CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Budaya /
DARI SIDOARJO KE SYDNEY FESTIVAL 2020
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef77cc0c820847ca8505092/dari-sidoarjo-ke-sydney-festival-2020

DARI SIDOARJO KE SYDNEY FESTIVAL 2020

DARI SIDOARJO KE SYDNEY FESTIVAL 2020

localproject.id- Tanggal 21-24 Januari 2020 menjadi momen bersejarah bagi Jumaadi dan Shadow Factory. Pasalnya pada waktu tersebut mereka terlibat menjadi salah satu bagian dari perhelatan besar tahunan di Sydney, Australia, yaitu Sydney Festival 2020. Grup yang beranggotakan delapan orang itu diundang oleh Mosman Art Gallery untuk menjadi salah satu bagian dari pameran tunggal Jumaadi dengan judul My Love is in an Island Far Away (cintaku jauh di pulau .red) di Mosman Art Gallery, Mosman, Sydney, NSW, Australia.


Jumaadi dan Shadow Factory adalah kelompok seni pertunjukan wayang kontemporer yang didirikan sejak 2016 silam di Sidoarjo, Jawa Timur. Pada kesempatan ini, Jumaadi dan Shadow Factory membawakan pertunjukan dengan judul The Island of Shadow, satu kisah fiksi yang berlatar pada peristiwa bersejarah di Pulau Run, Kepulauan Banda, Maluku tahun 1667. Bercerita tentang persaingan eksploitasi komoditas buah pala di Pulau Run oleh Inggris dan Belanda.



Akhir dari cerita tersebut adalah terjadinya pertukaran pulau jajahan oleh kedua belah pihak. Belanda menukarkan Pulau New Amsterdam atau sekarang lebih dikenal dengan Pulau Manhattan, New York kepada Inggris untuk Pulau Run.


Dalam pertunjukan The Island of Shadow ini, karakter-karakter wayang yang diciptakan oleh Jumaadi adalah karakter yang sering kita jumpai di setiap karyanya selama ini, seperti wanita berambut panjang, laki-laki yang mengenakan sarung, sapi, orang yang selalu membawa nanas di kepala, dan karakter-karakter lain dengan ragam absurditasnya. Singkat kata, dalam pertunjukan ini penonton seolah menyaksikan karakter-karakter yang selama ini diam di setiap karya Jumaadi, tiba-tiba keluar dan menjadi hidup. 


Materi yang digunakan oleh Jumaadi untuk menciptakan wayang pun beragam. Beberapa wayang menggunakan bahan kulit kerbau yang tentu saja untuk proses pembuatannya memiliki tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Sisanya menggunakan bahan dan proses yang sangat sederhana yaitu dengan kertas karton dan kertas gambar biasa yang mudah ditemukan di toko-toko alat tulis.


Dari segi pencahayaan, Jumaadi menggunakan overhead projector yang digunakan untuk merefleksikan bayang dari potongan wayang-wayang tersebut. Di sinilah menariknya! Cermin pemantul bayangan dari OHP yang luasnya hanya sebesar 28 cm persegi ini menjadi dunia dalam pertunjukan wayang tersebut. Dua operator wayang dalam pertunjukan tersebut menggunakan beragam teknik yang mampu memanipulasi ruang. Bagi penonton yang menyaksikan, teknik yang dilakukan tersebut menciptakan kesan bahwa ruang pada layar tersebut seolah sangat luas dan tanpa batas.


Dari segi musik, Suwandi Widianto sebagai komposer menggunakan beragam instrumen. Dari instrumen mainstream seperti gitar, biola, seruling, dan kendang, hingga instrumen yang anti mainstream seperti Kluntung (kalung sapi/kerbau), hingga mainan anak-anak.




Suwandi Widianto seorang komposer sekaligus dosen di STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) dengan fokus kajian musik karawitan. Pada pertunjukan ini, rasa musik tradisi Indonesia/Jawa memang cukup kental. Meskipun pada dasarnya secara keseluruhan instrumen musik yang dimainkan sangatlah beragam, namun sensasi tradisi sangatlah kuat. Seperti contoh di beberapa adegan kunci instrumen yang dimainkan menggunakan instrumen seperti shakuhachi, gitar, atau suara seriosa, namun tetap saja di keseluruhan pertunjukan sensasi musik tradisi Indonesia/Jawanya tidak bisa terlepas begitu saja.


Pameran My Love is in an Island Far Away sendiri dilaksanakan di dua tempat dengan waktu yang berbeda, yaitu di Mosman Art Gallery (4 Desember 2019 – 9 Februari 2020) dan Galeri Nasional Indonesia (13 Oktober – 3 November 2020). Acara ini didukung the Australian-Indonesian Institute (DFAT), Austrian Embassy, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Australia.


Meteor Rosada Amang Sanjaya

Kunjungi situs kami di LOCALPROJECT.ID

Diubah oleh meteorrosadaas


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di