CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITB
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef5ffada2d1950bad163bda/kerap-kritik-pemerintah-din-didesak-mundur-dari-mwa-itb

Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITB

Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITBJakarta, CNN Indonesia -- Ribuan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) mendesak Din Syamsuddin diberhentikan sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB. Din dianggap telah melanggar amanat statuta ITB dengan melakukan sejumlah tuduhan pada pemerintah.

Statuta adalah pedoman penyelenggaraan kegiatan yang biasanya dipakai sebagai acuan perguruan tinggi untuk membuat peraturan umum maupun akademik.

Dalam surat yang diterima CNNIndonesia.com, alumni ITB mengungkap sejumlah tindakan Din yang dinilai sebagai pelanggaran berat. Pertama, tuduhan Din yang menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) tidak jujur dan tidak adil saat proses sengketa Pilpres 2019.

"Pernyataan politis yang konfrontatif ini dilontarkan saat yang bersangkutan belum dua bulan menyandang status sebagai anggota MWA ITB," seperti dikutip dari salinan surat, Jumat (26/6).

Dugaan pelanggaran berikutnya adalah tuduhan Din yang menyebut pemerintah Indonesia otoriter dan represif. Hal ini disampaikan Din saat menjadi pembicara kunci pada sebuah webinar yang digelar 1 Juni lalu.

Dalam webinar tersebut, Din menyatakan pemerintah otoriter dengan menyebut, 'terus terang kita terganggu jika ada rezim yang cenderung otoriter, represif, dan anti kebebasan berpendapat'.

"Dapat disimpulkan yang dimaksud rezim otoriter, represif, adalah pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo karena menggunakan kata 'kita' yang merujuk pada dirinya sendiri dan semua peserta webinar," jelasnya.

Selain pernyataan tersebut, alumni ITB juga mempersoalkan pernyataan Din yang menyinggung soal tuduhan sistem kediktatoran konstitusional kepada pemerintah. Pernyataan ini didasarkan pada penerbitan Perppu soal penanganan corona yang diteken Jokowi beberapa waktu lalu.

Namun pernyataan Din itu dinilai telah menuduh pemerintahan di bawah Jokowi berubah sebagai pemerintah diktator dan tak mampu menjadi pemimpin yang baik.

Alumni ITB menilai Din secara konsisten selalu mengambil sikap yang berlawanan dengan pemerintah. Berbagai sikap itu juga menunjukkan keinginan Din agar terjadi konflik dengan pemerintah.

"Prof Din tak segan menyerang pemerintahan Jokowi dengan melancarkan tuduhan negatif yang tak cukup punya validitas," ucapnya.

Din juga dinilai memiliki tendensi melontarkan pernyataan yang berisiko menciptakan konflik di masyarakat. Pernyataan-pernyataan tersebut juga cenderung berkarakter radikal karena bernada provokatif, khususnya kepada umat muslim Indonesia agar melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah.

"Prof Din juga ditengarai memiliki antipati tertentu terhadap figur Presiden Jokowi yang saat ini secara resmi dan sah menjabat sebagai pemimpin tertinggi NKRI".

Alumni ITB menilai berbagai sikap dan pernyataan Din itu telah melanggar PP Nomor 65 Tahun 2013 yang menjelaskan bahwa anggota MWA harus memenuhi syarat memiliki rekam jejak baik dalam kehidupan bermasyarakat dan akademik. Seorang anggota MWA juga harus mempunyai kemampuan membangun hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan ITB.

"Komunikasi publik Prof Din yang masuk ke ranah politik praktis anti pemerintah dan menghasut rakyat, jelas tidak sejalan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang anggota MWA ITB."

Desakan pemberhentian Din sebagai anggota MWA ini telah ditandatangani 1.335 orang alumni ITB pada Kamis (25/6) kemarin. Para alumni ini tergabung dalam Alumni ITB Anti Radikalisme Lintas Agama dan Jurusan.

Sementara itu, Din enggan menanggapi lebih lanjut saat disinggung soal desakan pemberhentian dirinya.

"Maaf, enggak ada waktu menanggapi," ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...r-dari-mwa-itb

Quote:


Malu bukan kemaluan...

Budayakan malu tuk semangatkan energi positip.

Ketika kita malu bisa jadi kita merasa tidak lebih tinggi dari orang lain.

Ketika kita malu bisa jadi kita bisa beretika menjaga sikap sopan santun kita.

Ketika kita malu bisa jadi kita merasa banyak kekurangan.

Ketika kita malu bisa jadi kita intropeksi diri dengan apa yg kita lakukan.

Hanya kemaluan yg tidak punya malu karena memang bukan bawaan pikiran tapi bawaan fisik sejak lahir.

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zukii.vixii dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gabener.edan
Halaman 1 dari 2
Trus apa salahnya Prof. DR. KH. Din Syamsuddin. Beliau itu adalah salah satu ulama rujukan kami dalam menegakkan Khilafah di Indonesia. Emang cuma kayak gini harus dipecat? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kadrun.impor dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
hapuk liyur! emoticon-Perancis
profile-picture
profile-picture
samsol... dan gabener.edan memberi reputasi

Akademisi tentu saja berhak mengkritik pemerintah, dengan fakta2 dan bukti2 yg nyata dan sahih.

Kalau sekedar melontarkan isu dan menuduh tanpa dasar, misalnya penyebut pemerintah (Jokowi) bersenang2 di atas penderitaan rakyat waktu konser Bimbo dulu, apa bedanya dengan kadrun yg demo di jalanan?




emoticon-Matabelo Di sini kelihatan Din adalah sekedar bagian dari kadrun anti Jokowi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jurumudi75 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh qavir
Lihat 2 balasan
Tar ngelesnya alumni yg mana?

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Bila kita melihat sejarah, maka kita bisa bercermin pada "Timor Leste" yang bergembira berhasil memisahkan diri dari Indonesia berkat Australia!.

Kita bisa melihat hasilnya saat ini sumber utama minyak mereka di sedot Australia, bahkan Australia ingin menyedot sumber tersebut sampai kering dengan memasang bug bug untuk mendengarkan rapat dewan di timor leste agar mempunyai kemampuan lebih dominan saat negosiasi kontrak, tidak hanya itu ketika hal tersebut ketahuaan Australia menggunakan cara cara kotor lain nya misalnya tehnology pengangkatan minyak tersebut berharga mahal Australia ingin timor leste mampu menanggung bagian dari technology tersebut yang tentunya timor leste tidak mampu membayarnya hingga harus mencari investor lain nya!

Bisa terlihat negara kecil seperti "Timor leste" di bully habis habisan oleh Australia pertama memang sangat manis sampai di hisap ke tulang sumsum!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh daimond25
https://m.merdeka.com/peristiwa/din-syamsudin-bagi-saya-air-kemasan-itu-haram.html
profile-picture
profile-picture
samsol... dan jeffm12 memberi reputasi
Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITB
profile-picture
profile-picture
samsol... dan vegasigitp memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Dah ga heran dgn kelakuan mbah dimemoticon-Najisemoticon-Najis
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kalau mundur gantinya in aje bre

Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITB
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Kerap Kritik Pemerintah, Din Didesak Mundur dari MWA ITB
Copot aja udahemoticon-Ngacir.
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Drun Syamsuddin
profile-picture
profile-picture
samsol... dan jeffm12 memberi reputasi
'terus terang kita terganggu jika ada rezim yang cenderung otoriter, represif, dan anti kebebasan berpendapat'.

"Dapat disimpulkan yang dimaksud rezim otoriter, represif, adalah pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo karena menggunakan kata 'kita' yang merujuk pada dirinya sendiri dan semua peserta webinar".

Kesimpulannya kok loncat banget gitu. Lagian MWA itu bukan ASN dan tidak terikat UU ASN, kritik boleh saja lah apalagi sejak dl fungsi PT itu buat alat kontrol pemerintah. Toh Ade Armando yg dosen & ASN sah2 saja klo mau kritik pejabat publik.
Lihat 5 balasan
mukamadieh.... banyakk kadrunnye sekarang...
profile-picture
profile-picture
samsol... dan gojira48 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
kasihan mahasiswanya
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Alumni ITB kan kebanyakan teknik, yg baru di zaman Jokowi lah pembangunan infrastruktur berlangsung masif dan tentu saja alumni ITB sangat diuntungkan.

Eh lha kok ada yg menghujat2 pemerintah, bisa hilang rejeki tuh
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Diubah oleh larapeequer
kadrun satu ini bikin malu nama itb yang terkenal akan kecerdasan dan keprofesionalannya, akhirnya harus jadi kadrun otak udang cuma karena petingginya dimabok agama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ogahruwet dan 2 lainnya memberi reputasi
Pengalaman dan deretan gelar seharus linear dengan pola pikir dan semakin mengayomi seluruh elemen bangsa lintas generasi dan agama.
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Ane sih g tau ya sebobrok apa sisi yudikatif negara Ini, mungkin agan disni mau kasih tau ato seenggaknya ngewhistleblower lah kasih insight ke ane apakah MK MA rawan tersusupi
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di