CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Makin Merajalela, Sudah 6,4 Juta Pekerja Kena PHK Imbas Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef5de8a10d2957db15d09a5/makin-merajalela-sudah-64-juta-pekerja-kena-phk-imbas-corona

Makin Merajalela, Sudah 6,4 Juta Pekerja Kena PHK Imbas Corona

Makin Merajalela, Sudah 6,4 Juta Pekerja Kena PHK Imbas Corona

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mencatat ada 6,4 juta karyawan yang di-PHK atau dirumahkan akibat wabah Covid-19.

Jumlah tersebut melebihi data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menyebut karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan berkisar 2,9 juta orang pada Mei 2020.

Beberapa asosiasi industri sudah melaporkan data karyawan yang telah di-PHK dan dirumahkan. Antara lain asosiasi tekstil 2,1 juta karyawan, pengusaha angkutan darat yang tergabung di Organda sebanyak 1,4 juta karyawan, serta asosiasi alas kaki dan elektronik masing-masing 250.000 karyawan.

Baca juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar

Rosan menuturkan anggota asosiasi hotel juga telah merumahkan dan ada karyawan di-PHK sebanyak 430.000 orang. Selain itu, sebanyak 20.000 hotel tutup dan sebagian besar berada di Jawa Barat.

Meski demikian, dia mengaku perusahaan lebih memilih untuk merumahkan pekerja dibandingkan melayangkan PHK. Hal itu karena, perusahaan tidak sanggup membayar pesangon karena tidak ada pemasukan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Ini Berbagai Upaya Kemenaker Guna Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

"Angka terus bertambah setiap bulan. Asosiasi penyedia jasa satpam pada April hanya merumahkan 10%. Sebulan kemudian datanya naik jadi 60%. Perlu diingat, data ini baru sektor formal. Pekerja di sektor informal pasti lebih banyak yang di-PHK atau dirumahkan," jelas dia dilansir dari Solopos, Jumat (26/6/2020).

Oleh sebab itu, dia tidak heran ketika hasil survei SMRC mencatat ada 79% responden menginginkan kebijakan new normal diberlakukan saat ini. Sisanya atau 14% meminta agar pemerintah menunda new normal.

link


Meski demikian, dia mengaku perusahaan lebih memilih untuk merumahkan pekerja dibandingkan melayangkan PHK. Hal itu karena, perusahaan tidak sanggup membayar pesangon karena tidak ada pemasukan akibat pandemi Covid-19.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zukii.vixii dan 2 lainnya memberi reputasi
dan pemerintah pun ga peduli
yg gue takutin kerusuhan sosial kek di amrik
ini lagi bodoh, malah sibuk mikirin ideologi
ato sengaja buat isu buat tutup yg lain
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan soda.water memberi reputasi
Quote:


Dirumahkan tanpa kejelasan kapan masuk kerja lagi, akhirnya karyawan memilih mengundurkan diri karena memilih bekerja diperusahaan lain walau statusnya cuma jadi buruh harian dan kebanyakan kerja serabutan emoticon-Mewek
itulah yang sekarang terjadi di perusahaan tempat ane kerja emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 2 lainnya memberi reputasi
Umkm sih tetep jalan, tukang baso tetep jualan, sentra kaoskaki di daerah ane masih jalan, tukang baso masih dagang, omzet jelas turun, tapi buat sehari2 masih bisalah...
Kalo gak ada umkecil, udah bablas angine
profile-picture
DoDoLanDoDoL memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kayaknya negara sebesar Indonesia memang susah. Kita cuma bisa berharap vaksin. PSBB gak bisa sukses.
profile-picture
gigbuupz memberi reputasi
temen sekantor mulai si kurangin yang 45 ke atas. Menyusul sampai akhir tahun kalau tetap begini mau tidak mau ya.. gitu deh. Harus cepet ambil manuver dari sekarang kalo nggak mau pusing.

Lebih miris lagi ada perusahaan yang ngerumahin karyawan sistem lotre.. Karena takut dinilai pilih kasih..
profile-picture
gigbuupz memberi reputasi
Diubah oleh avsel
Isi doank itu mah, jangan dipercaya emoticon-Leh Uga
Tinggal bikin isyu baru, new issue
Meski demikian, dia mengaku perusahaan lebih memilih untuk merumahkan pekerja dibandingkan melayangkan PHK. Hal itu karena, perusahaan tidak sanggup membayar pesangon karena tidak ada pemasukan akibat pandemi Covid-19.
Ya karena pesangonnya pak, Pesangon kita terlewat tinggi. Mending kita rumahkan saja. Bayar gaji pokok saja. Tapi kalau deal dealan ya bisa 1/2 gaji pokok. Kalau mereka resign ya lebih bagus lagi. Kita ga perlu bayar pesangon.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan 2 lainnya memberi reputasi
ngojol aja dulu sementara
ironi
Pas situasi begini bagaimana sikap serikat pekerja?

Semoga dengan pengalaman pandemi ini para buruh atau pekerja bisa lebih bersyukur dengan pendapatan yg didapatkan dr pekerjaannya, tidak sering demo.
profile-picture
Dewa2424 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


bakalan lebih farah dari 98 nanti emoticon-Takut

Quote:


Waktu masih kerja di kantor ..kebanyakan org kantoran fade songong ... Hidup bermewah2 ..lagak cukong.
Begitu ada corona ..fade mewek terkaing2 ..karna tabungan kaga ada

Makanye jangan lufa menabung ..biarfun 1000 rp / hari .

bawah ane lg mewek terkaing2 bayar cicilan rumah mewah dan motro ninja emoticon-Ngakak

trus kudu bijimane???
Apakah TS juga salah satu korban yang dirumahkan?
keliatan ko di bawah masih pada muter. ya cukup la.
Semoga aja pemasukan dari perusahaan² yang terkena corona bisa cepet stabil lagi dan karyawannya dapat bekerja normal kembali 🤧🙏


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di