CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Peri Tanpa Sayap : A Story About A Little Girl Who Wanna Be Fairy
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef574ee28c9912e2078b937/peri-tanpa-sayap--a-story-about-a-little-girl-who-wanna-be-fairy

Peri Tanpa Sayap : A Story About A Little Girl Who Wanna Be Fairy

Alkisah seorang anak perempuan yang berumur lima tahun. Anak perempuan ini sangat takut terhadap kegelapan. Oleh karena itu, dia berkeinginan menjadi peri cahaya yang akan menerangi seluruh dunia. Keinginan tersebut muncul sejak ibunya membacakan dongeng tentang peri yang suka membantu manusia. Setelah ibunya selesai membacakan dongeng tersebut, dia dengan lantangnya berkata kepada ibunya bahwa dia akan menjadi peri cahaya. Hari esok adalah akhir pekan sekaligus hari ulang tahunnya. Malam ini dia tidur lebih cepat dari biasanya agar dapat bangun lebih pagi.
Keesokan harinya, dia bangun lebih pagi seperti yang dia harapkan meskipun tidak sepagi orang tua dan kakak-kakaknya. Dia langsung menuju kamar mandi, lalu mandi dengan sampo dan sabun yang sangat banyak agar tubuhnya sangat wangi. Setelah itu, dia kembali ke kamarnya dan memilih gaun yang paling indah untuk dikenakan. Selagi dia sibuk memilih gaun, orang tua dan kakak-kakaknya sibuk menyiapkan camilan, kue, kado, dan dekorasi pesta untuk merayakan ulang tahunnya. Setelah semuanya selesai, mereka hanya tinggal menunggu tamu berdatangan saja.
Setelah hari mulai siang, tamu-tamu yang didominasi oleh anak kecil mulai berdatangan dengan kado mereka masing-masing. Anak perempuan tersebut sangat senang karena pestanya akan sangat meriah karena dihadiri oleh banyak tamu. Keluarga si anak perempuan juga menyewa badut pesta untuk menambah kemeriahan pesta. Tawa anak-anak dimana-mana, camilan yang enak, dan kado yang sangat banyak membuat si anak perempuan menjadi bahagia hingga tiba waktu meniup lilin kue ulang tahun dan mengucap permohonan. Sebelum dia meniup lilin, dengan lantangnya dia berteriak kepada keluarga dan para tamu bahwa suatu hari dia akan menjadi peri cahaya. Keluarga dan para tamu tidak bisa menahan gelak tawa setelah mendengar permohonan si anak perempuan. Namun, si anak perempuan tidak memerdulikannya. Pesta hari ini benar-benar meriah dan dipenuhi canda-tawa. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan dan tidak terlupakan bagi si anak perempuan.
Keesokan harinya, ketika di sekolah, terdapat pelajaran PJOK. Seluruh murid di kelas pun keluar untuk berolahraga. Ketika sedang lari untuk pemanasan, salah seorang siswi terjatuh, lalu dia pun mulai menangis. Si anak perempuan pun mendekatinya, lalu dengan wajah polosnya, dia menyemangati siswi tersebut. Siswi tersebut pun perlahan berhenti menangis, lalu kembali berdiri dan melanjutkan lari.
Ketika pulang sekolah, si anak perempuan melihat seorang nenek yang sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan, lalu dia pun mendekat.
“Nek, apa kau kesulitan untuk menyebrang jalan?” tanyanya.
“Iya, Nak,” jawab nenek itu.
“Ayo, kubantu nenek menyebrang,” ucapnya.
“Terima kasih, Nak,” ucap nenek itu.
Si anak perempuan pun membantu nenek tersebut untuk menyebrang. Setelah itu, dia melanjutkan pulang kerumah. Tidak lama setelah itu, si anak perempuan melihat seorang gelandangan, lalu dia mendekati gelandangan itu, kemudian memberikan sisa uang jajannya.
Setelah sampai di rumahnya, dia tidak bisa menemukan keluarganya. Dia mencari ke seluruh penjuru rumah, tapi dia tidak bisa menemukan siapapun. Tidak lama kemudian, ayah si anak perempuan itu masuk ke rumah, lalu mendekati anaknya.
“Nak, akhirnya kamu pulang!” ucap si ayah.
“Ayah, di mana ibu dan kakak-kakakku?” tanyanya.
“Mereka ada di rumah sakit. Ibumu tadi dilarikan ke rumah sakit,” jawab si ayah.
Mereka pun bergegas menuju rumah sakit. Setelah sampai, dilihatnya ibunya sedang terbaring tak berdaya, lalu dia mendekati ibunya.
“Ibu, apa yang terjadi dengan ibu?” tanyanya.
“Ibu hanya sakit ringan, Nak,” jawab si ibu.
“Ibu, dengan kekuatan yang diberkahi oleh para peri untukku, akan kuhilangkan semua sakitmu dan sembuhlah sekarang juga.” ucapnya dengan wajah polos seraya beraksi layaknya peri yang sedang melancarkan sihir.
Semua yang ada di ruangan hanya bisa tertawa melihat aksinya. Namun, hal itu seakan-akan memberi kekuatan untuk semuanya. Si anak perempuan tidak bisa jauh dari ibunya sehingga dia memutuskan untuk menginap di rumah sakit. Ketika malam hari, si anak perempuan tertidur dengan lelap di samping kasur ibunya.
“Anakku yang lucu, meskipun kau tidak bisa menjadi peri cahaya dalam kehidupan nyata. Namun, kau itu sudah seperti peri yang membawa cahaya kebahagiaan bagi semua orang,” ucap si ibu seraya mengelus kepala si anak perempuan dengan pelan.
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan KyoKusanagi97 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di