CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Senja dari Jendela Sekolahku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef78764337f9362ed188e76/senja-dari-jendela-sekolahku

Senja dari Jendela Sekolahku

2005 - 2006

Disebuah sekolah

Aku melangkah terkantuk-kantuk menuju lantai 3 sekolah baruku. Ini sudah beberapa bulan sejak aku masuk sekolah ini. Berangkat pagi, pulang sore, bahkan sangat sore.

Aku harus bangun ekstra pagi untuk mengejar angkutan umum. Mengejar acara devosi pagi wajib sebelum mulai belajar. Katanya sih tujuannya untuk membangun mind and soul serta karakter sisanya.

Iya sih hampir seminggu 5x setiap pagi kadang siang dan sore aku dapat siraman rohani. Tapi ya gimana lagi. Aku tetap anak yang barbar.

Barbar adalah passion.

Aku dan teman-temanku adalah angkatan pertama di sekolah ini. Tahun ini kami masuk kelas X. Dengan ospek seadanya karena beberapa guru kami pun baru belajar jadi guru. Dan beberapa baru kali ini mengajar SMA. Kalau aku flashback lagi sebenarnya semua tahun itu baru belajar memulai hal baru. Kami sebagai siswa dari berbagai latar belakang sekolah, pergaulan dan kebiasaan. Serta mereka yang belajar menjadi guru SMA.

Aku masih ingat guruku bernama Miss S yang adalah Fresh Graduate dan masih sangat muda pada saat itu.

Yang masih sering menangis saat tingkah kami ga ada akhlak dan barbar. Sebenarya kelakuan kami sih gak barbar barbar amat sih. Level anak baik tapi kelakuan agak barbarlah.

Level paling barbar cuma bolos sekolah buat main bilyard dan datang ke sekolah dengan sepatu habis direndam minyak tanah. Karena ngambek minta sepatu baru. Sampai seluruh kelas bau minyak tanah. Sumpah kalo dipikir lucknut juga kelakuan temanku yang satu itu pada masa itu
emoticon-Recommended Seller

Guru kami yang murni mengajar SMA hanya beberapa orang. Sisanya adalah guru SMP dan SD yang diperbantukan mengajar. Seperti guru mandarin kami yang sangat cantik, yang entah kabarnya bagaimana sekarang.

Miss M yang mengajar Biologi, Mr R guru bahasa inggris yang juga mengajar SMP, juga seorang guruku yang akan aku ceritakan dalam kisah ini.

Bapak J yang mengajar Geografi dan Sejarah di kelasku.

Bapak J seorang pria berkumis yang stylenya bisa dibilang mirip Rano Karno. Beliau mengajar SMP juga yang letak kelasnya berseberangan dengan kelasku. Kalau aku tak salah ingat kami hampir 3 tahun berturut-turut diajar oleh beliau.

Beliau pria sederhana, tegas sekaligus lembut dalam mengajar. Hampir seluruh siswa yang diajarnya punya kesan baik termasuk aku dan adik-adiku. Serta beberapa sahabat lintas angkatanku. Terutama yang sejak SMP sudah bersekolah disitu. Atau masuk jurusan IPS saat SMA.

Pria yang hari ini kudengar beritanya telah dipanggil pulang oleh Bapa di Surga.

Hal yang paling kuingat adalah saat kelas X. Saat beliau masuk pelajaran Geografi di jam terakhir, tepat sebelum mata pelajaran olahraga.

Namanya juga anak-anak, kalau habis olahraga kadang nggak on time. Ada yang beli es dulu, ganti baju atau istirahat dulu. Jadi beliau harus menunggu sampai kami komplit dulu dikelas.

Biasanya kami ngobrol dulu atau membuka-buka materi atau PR jika ada. Pak J bukan tipe orang yang banyak bicara, tapi asik jika diajak diskusi dan bercanda.

Aku adalah orang yang sangat menyukai pelajarannya. Walau kadang asli deh aku suka ngantuk saat beliau menjelaskan materi. Terutama materi awal masa prasejarah. Dibandingkan materi-materi lain materi ini adalah materi paling membosankan.

Saat kelas XI kami pindah gedung. Pak J masih mengajar kami. Saat itu kelas kami berjendela lebar dan terletak di lantai 3. Menghadap barat dengan pemandangan rawa dan senja jika sudah beranjak sore. Saat bosan biasanya aku akan menatap keluar jendela. Menatap langit, rawa dan perumahan surya permata indah dan sekitarnya.

Atau menatap langit mendung gelap dengan hujan yang nampak jelas turun satu-satu karena kami berada di ketinggian.

Bekerjasama saat buat PR dan saling contek mencontek dalam ulangan bersama teman-temanku. Dimata pelajaran ini aku akan sangat pede buat bilang kalo saat itu aku jago di bidang ini. Beliau pasti tau kalau kami kadang saling mencontek. Tapi tidak pernah ada masalah.

Rasanya baru beberapa saat lalu. Kami diajarnya, melihatnya pulang dan pergi sekolah dengan motor sejenis GL pro bersama anak sulungnya yang juga saat itu bersekolah disini. Beliau yang selalu terlihat baik-baik saja di depan kami para muridnya.

Bapak J yang selalu menyenangkan dan berwibawa.

Bapak J yang dalam kesederhanaannya mencetak orang-orang sukses. Yang berhasil, dan yang paling utama dari semua itu, dia punya anak-anak yang sangat mencintainya. Anak-anak yang kehilangan saat ia kembali kerumah Bapa.

Anak-anak yang punya banyak memori baik tentangnya.
Anak anak yang selalu menjadi anak sekolah saat dengannya tak peduli dengan usia yang bertambah.

Hari ini aku jadi sadar, hidup adalah tentang menciptakan memori baik.

Hidup akan berharga apabila mencintai dan dicintai.

Hidup adalah tentang kebaikan tanpa batas walaupun diwujudkan dengan cara paling sederhana.

Pagi ini saat aku melihat instagram story temanku tentang berita pulangnya beliau. Otak ku berhenti sebentar. Kemudian aku menelpon salah satu sahabatku karena jariku bergetar. Aku tidak sanggup untuk mengetik di grup chat. Semuanya kaget, tidak menyangka beliau pulang secepat ini. Tapi kami berharap semoga Tuhan baik pada beliau dan keluarganya.

Semoga selalu baik dan tetap baik

Selamanya


profile-picture
bukhorigan memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di