CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Para penyakitan penggila kelamin masuk!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef4d9ac10d295072e62e5a9/para-penyakitan-penggila-kelamin-masuk

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

YANG HOBI MELACUR SWINGAR SWINGER SEX THREESOME NGEDRUGS SAKAU MASUK! emoticon-Blue Guy Bata (L)

PERIKSAIN DIRI LU! JANGAN BIKIN ORANG BENAR LURUS SUPER SEHAT SEPERTI SAYA emoticon-Cool
(Saya tusuk telapak tangan saya sendiri dengan pisau dapur)

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

DIANGGAP DITUDUH PENYAKITAN SEPERTI LU!
emoticon-Blue Guy Bata (L)

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Tidak Ada yang Menduga Ternyata Ini Gejala Awal HIV

Virus HIV yang menginfeksi seseorang tidak serta-merta langsung menimbulkan gejala-gejala berat. Perlu waktu yang cukup lama hingga infeksi HIV berkembang menjadi kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Seseorang yang terkena HIV akan mengalami tiga tahap infeksi. Tahap paling awal infeksi HIV biasa disebut dengan infeksi akut atau serokonversi, biasanya terjadi dalam rentang waktu 2-6 minggu setelah terpapar. Dalam tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan berjuang untuk menaklukkan virus HIV.

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Tidak Ada yang Menduga Ternyata Ini Gejala Awal HIV - Alodokter

Memahami Gejala Awal HIV
Gejala awal HIV begitu ringan dan tidak memiliki karakteristik yang khas. Banyak yang tidak menyangka kalau sebenarnya gejala awal HIV bisa dibilang mirip dengan gejala-gejala yang timbul akibat serangan virus lainnya, misalnya penyakit flu (flu-like syndrome). Lama munculnya gejala bisa berlangsung selama 1-2 minggu.


Para penyakitan penggila kelamin masuk!


Beberapa kondisi di bawah ini adalah gejala-gejala awal yang mungkin muncul saat terinfeksi HIV:

Demam
Salah satu gejala acute retroviral syndrome (ARS) yang pertama kali muncul biasanya berupa demam ringan dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius. Gejala awal ini dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.
Kelelahan
Sama halnya dengan respons tubuh terhadap infeksi virus pada umumnya, sistem kekebalan tubuh juga akan memberikan respons peradangan terhadap infeksi HIV. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami rasa letih dan lesu sebagai gejala awal HIV. Mirip dengan rasa tidak enak badan yang sering dialami menjelang flu.
Nyeri pada kelenjar getah bening dan otot
Nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala awal HIV. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi. Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri. Selain itu, sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala awal HIV dapat meliputi nyeri pada sendi dan otot.
Gejala akut HIV ini kemudian akan menghilang, dan memasuki tahap infeksi kedua, yaitu tahap nongejala. Pada tahap ini, infeksi HIV tidak akan menimbulkan gejala apapun dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar 5 hingga 10 tahun. Meski tidak mengalami gejala, namun sudah bisa menularkan HIV pada orang lain.

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Tanpa pengobatan maka selanjutnya status HIV dapat berkembang memasuki tahap ketiga. Pada saat ini, daya tahan tubuh sudah sangat rendah sehingga mengalami AIDS.

Saat sudah mencapai tahap lanjutan HIV menjadi AIDS, gejala-gejala yang mungkin timbul dapat berupa rasa lelah berkepanjangan, demam lebih dari 10 hari, sesak napas, nyeri di tenggorokan, infeksi jamur di kulit atau vagina, diare kronis (diare berlarut-larut terjadi hingga berminggu-minggu), berkeringat saat malam hari serta berat badan turun tanpa alasan yang jelas.

Memastikan dengan Tes HIV
Dari gejala-gejala di atas, tiap penderita bisa saja mengalami gejala yang berbeda. Sehingga gejala saja tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi HIV. Sebagian orang yang telah terinfeksi HIV selama bertahun-tahun, bahkan tidak merasakan atau tidak menyadari telah mengalami gejala-gejala awal seperti di atas. Meski tidak muncul gejala, penderita tetap dapat menularkan virus HIV pada orang lain.

Gejala awal HIV seringkali tak dihiraukan. Meski waspada, bukan berarti juga harus khawatir berlebihan jika mengalami keluhan-keluhan tersebut. Jalan terbaik yang dilakukan saat timbul rasa was-was terkena HIV adalah melakukan tes HIV di rumah sakit. Ini disarankan, terutama bila Anda memiliki riwayat perilaku berisiko terhadap penularan infeksi HIV.

Jika hasil tes tersebut ternyata positif, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter demi mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat. Pahami langkah-langkah penting apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran HIV. Bila hasil negatif, maka pastikan Anda memahami betul informasi yang diberikan oleh dokter, terutama bagaimana cara mencegah dan menghindari infeksi HIV.
https://www.alodokter.com/tidak-ada-...ejala-awal-hiv

Bagi yang muslim ingat ini!🙏

Jangan mau tergiur apapun demi dunia yang penuh tipu daya!🙏

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

PART II

Penggunaan Narkoba & HIV

Apa Kaitan Antara Penggunaan Narkoba dan HIV?
Penggunaan narkoba (NAPZA) suntikan dan alkohol adalah faktor besar dalam penyebaran infeksi HIV. Di luar Afrika, penggunaan narkoba suntikan bertanggung jawab untuk sepertiga infeksi HIV yang baru. Alat-alat yang dipakai secara bergantian untuk memakai narkoba dapat membawa HIV dan hepatitis virus, dan penggunaan narkoba dan alkohol juga dikaitkan dengan hubungan seks secara tidak aman.

Penggunaan narkoba dan alkohol juga dapat berbahaya untuk orang yang memakai terapi antiretroviral (ART). Kepatuhan pada pengobatan tampaknya lebih sulit untuk pengguna narkoba, dan narkoba jalanan dapat berinteraksi secara gawat dengan obat antiretroviral (ARV). Lihat Lembaran Informasi (LI) 494 untuk informasi lebih lanjut mengenai narkoba. Terapi pemulihan ketergantungan narkoba dan alkohol dapat mengurangi risiko terinfeksi HIV.

Suntikan dan Infeksi
Infeksi HIV menyebar secara mudah bila orang memakai alat suntik secara bergantian dalam penggunaan narkoba. Penggunaan alat bergantian juga menularkan virus hepatitis B, virus hepatitis C, dan penyakit gawat lain.

Darah yang terinfeksi terdapat pada semprit (insul) kemudian disuntikkan bersama dengan narkoba saat pengguna berikut memakai semprit tersebut. Ini adalah cara termudah untuk menularkan HIV karena darah yang terinfeksi langsung dimasukkan pada aliran darah orang lain.

Untuk mengurangi risiko penularan HIV dan hepatitis, jangan memakai alat suntik apa pun secara bergantian, dan sering cuci tangan. Membersihkan alat-alat serta kulit di daerah suntikan. Mengikuti tindakan untuk mengurangi dampak buruk (harm reduction) penggunaan narkoba.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa HIV dapat bertahan hidup selama sedikitnya empat minggu dalam semprit bekas pakai. Bila kita harus memakai alat suntik bergantian, kita dapat mengurangi risiko infeksi dengan membersihkannya sebelum orang yang berikut memakainya. Bila mungkin, memakai semprit milik sendiri dan tidak memakainya bergantian dengan orang lain. Semprit ini tetap harus dibersihkan karena bakteri dapat bertumbuh di dalamnya.

Cara yang paling efektif untuk membersihkan semprit adalah dengan memakai air bersih dulu, kemudian pemutih, dan akhirnya bilas dengan air bersih. Coba keluarkan semua darah dari semprit dengan cara dikocok secara keras selama 30 detik. Pakailah air sejuk karena air panas dapat menyebabkan darah menjadi beku. Untuk membunuh sebagian besar HIV dan virus hepatitis, biarkan pemutih dalam semprit selama dua menit penuh. Tidak dapat dijamin bahwa semua HIV dan virus hepatitis akan dibunuh dengan pembersihan. Selalu memakai semprit baru bila mungkin.

Program Pertukaran Jarum Suntik
Akses pada jarum suntik yang bersih mengurangi penularan HIV dan hepatitis virus. Di beberapa daerah, jarum suntik baru dapat dibeli di apotek tanpa resep. Di beberapa daerah, sudah terbentuk program pertukaran jarum suntik (Layanan Alat Suntik Steril/LASS) untuk menyediakan semprit yang baru dan terjamin bersih pada pengguna narkoba suntikan agar mereka tidak terpaksa memakai jarum suntik bergantian.

Program yang memudahkan akses pada jarum suntik baru memang kontroversial karena ada yang menganggap program LASS mendorong penggunaan narkoba. Namun penelitian pada pertukaran jarum suntik membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Angka infeksi HIV menurun di daerah yang ada program tersebut, dan lebih banyak pengguna narkoba siap mengikuti terapi pemulihan narkoba.

Penggunaan Narkoba dan Hubungan Seks Tidak Aman
Untuk banyak orang, narkoba dan seks saling berhubungan. Pengguna narkoba dapat menawarkan seks untuk narkoba atau uang untuk membeli narkoba. Beberapa orang mengaitkan seks tidak aman dengan penggunaan narkoba.

Penggunaan narkoba, termasuk metamfetamin (shabu) dan alkohol, meningkatkan kemungkinan orang tidak akan melindungi dirinya saat berhubungan seks. Seseorang yang ‘menjual’ seks untuk narkoba mungkin mengalami kesulitan untuk membatasi apa yang dia akan lakukan. Penggunaan narkoba dan alkohol dapat mengurangi angka penggunaan kondom dan praktek seks aman yang lain.

Sering kali, pengguna narkoba berganti-ganti pasangan seksual. Perilaku ini meningkatkan risiko terinfeksi HIV atau infeksi menular seksual (IMS) lain. IMS dapat meningkatkan risiko tertular atau menularkan HIV.

Pengobatan dan Narkoba
Adalah sangat penting untuk memakai setiap dosis ART sesuai dengan aturan (waktu, takaran, dsb.) – lihat LI 405 mengenai kepatuhan terhadap terapi. Orang yang tidak patuh (melupakan dosis) lebih mungkin mengalami tingkat HIV (viral load) yang lebih tinggi dalam darahnya, dan mengembangkan resistansi terhadap obatnya. Penggunaan narkoba dikaitkan dengan ketidakpatuhan, yang dapat mengakibatkan kegagalan terapi dan penyakit melanjutkan.

Beberapa jenis narkoba berinteraksi dengan obat medis – lihat LI 407. Hati kita menguraikan sebagian besar obat yang dipakai untuk melawan HIV, terutama protease inhibitor (PI) dan NNRTI. Hati juga menguraikan beberapa jenis narkoba, termasuk alkohol. Bila narkoba dan obat kedua ‘antri’ memakai hati, ada yang diuraikan secara lebih cepat dan juga yang lebih lambat. Hal ini dapat menyebabkan overdosis berat oleh obat atau pun narkoba.

Overdosis obat dapat menyebabkan efek samping yang berat. Overdosis narkoba dapat mematikan. Sedikitnya dilaporkan satu kematian akibat interaksi antara ekstasi dengan PI.

Sebaliknya, interaksi dapat menyebabkan tingkat ARV yang rendah dalam darah, dengan akibat tingkatnya terlalu rendah untuk melawan HIV. Hal ini dapat menyebabkan virus menjadi resistan terhadap obat tersebut.

Beberapa obat, termasuk ARV dapat mengubah tingkat metadon dalam darah. Oleh karena itu, pengguna metadon seharusnya dipantau secara hati-hati setelah mulai memakai ART atau pengobatan lain, dan dosis metadon disesuaikan lagi – lihat LI 541 untuk informasi lebih lanjut.

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Garis Dasar
Penggunaan narkoba adalah penyebab utama infeksi HIV baru. Penggunaan alat suntik, terutama semprit, secara bergantian dapat menularkan HIV, virus hepatitis dan infeksi lain. Penggunaan alkohol dan narkoba, walaupun belum sampai pada ketergantungan, dapat meningkatkan kemungkinan dilakukan hubungan seks yang tidak aman dan meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

Para penyakitan penggila kelamin masuk!

Untuk melindungi dirinya sendiri dari infeksi, jangan memakai peralatan suntik secara bergantian. Bila memakai semprit sendiri berulang kali, bersihkan secara hati-hati setiap kali memakainya. Namun pembersihan yang paling hati-hati tidak dapat menjamin semprit bebas kuman.

Di beberapa daerah, jarum suntik baru dapat dibeli tanpa resep. Juga, program pertukaran jarum suntik (layanan alat suntik steril/LASS) menyediakan semprit yang baru dan bersih. Program ini dapat mengurangi angka infeksi HIV yang baru.

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan kelupaan dosis ART. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan kegagalan terapi dan resistansi terhadap obat.

Memakai narkoba atau alkohol bersama dengan obat antiretroviral dapat menjadi berbahaya. Interaksi antara obat dengan narkoba dapat menyebabkan efek samping berat dan overdosis yang gawat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lenitan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh monkeydfarly
Halaman 1 dari 2
gilo ngeri nian
kaga terdeteksi
profile-picture
monkeydfarly memberi reputasi
Lihat 5 balasan
nasib siskaeee. yg sering ngewwe ama tukang ojek gimana yak??emoticon-Leh Uga
profile-picture
kruingputih3 memberi reputasi


Suntik mati aja
profile-picture
monkeydfarly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
makanya jangan cuka jajan cembarangan Para penyakitan penggila kelamin masuk!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lenitan dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh indra.blora
Lihat 1 balasan
trus klo gitu harus diapakan pelakunya?🤨
gw ngeri liatnnyaemoticon-EEK!
Lihat 9 balasan
Termasuk cuckold donk.
profile-picture
berbohong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ngeri banget penyakit HIVemoticon-Takut
profile-picture
monkeydfarly memberi reputasi
Diubah oleh rfebrian
Faktor rasa bosan dalam pernikahan ataupun dalam menjalin hubungan membuat sebagian orang melakukan perbuatan ini. Nafsu di atas segalanya. Mengesampingkan adab dan norma.


BATA ane gan. emoticon-Big Grin
profile-picture
cakar_bebek memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ih HIV begitu toh bentuknya, kaya korengan emoticon-Takut

dulu ane pernah nonton drama jepang kamisama, mou sukoshi dake
Para penyakitan penggila kelamin masuk!

tentang cewe ngejer idolanya sampe jual diri, kena HIV

bagi perempuan dan laki2, jangan sembarangan berhubungan seks ya

BATAemoticon-Bata (S)
profile-picture
profile-picture
cakar_bebek dan monkeydfarly memberi reputasi
Diubah oleh red.bezos
Lihat 10 balasan
masak yg di atas minta dihukum mati ODHA. gimana kalau si pengidap itu kena karena bukan seks atau narkoba? pas donor darah misalnya? apa layak dihukum mati?

sekarang sudah ada obat yg fungsinya menidurkan virus tsb untuk beberapa saat. sebaiknya ODHA itu diayomi bukan malah di bunuh.
*pendapat ane emoticon-Jempol
profile-picture
rawonkuahcampur memberi reputasi
Lihat 1 balasan
makanya jangan gampang melorotin celana emoticon-Smilie
Lihat 1 balasan
aihh serem amat bre kontholnya flu emoticon-Takut (S)
ngeri ya..
btw thanks infonya TS
profile-picture
monkeydfarly memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Malah jadi teringat ane sama salah satu penghuni BP yang doyan ngobel dan netek tapi gak sampai nancep emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
emoticon-Sundul
Bajingan2 bangshad koment dong! emoticon-Sundul
Diubah oleh monkeydfarly
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di