CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Demi Pulihkan Ekonomi, BI Guyur Market Rp 615 T dalam 6 Bulan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef84e16f4d6956f583a893b/demi-pulihkan-ekonomi-bi-guyur-market-rp-615-t-dalam-6-bulan

Demi Pulihkan Ekonomi, BI Guyur Market Rp 615 T dalam 6 Bulan

Demi Pulihkan Ekonomi, BI Guyur Market Rp 615 T dalam 6 Bulan

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan telah melakukan quantitative easing (QE) dengan menginjeksi likuiditas Rp 614,8 triliun ke pasar uang dan perbankan sampai dengan Juni 2020 (year to date).

Realisasi QE yang sebesar Rp 614,8 triliun tersebut sudah meningkat dibandingkan dengan QE yang dilakukan sampai dengan 8 juni 2020, yang tercatat sebesar Rp 605,5 triliun.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan injeksi likuiditas oleh BI tersebut dalam rangka mendorong efektivitas stimulus ekonomi di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

"Pemulihan ekonomi akan mendorong konsumsi masyarakat, produksi, dan investasi dunia usaha, baik bagi UMKM dan korporasi," jelas Perry dalam diskusi virtual, Sabtu (27/6/2020).

Perry merinci, QE yang dilakukan BI pada periode Januari-April 2020 sebesar Rp 415,8 triliun yang terdiri dari pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebesar Rp 166,2 triliun, term repo perbankan tercatat Rp 140 triliun, FX swap sebesar Rp 36,6 triliun dan untuk penurunan GWM rupiah sebesar Rp 53 triliun.

Sementara itu, pada periode Mei-Juni 2020, QE yang dilakukan BI telah mencapai sebesr Rp 199 triliun. Terdiri dari penurunan GWM rupiah hingga Mei tercatat sekitar Rp 102 triliun.

Kemudian langkah BI yang tidak mewajibkan tambahan giro bagi yang tidak memenuhi RIM sebesar Rp 15,8 triliun, kemudian term repo perbankan dan fx swap sebesar Rp 81,2 triliun.

BI memastikan, akan terus mencukupi likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional, khsusunya dalam rangka restrukturisasi kredit perbankan, yang saat ini ada di bawah tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami tambah likuiditas begitu besar, masalahnya kembali lagi kenapa likuiditas yang kami sudah gelontorkan di perbankan belum mengalir ke sektor rill," tuturnya.

Menurut Perry, untuk mendorong sektor riil memang sebenarnya hanya bisa dilakukan dengan stimulus fiskal. Karena dari sisi kebijakan, BI hanya bisa mendorong ekonomi dari sisi moneter, dengan penurunan suku bunga dan menstabilkan rupiah.

Oleh karena itu, ia menyambut langkah pemerintah untuk melakukan penempatan dana di Perbankan sebesar Rp 30 triliun, menurutnya langkah tersebut bisa mendorong gairah di sektor riil. Dengan demikian, ia menyebut bahwa kecepatan, respon kebijakan, harus juga diseimbangkan dengan akuntabilitas, transparansi dan efektivitas dari implementasi.

"Di samping itu pemerintah melakukan penempatan dana dari pemerintah ke perbankan untuk mendukung sektor riil. Ini jika total dan koordinasi benar-benar dilakukan," tuturnya.


link



"Kami tambah likuiditas begitu besar, masalahnya kembali lagi kenapa likuiditas yang kami sudah gelontorkan di perbankan belum mengalir ke sektor rill," tuturnya.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Coba di cek duitnya transit dmn dan di sunat brp byk?
Lihat 1 balasan
emang duitnya ada?
Lihat 1 balasan
Quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif, salah satu caranya, dengan menurunkan giro wajib minimum atau GWM.
Diubah oleh 54m5u4d183
ya ya ya... yg menikmati kucuran dana juga cukong2 besar aja, itupun pasti dipalak persenan dari kanan kiri. rakyat biasa mah kebagian ampas doang palingan. padahal penggerak roda perekonomian yg dominan sekarang justru UMKM


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di