalnya koq. Disamping itu, ada juga diantara mereka adalah anak-anak keturunan orang-orang DI/TII yang menginginkan Indonesia menjadi Negara Islam! Yang sekarang ini bermetamorfosa kedalam partai-partai "Allah". Yang menuntut diberlakukannya kembali Piagam Jakarta.

Jadi, ini adalah strategi mereka.
Didepan, tangan mereka mengepalkan tangan dan berteriak cinta dan membela Pancasila. Pancasila 18 Agustus katanya, bukan Pancasila 1 Juni. Dengan bentuk yang sekarang ini.
Tapi dibelakang mereka, mereka menghina Pancasila sekarang dan menginginkan Pancasila versi Piagam Jakarta, tak mengakui Pancasila 1 Juni atau 18 Agustus.

Pertanyaan mendasarnya : bagaimana mungkin kita bisa percaya kepada mereka yang menginginkan sistem Tata Negara diubah, serta menginginkan berdirinya Khilafah di Indonesia itu benar-benar membela Pancasila? Lelucon apa ini? Apalagi dengan menebar narasi tentang komunis Trisila dan Ekasila? Sungguh pembelaan yang tak beretika. Memfitnah dengan bertopeng agama. Itu sangat berbahaya sekali.

Perlu diingat.
Jejak PDIP ada di antara darah reformasi yang tercurah ke jalan.
Jejak PDIP ada diantara sejarah tumbangnya Orde Baru.
Jejak PDIP ada diantara hiruk pikuknya kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul saat ini.
Sebajingan-bajingannya para kader PDIP, lebih bajingan mereka yang pura-pura mencintai Pancasila tapi menghina terang-terangan dan ingin mengganti dengan ideologi agama ditengah keragaman bangsa Indonesia ini.
Itu.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
syahwani.kaskus dan 80 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Halaman 1 dari 7
Demokrat gua sangsi ntar tetep dapet 7%an.

Masih 4 tahun lg klu ga ada gebrakan bisa di bawah itu.

Angka 7% itu aja udah dapet jaman SBY.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 10 lainnya memberi reputasi
jadi engkong merah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang.

Survei ini di lakukan dimana

Jawa tengah

Apa

Bali
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Jaman orba,
Ngacungin simbol metal (yang kala itu diasosiasikan dengan PDI) aja bisa ditegur pamong desa..
emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
ujung tombak pemberantasan Qadrunn pengkhianat nkri n'' pancasila,,..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Korupsinya masih juara gak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Kan gw udah bilang.. Soeharto aja kaga berani bilang PDI nya mega itu jelmaan PKI.. emoticon-Malu (S)

Lha kok ada anak kadal kemaren sore berani2nya frontal nuduh PDIP dan mega = PKI.. emoticon-Malu (S)

kan tolol.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 37 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
itulah fhulitik ya akhii emoticon-Malu

akan didukung kalau sejalan, dan akan disingkirkan bila tak sejalan emoticon-Malu

selama Pancasila sudah FINAL! insyaAllah Indonesia tetap jaya dan bisa maju seperti negara2 lain...

kalipah ke laut aja emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 11 lainnya memberi reputasi
Surve bayaran?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 7 lainnya memberi reputasi
Jadi populer breemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
dibayar berapa tuh surveinya, sampai 20 % udah untung2an
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 8 lainnya memberi reputasi
bener iki, sebusuk2nya pdi p, sekotor2nya golkar, se kisruh2nya ppp mereka partai yg survive di 4 jaman. orla, orba, reformasi, dan milenial.

yang paling membangsadkan itu yang berak makan tidur di indonesia tapi mau mendirikan negara sendiri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NicolasRedFox dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bedilsakti
Lihat 1 balasan
jangan mau tertipu dengan orang2 yg suka jualin agamanya sendiri macam fpi,hti dkk

tujuan mereka ingin berkuasa dan berfoya2 bukan demi kemajuan agama islam itu sendiri.
Lha segolongan aja mereka musuhi padahal sesama muslim,apalagi mereka berkuasa.
Bisa jadi masyarakat hanya di suapi ayat bukan kesejahteraan seperti janji mereka.emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
steven.thereds dan 23 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Pasti bayaran bre.

emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Kader militan banteng
Tergantung penunggang bantengnya mo dibawa kemana emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
entop dan kakekane.cell memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Baru dengar nama lembaga surveynya punya siapa tuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Rindu alm Haryanto Taslam emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Survei dari lobang boolnya megataik kali :

kalau pdip hebat, tentu megatron menang pilpres 2004 dan 2009, tapi apa yg terjadi? Malah diludahin emoticon-Big Grin

jateng katanya kandang banteng, orang mega semua, kok bisa bisanya sby menang 2 kali di jateng. Artinya apa? Akar rumput pdip lebih suka sama sby daripada big mom emoticon-Big Grin

pdip ga sehebat seperti apa yg ts narasikan, percayalah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 19 balasan
Ane dl fans sapi ma kebo btw
Dan skrg jgn hrp ane pilih kedua partai ini! emoticon-Big Grin
Kebo suka maen drama
Sapi ibarat keluargaan ma Mrs Karen dan Mr Smarty Pants



profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Quote:


Megawati sendiri memang pecundang dia besar karena taufik qiemas suaminya segai think tank pdip.
Megawati dompleng ketenaran jokowi yang dibesarkan oleh medsos
Jokowi hormat karena pdip sebagai kendaraan politik selebihnya pdip dibiarkan kerdil oleh jokowi dengan medsosnya tanpa ada kader yang mumpuni untuk 2024
Pilpres 2024 nanti pemenangnya adalah calon yang mengendalikan medsos demgan buzer nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di