CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Orang Tua Melarangku Menjadi Seorang Penulis
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef4e337eaab25705a5c9601/orang-tua-melarangku-menjadi-seorang-penulis

Orang Tua Melarangku Menjadi Seorang Penulis

Orang Tua Melarangku Menjadi Seorang Penulis

Seringkali saya mendapat curahan hati dari teman-teman baik di grup WA maupun melalui japri (jalur pribadi) akan kecintaannya dalam menulis, namun ditentang oleh orang tua mereka sendiri. Tentu, sedih saya mendengarnya. Apalagi, mereka mempunyai semangat menulis yang begitu besar dan percaya bahwa menjadi penulis adalah cita-citanya.

Saya mengerti akan kegelisahan mereka. Restu orang tua memang berpengaruh dalam perjalanan kita berproses menjadi seorang penulis yang handal. Padahal, kita tengah berjuang mengharumkan nama keluarga. Mengapa terkadang ditentang tiada habisnya?

Saya ingin memberikan pendapat dari sudut pandang saya pribadi. Saya tidak akan memojokkan siapa pun, silakan ambil sisi positifnya dan buang negatifnya. Pun saya akan memberikan sedikit tips bagaimana meluluhkan hati orang tua agar kita bisa mengantongi restu mereka untuk berproses menjadi seorang penulis.

Sebagai orang tua tentu saja menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya. Apa yang menurutnya baik, belum tentu yang terbaik bagi sang anak. Begitu pun sebaliknya. Nah, perbedaan pendapat ini acap kali menimbulkan perdebatan, bahkan pertengkaran yang hebat jika masing-masing pihak enggan mengalah dan menurunkan ego.

"Apa sih kamu nulis-nulis puisi begitu? Enggak jelas! Mending belajar matematika, biar pintar!"

"Penulis? Cita-cita kamu itu Dokter, kok malah belajar sastra, sih? Jangan ah!"

Kalimat tersebut tidak jarang membuat ciut nyali kita sebagai anak. Rasanya, orang tua benar-benar membunuh mimpi kita yang sudah dirancang baik-baik.

Seorang anak seringkali merasa bahwa kekhawatiran orang tuanya terlalu berlebihan, sehingga mereka tidak bebas mengekspresikan ide dan kemampuan melalui sebuah karya. Padahal, saat remaja adalah saat-saat di mana rasa ingin tahu begitu tinggi, bebas mengekspresikan sesuatu untuk mencari jati diri, tentu saja tanpa ada yang menghalangi.

Lantas, bagaimana menghadapi orang tua yang keras kepala melarang anaknya berkarya?

1. Sabar

Lho, kok sabar? Iya. Sabar. Kita sebagai anak mesti sabar dalam 'merayu' orang tua. Menjabarkan ini itu perihal benefit dari aktivitas menulis yang kita lakukan.

2. Bulatkan Tekad

Bulatkan tekad, tunjukkan pada kedua orang tua bahwasanya kamu bisa.

Biasanya, seorang anak hanya sebatas 'penasaran' terhadap sesuatu, lalu ditinggalkan begitu saja. Nah, bisa jadi kekhawatiran orang tua muncul karena hal itu.

3. Dekati Orang Tua

Jabarkan pelan-pelan terhadap mereka betapa inginnya kita mengabadikan sesuatu ke dalam sebuah karya. Menjadi penulis adalah pekerjaan yang mulia juga, lho.

Ingat, batu yang keras lama-lama pun akan berlubang jika terus menerus ditetesi air. Begitu pun orang tua. Sebagai anak, kita jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha, ya!

4. Buktikan dengan Karya

Yap! Ini adalah tips ampuh yang berhasil dialami beberapa orang. Tunjukkan pada kedua orang tua lalu berkata, "ini, lho, Ma, Pa, karya saya."

5. Minta Bantuan Pihak ke-3

Cara terakhir yang mesti ditempuh ketika orang tua benar-benar menutup restu untuk kita menjadi seorang penulis, andalkan orang ketiga. Siapakah ia? Entah itu Kakakmu, Pamanmu, mentor menulismu, atau sahabatmu. Biar mereka dapat berdiskusi mengenai keinginan dan cita-citamu yang begitu apik di dunia kepenulisan.

Itulah tadi beberapa tips dari saya. Ingat, tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya sengsara. Jangan pernah putus asa dan berhenti berkarya, ya!

Indonesia butuh kita!🤗

Jika ingin berkonsultasi atau sekadar curhat, silakan melalui akun Instagram saya: @Sandhyaa_27
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan kiyazm memberi reputasi
Diubah oleh sandhyaa
mungkin orang tua sama kita terkadang berbeda sudut pandangnya
Lihat 1 balasan
memang sih anak dan orang tua itu kadang cara berpikirnya beda ane sendiripun merasakannya, sering terjadi perbedaan pendapat dalam suatu hal orang tua merasa mereka yang paling tau sehingga melarang ini itu sedangkan anak merasa terbebani tidak suka tapi harus mengikuti keinginan orang tua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ueki19 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sinar304
Lihat 2 balasan
mengenal diri
menjadi diri
ini arahnya bisa menentang keberadaan diri
baik diri sendiri
dan diri yang lain

juga bisa kebalikannya
sebab terhubung dengan konsep masalalu ketika si diri ingin mengetahui lebih jauh akan kediriannya.

🙏🙇
Lihat 1 balasan
buktikan kepiawaianmu dalam menulis sampe tulisanmu di terbitkan

ane dulu punya teman yg nulis novel, di terbitin sama penerbit kecil sih

ya terus berjuang aja pokoknya, baca kisah jk rawling tuh sampe novelnya di terbitkan

BATA!emoticon-Bata (S)
Diubah oleh red.bezos
Lihat 1 balasan
menurut ane dengan memutus cita cita seorang anak,bikin anak jadi pribadi yang kurang baik nantinyaa hmmm
Lihat 1 balasan
Hmmmm sebenernya kita emang gapernah tau sebenernya jlan mana kita bisa terbang setinggi tingginya, saran saya just keep on do what you love while agan ngelakuin apa yang mereka inginkan ...
Lihat 1 balasan
perbedaan sudut pandang anak dan orang tua harusnya bisa jadi bahan buat berinteraksi membahas hal-hal yang harus dilakukan dan jangan.
eratnya hubungan anak dan orang tua akan ada apabila diskusi terus dilakukan, tanpa ada ego yah di masing-masing individu
profile-picture
sandhyaa memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di