CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Do It Yourself /
Ga Hanya dari Kain Aja, Masker Juga Ada yang Terbuat dari Kulit Terong Loh!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef5ce879a972e0e2d023571/ga-hanya-dari-kain-aja-masker-juga-ada-yang-terbuat-dari-kulit-terong-loh

Ga Hanya dari Kain Aja, Masker Juga Ada yang Terbuat dari Kulit Terong Loh!

Ga Hanya dari Kain Aja, Masker Juga Ada yang Terbuat dari Kulit Terong Loh!

Saat ini kita harus selalu menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar rumah, khususnya ketika kita berada di ruang publik dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dilakukan demi mencegah diri agar tidak tertular virus corona. Ketika awal mula corona muncul, ketersediaan masker di pasaran menipis sehingga harga yang ditawarkan pun melonjak hingga lebih dari 10 kali lipat harga normal. Kondisi inilah yang akhirnya membuat orang-orang menciptakan maskernya sendiri.

Sejauh ini sebagian besar masker dibuat dari bahan kain dengan berbagai macam model. Kain dipilih karena akan jauh lebih murah dan juga dapat digunakan berkali-kali setelah dicuci. Yap! Memang benar kalau sebagian besar masker terbuat dari kain, tapi ga semuanya loh. Ada juga masker yang terbuat dari bahan-bahan tak terduga seperti yang bakal ane jelasin kali ini.

Banyak orang menciptakan masker dengan inovasi-inovasi yang unik, salah satunya seperti yang dilakukan oleh chef asal Yordania yang bernama Omar Sartawi. Melalui inovasinya, Omar menciptakan masker ramah lingkungan yang ia buat dari bahan sayuran, yaitu kulit terong.

Ga Hanya dari Kain Aja, Masker Juga Ada yang Terbuat dari Kulit Terong Loh!

Masker kulit terong yang diciptakan oleh Omar harus melalui proses pengolahan sedemikian rupa terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat digunakan sebagai masker. Awalnya kulit terong akan diolah menggunakan garam agar tekstur kulit terong ini berubah seperti tekstur kulit hewan. Kulit terong akan direndam dengan suhu tertentu sampai teksturnya berubah seperti tektur kulit hewan. Setelah melalui proses tersebut, kulit terong pun dikeringkan.

Masker terong ini bukanlah ciptaan Omar seorang, ia berkolaborasi dengan desainer Nejla Asem dan Salam Dajani untuk membuat tampilan masker terongnya menjadi lebih cantik dan juga indah. Mereka pun menggabungkan kulit-kulit terong ini dengan dijahit dengan menggunakan benang katun. Benang katun ini dipilih agar masker dapat awett, tahan ama, dan juga kuat.

Oh iya, masker dari kulit terong ini ga akan membuatmu kepanasan dan sulit bernafas saat menggunakannya, pokoknya kalian akan nyaman deh. Tapi meskipun diklaim sangat nyaman ketika digunakan, masker ini masih belum teruji apakah aman untuk mencegah diri percikan droplet serta apakah bisa dicuci dan digunakan berulang-ulang dalam jangka panjang.



SUMBER
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 5 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
busyeddd, buat makan aja mending wkwkwk
serem
wagelaseh
profile-picture
didit.d memberi reputasi
Unik ya. kalau diwarnai jadi ungu, putih atau item lbh bagus tampilannya emoticon-Shakehand2
ko serem sih bentuk.a gan
Lihat 1 balasan
woww keren ya
baguss sih tp seperti ada yg aneh ga sih tp overall kreatiffff
tuh khan kreatif kreatiif zaman sekarang.. hehehe
wah tp udah ada penelitiannya gt blm ya gan tingkat efektivitasnya seperti apa gt
Inovasi baru emoticon-Jempol
widihhhhh inovasi sih ini
dari kulit terong dongggg keren222222
tapi serem juga sih yakkk, mengkerut2 gitu
gimana tuhhh apa ga basi yakkkk
apa kaga busuk tuh nanti? ya unik sih.. inovatif juga.. tp gk yakin deh bakal disukai banyak orang..
itu diawetin maksudnya ya? lama lama ada masker dr sayuran lainnya. kaya kulit pisang, kulit kesemek, am kulit bawang
kira" baunya kek apa ya?🤨
Ide bagus, mungkin setelah ini ada perusahaan yang meneliti lebih jauh tentang masker ini dan segera diproduksi massal.
wah keren banget nih inovasi nyaa wkwk yang penting aman aja nih gan sis buat semua orangg mantaapp
keren banget nih inovasi nya mungkinbisa dimembangkan lagi dan bisa nih dijual buat semua orangg
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di