CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Ketika "Tak Sengaja" Menjadi Alasan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef53c0868cc955d967726ac/ketika-quottak-sengajaquot-menjadi-alasan

Ketika "Tak Sengaja" Menjadi Alasan

By Sumarni Saja

Beberapa hari ini, dunia hukum Indonesia dibuat tercengang oleh tuntutan yang diberikan kepada terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK---Novel Baswedan, tiga tahun yang lalu. Bagaimana bisa, jaksa hanya menuntut satu tahun penjara, padahal jelas-jelas akibat yang ditimbulkan atas tindakan itu kecacatan mata Novel Baswedan seumur hidup.

Alasan yang diberikan pun sungguh lucu. "Tidak sengaja" itu 'lah yang jaksa penuntut umum ungkapkan. Apa! Tidak sengaja! Dua orang rela subuh-subuh bangun hanya untuk mencelakai pejabat negara dengan air keras, dan jaksa dengan mudahnya mengangggap tidak sengaja! Di mana rasa kemanusiaan kalian! Hanya karena pelaku sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya, serta memberi alasan tujuannya menyiram tubuh dan membenci Novel karena telah dianggap berkhianat kepada Polri, lantas mematikan rasa empati kalian!

Padahal kita tahu, butuh waktu lebih dari dua tahun untuk menemukan pelaku. Tapi, hanya satu tahun tuntutan yang jaksa berikan. Sungguh ironi. Padahal, dalam beberapa kasus serupa hukuman yang diberikan rata-rata di atas delapan tahun penjara. Ini pejabat negara, lho, yang menjadi korban, kok, bisa sesingkat itu tuntutan yang diberikan.

Belum lagi, beberapa saksi mata yang melihat kejadian itu punya keyakinan bahwa bukan Ronny Bugis dan Rahmat Kadir pelakunya. Novel pun mempunyai keyakinan serupa.

Kejanggalan yang lain, alpanya rekaman CCTV, padahal sebelumnya, polisi mengklaim sudah mempunyai rekaman CCTV di sekitar rumah Novel Baswedan sebagai alat bukti.

Lagi-lagi kita dipertontonkan betapa bobroknya hukum di negeri ini. Bagaimana yang benar akan dihabisi dan yang salah akan dibela!

Bandingkan dengan kasus yang menimpa mantan Menkopolhukam---Wiranto, di mana hakim menjerat Abu Rara sebagai tersangka dengan vonis 12 tahun penjara. Belum lagi Wiranto berhak mendapatkan dana sebesar 37 juta rupiah, sebagai kompensasi dirinya selaku saksi dan korban. Lucu 'kan? Padahal kalau dilihat Novel mengalami kecacatan seumur hidup. Tapi, kenapa hukuman untuk pelaku penyiraman kepada Novel hukumnya jauh lebih ringan?
Diubah oleh sumarnisaja


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di