CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef575bcb84088612e280d2f/denny-siregar-riwayat-kadrun-di-indonesia

Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia

Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia

Denny Siregar Pegiat Sosial Media

Banyak yang bertanya, "Apa sih, Bang, maksudnya Kadrun itu?" Kalau dapat pertanyaan begini, saya pasti ngakak. Soalnya lucu. Menyebutkannya saja sudah lucu, apalagi melihat orang-orangnya. Oke, oke, saya pengin serius, mau menjelaskan bagaimana istilah kadrun ini berawal.

Seperti kita tahu sejak reformasi tahun 1998, mendadak di sekeliling kita banyak orang sibuk beragama tapi dengan kekerasan. Mereka bahkan dengan teganya mengucapkan kalimat Tuhan Maha Besar, dengan melakukan perusakan di mana-mana.

Dan ciri mereka rata-rata sama, berpakaian gamis dengan cengkok bicara kearab-araban. Jenggotnya ada yang tebal, ada yang panjang, tapi ada juga yang cuma selembar. Mereka rata-rata fanatik, kurang pintar, dan selalu menganggap dirinya paling benar.

Makin ke sini mereka makin brutal. Apalagi di masa pemerintahan Jokowi, kelompok berbaju agamis ini kelihatan sekali dikendalikan kelompok politik yang di belakangnya ada mafia yang rela mengucurkan dana besar-besaran, untuk menekan pemerintahan melalui aksi massa.

Dan masalah besar lainnya adalah kelompok seperti ini selalu mengatasnamakan umat Islam. Mereka seolah-olah mewakili agama Islam dalam melakukan kerusakan, sehingga nama Islam tercoreng di mana-mana sebagai agama yang bodoh dan barbar, seperti mereka.

Tentu itu membuat banyak orang yang beragama Islam seperti saya tidak sudi disamakan atau berada di satu barisan dengan mereka. Enak saja, kita ini Islam moderat, yang ramah dan menjunjung tinggi Nusantara dengan segala keragamannya. Kita beragama dengan akal, bukan dengan doktrin dari ustaz-ustaz palsu yang penuh kepentingan dan suka mengkapitalisasi kebodohan.

Nah, kelompok orang yang beragama Islam moderat ini mencoba memisahkan mana emas dan mana kotoran. Jangan sampai ada kelompok-kelompok yang mengklaim agama Islam dan mereka pakai sesuai kepentingan mereka. Dan akhirnya sesudah perdebatan cukup panjang di media sosial dengan nama-nama yang unik untuk mereka, terpilihlah istilah kadrun sebagai sebutan yang ikonik dan mudah diingat.

Kadrun itu singkatan dari Kadal Gurun, seekor kadal yang hidup di Timur Tengah, di padang pasir. Dia selalu bersembunyi di dalam pasir, mengintip-ngintip situasi, dan baru keluar kalau ada nasi bungkus, eh makanan. Mirip kan?

Kita beragama dengan akal, bukan dengan doktrin dari ustaz-ustaz palsu yang penuh kepentingan dan suka mengkapitalisasi kebodohan.

Saya juga baru tahu ternyata oleh orang-orang Arab sendiri, kadal itu dimakan, dagingnya katanya enak meskipun saya pasti geli kalau disuruh mencoba. Dan akhirnya karena banyak kemiripan antara kadal gurun di Arab sana dengan "kadal gurun" yang banyak di sini, akhirnya istilah itu populer.

Dan dengan populernya istilah itu, maka terpisahlah antara agama Islam dengan orang yang memanfaatkan agama Islam untuk kepentingan politik kelompoknya. Seperti waktu pilpres kemarin, di mana sekelompok kadal gurun bisa bermutasi jadi kampret ketika ada maunya.

Stigmatisasi ini sangat penting, karena di banyak negara model-model seperti kadal gurun ini berkembang dan mereka mengatasnamakan Islam. Dan yang mereka lakukan membangkitkan kebencian terhadap agama Islam sehingga muncul istilah Islamphobia. Kebencian banyak orang terhadap kelompok kadal gurun ini akhirnya menimbulkan korban jiwa yang tidak berdosa seperti yang dulu terjadi di Christchurch, Selandia Baru.

Jadi sudah paham kan, kenapa istilah kadal gurun itu harus ada? Ini bukan mengkotak-kotakkan anak bangsa, tapi sebuah simbol penting yang harus dilakukan supaya tidak ada kelompok apa pun yang bisa mengatasnamakan agama yang suci, untuk kepentingan jahat mereka.

Jadi buat Anda yang merasa sebagai kadrun, bertobatlah kawan. Islam itu agama damai, seharusnya menjadi rahmat bagi semesta alam, sesuai apa yang diusung Nabi Muhammad SAW. Jangan pernah memfitnah beliau dengan menampilkan kekerasan mengatasnamakan ajaran yang beliau bawa. Kalau itu yang kalian lakukan, catat ya, saya dan banyak orang yang beragama Islam lainnya akan melawan kalian.

Karena kalian harus dilawan, kalau kalian berkembang kalian akan membawa kehancuran untuk negeri tercinta ini yang didirikan dengan keragaman dalam simbol Bhinneka Tunggal Ika.

https://www.tagar.id/denny-siregar-r...n-di-indonesia

Quote:




Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia

Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia


Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nyong.eq dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh joko.win
Halaman 1 dari 3
Riwayat Kadrun di Indonesia Oleh Bapak Cebong Se-Indonesia. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lsenseyel dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 17 balasan
masih ada aja yang denger omongan denny siregar ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Mereka bahkan dengan teganya mengucapkan kalimat Tuhan Maha Besar, dengan melakukan perusakan di mana-mana.

ternyata bisa membuat nyali bertambah. emoticon-2 Jempol emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamtheking dan 5 lainnya memberi reputasi
Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia
ngeri diblang ada corona malah dibilang cuma isu

tar lagi paling ada yang bilang gw kadrun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
limhongwen dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sosismalam
Lihat 6 balasan
oalah drun kadrun, itu lah riwayat mu dulu
Post ini telah dihapus oleh KS06
btw percuma sih kadrun kadrun cebang cebong saling ngebuzzerin junjungannya masing masing
rakyat udah kau kok
mau lu serang 1 figur abis abisan gabakal ngaruh yang benci dan gabisa berpikir objektif juga itu itu aja sebenernya
bsh pllgub dki sama bsh pilpres
yang beneran punya akal sehat sudah tau kok yang salah siapa
profile-picture
Aparatkaskus memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ini bukan hinaan cuma ejekan tapi sakitnya tujuh turunan, karena mereka terlahir dari orang jahat yg kagak diapaapain tapi merasa tersakiti emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 4 lainnya memberi reputasi
Si deni ini anaknye siape sih? Kok kayaknya tidak diinginkan lahir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anti.suap dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan

Denny Siregar: Riwayat Kadrun di Indonesia
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan threelines.corp memberi reputasi
siapa sih dia
banyak kadrun ke trigger emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yosegratian dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lettu.joko
Lihat 1 balasan
Ibarat tim sepakbola emoticon-Big Grin
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Kadrun kadrun pikirin aja bayar upeti ke saudi ngapain mikirin demo demo anarkis kagak jelas
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi

Yg ngggak suka baca panjang2 mungkin lebih suka dengerin dan nonton videonya emoticon-Salaman





emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
Da Menace dan lupis.manis memberi reputasi
Diubah oleh qavir
Lihat 1 balasan

Banyak kadrun kebakaran jenggot nih disenggol Desi lagi emoticon-Ngakak


Dulu juga istilah kampret dan sebelumnya nasbung juga melalui sejarah seperti ini hingga terciptalah ungkapan itu.
emoticon-Kaskus Banget
kadal gurun....


emoticon-Leh Uga
Quote:


loh denny kan nabinya TS coba lihat thread yang selalu dibuat
dasar kadrun emoticon-Ngakak

Ini baru namanya AGAMA.

7 Ajaran Utama Buddha, Agama Paling Damai di Dunia

Jakarta - Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya. Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahanNya. Inilah alasan mengapa kita, seorang Buddhis, menganggap ajaran Buddha sebagai jalan hidup tertinggi.

Apa sajakah keunggulan-keunggulan yang menumbuhkan kekaguman kita terhadap ajaran Buddha?

1. Ajaran Buddha tidak membedakan kelas / kasta
Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu kepercayaan. Seseorang baik atau jahat karena perbuatannya. Dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah ia raja, orang miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau mencapai Nibbana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun kepercayaannya.

2. Ajaran Buddha mengajarkan belas kasih yang universal
Buddha mengajarkan kita untuk memancarkan metta (kasih sayang dan cinta kasih) kepada semua makhluk tanpa kecuali. Terhadap manusia, janganlah membedakan bangsa. Terhadap hewan, janganlah membedakan jenisnya. Metta harus dipancarkan kepada semua hewan termasuk yang terkecil seperti serangga.

3. Dalam ajaran Buddha, tidak seorang pun diperintahkan untuk percaya
Sang Buddha tidak pernah memaksa seseorang untuk mempercayai ajaranNya. Semua adalah pilihan sendiri, tergantung pada hasil kajian masing-masing individu. Buddha bahkan menyarankan, “Jangan percaya apa yang Kukatakan kepadamu sampai kamu mengkaji dengan kebijaksanaanmu sendiri secara cermat dan teliti apa yang Kukatakan.” Ajaran Buddha tidak terlalu dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan dan kritik-kritik terhadap ajaranNya. Jelaslah bagi kita bahwa ajaran Buddha memberikan kemerdekaan atau kebebasan berpikir.

4. Agama Buddha mengajarkan diri sendiri sebagai pelindung
Buddha bersabda, “Jadikanlah dirimu pelindung bagi dirimu sendiri. Siapa lagi yang menjadi pelindungmu? Bagi orang yang telah berlatih dengan sempurna, maka dia telah mencapai perlindungan terbaik.”

Ini bisa dibandingkan dengan pepatah bahasa Inggris, “God helps those who help themselves” –Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri. Inilah ajaran Buddha yang menyebabkan umat Buddha mencintai kebebasan dan kemerdekaan, dan menentang segala bentuk perbudakan dan penjajahan.

Buddha tidak pernah mengutuk seseorang ke neraka atau pun menjanjikan seseorang ke surga, atau Nibbana; karena semua itu tergantung akibat dari perbuatan tiap-tiap orang, sementara Buddha hanyalah guru atau pemimpin. Seperti tertulis dalam Dhammapada, “Semua Buddha, termasuk Saya, hanyalah penunjuk jalan.” Pilihan untuk mengikuti jalanNya atau tidak, tergantung pada orang yang bersangkutan.

5. Ajaran Buddha adalah ajaran yang suci
Yang dimaksudkan di sini adalah ajaran tanpa pertumpahan darah.
Dari awal perkembangannya sampai sekarang, lebih dari 2500 tahun –ajaran Buddha tidak pernah menyebabkan peperangan. Bahkan, Buddha sendiri melarang penyebaran ajaranNya melalui senjata dan kekerasan.

6. Ajaran Buddha adalah ajaran yang damai dan tanpa monopoli kedudukan
Dalam Dhammapada, Buddha bersabda, “Seseorang yang membuang pikiran untuk menaklukkan orang lain akan merasakan kedamaian.” Pada saat yang sama, Beliau memuji upaya menaklukkan diri sendiri. Beliau berkata, “Seseorang yang menaklukkan ribuan orang dalam perang bukanlah penakluk sejati. Tetapi seseorang yang hanya menaklukkan seorang saja yaitu dirinya sendiri, dialah pemenang tertinggi.”

Di sini, menaklukkan diri sendiri terletak pada bagaimana mengatasi kilesa (kekotoran batin). Andaikan semua orang menjadi umat Buddha, maka diharapkan manusia akan beroleh perdamaian dan kebahagiaan. Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus dianggap sebagai sahabat atau saudara dalam kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian. Beliau juga mengajarkan semua umat Buddha untuk tidak menjadi musuh orang-orang tidak satu keyakinan atau pun menganggap mereka sebagai orang yang berdosa. Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang hidup dengan benar, tak peduli kepercayaan apapun yang dianutnya, mempunyai harapan yang sama untuk memperoleh kebahagiaan di kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang. Sebaliknya, siapapun yang menganut ajaran Buddha tetapi tidak mempraktikkannya, hanya akan memperoleh sedikit harapan akan pembebasan dan kebahagiaan.

Dalam ajaran Buddha, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencapai kedudukan yang tinggi. Dengan kata lain, setiap orang dapat mencapai Kebuddhaan.

7. Ajaran Buddha mengajarkan hukum sebab dan akibat
Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu muncul dari suatu sebab. Tiada suatu apapun yang muncul tanpa alasan.

Kebodohan, ketamakan, keuntungan, kedudukan, pujian, kegembiraan, kerugian, penghinaan, celaan, penderitaan –semua adalah akibat dari keadaan-keadaan yang memiliki sebab.

Akibat-akibat baik muncul dari keadaan-keadaan yang baik, dan akibat buruk muncul dari penyebab-penyebab buruk pula. Kita sendiri yang menyebabkan keberuntungan dan ketidakberuntungan kita sendiri. Tidak ada Tuhan atau siapapun yang dapat melakukannya untuk kita. Oleh karena itu, kita harus mencari keberuntungan kita sendiri, bukan membuang-buang waktu menunggu orang lain melakukannya untuk kita. Jika seseorang mengharapkan kebaikan, maka dia hanya akan berbuat kebaikan dan berusaha menghindari pikiran dan perbuatan jahat.

Prinsip-prinsip sebab dan akibat; suatu kondisi yang pada mulanya sebagai akibat akan menjadi sebab dari kondisi yang lain, dan seterusnya seperti mata rantai. Prinsip ini sejalan dengan pengetahuan modern yang membuat ajaran Buddha tidak ketinggalan zaman daripada kepercayaan-kepercayaan lain di dunia.

“Dhamma itu indah pada awalnya, indah pada pertengahannya dan indah pada akhirnya”

Sumber: [url]https://indonesianbuddhistsociety.wo...aran-buddha-2/[/url]
Bonus:


Namo Buddhaya Namo Buddhaya Namo Buddhaya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
14crownroyal dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Nyari uang deng menjilat

Kita langsung ingat siapa orangnya
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di