CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dikotomi Kendali Ternyata Efektif
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef4cdd3365c4f6d784bd750/dikotomi-kendali-ternyata-efektif

Dikotomi Kendali Ternyata Efektif

 Dikotomi Kendali Ternyata EfektifLingkungan sekitar gue lebih banyak yang mengalami khawatir akan hasil apa yang telah dilakukannya akan gagal. Gue wajari karena kekecewaan, kegagalan itu alamiah semua orang pasti pernah dan merasakan. Yang gue permasalahkan. Sampai kapan akan merasa kecewa dan gagal sementara hidup terus berjalan. Mau lu lagi gak Bahagia, mau lu lagi kecewa hidup terus berjalan. Gue sendiri telah membaca buku judulnya filosofi teras. Dalam thread ini gue akan membahas tentang dikotomi kendali itu apa. Cara gue mempraktekkannya seperti apa. Kalau menurut filsuf Yunani dikotomi kendali merupakan ada yang dibawah kendali kita dan ada yang bukan dibawah kendali kita. Contohnya seperti apa yang ada dibawah kendali, pertimbangan lu, opini lu, persepsi lu, tujuan lu, keinginan lu, segala sesuatu yang merupakan pikiran dan Tindakan lu sendiri. Yang bukan dibawah kendali, opini orang lain, Tindakan orang lain, reputasi/popularitas lu, Kesehatan lu, kekayaan lu, segala sesuatu yang diluar pikiran dan Tindakan lu. 

Udah ngerti sampai sini?

Nah gue lanjut gimana cara mempraktekkan dikotomi kendali itu. Kalau gue sendiri karena sering khawatir akan penolakan terhadap cinta, pengorbanan yang sia sia berujung dia malah gak ada rasa sama sekali. Disitu gue mulai berpikir ngapain sih gue pengorbanan, rela kesana kemari untuk dia, memberikan sesuatu untuk dia. Kalau ujung ujungnya gue ditolak. Terus ada lagi ketika gue udah merencanakan sesuatu hal dan menurut gue itu akan berhasil. Ternyata enggak. Mungkin orang-orang pesimis akan menyebutnya gue merencanakan sebuah kegagalan. Gue dari situ selalu saja kecewa apa yang telah gue lakukan kalau berujung gagal terus. Gue mulai mempelajari dikotomi kendali. Setelah gue membacanya ternyata gue gak perlu memikirkan hasil yang akan terjadi nanti karena itu bukan dibawah kendali gue. Yang selama ini salah tuh pemikiran gue yang berfokus pada hasil tidak pada usaha gue yang ada dibawah kendali gue. Menurut gue untuk memikirkan sebuah hasil yang nanti akan bagaimana itu terlalu banyak faktor kenapa bisa gagal atau berhasil. Sedangkan yang ada dibawah kendali gue ya faktor terkuat untuk bisa gue kendalikan. Kalaupun gue udah maksimal dalam usahanya. Gue pun gak akan menyesali kalau itu akan gagal pada akhirnya. Gue puas dengan usaha gue. Gue bisa sampai dengan saat ini pun gue merasa bersyukur.

Yang dapat gue ambil dari praktek gue yang ternyata berhasil. Tanamkan dalam benak lu kalau hasil itu berada bukan dibawah kendali lu. Gak bisa lu atur. Yang lu fokuskan yang ada dibawah kendali dulu persepsi lu akan hasil itu gimana. Soalnya gini yang paling merdeka dalam diri lu yaitu pikiran dan persepsi lu. Lu merasa gagal dan kecewa itu adalah pikiran lu yang membuat lu merasa seperti itu dan persepsi juga. Ketika lu merubah pikiran dan persepsi lu terhadap hasil bukanlah jadi masalah kalaupun gagal tetapi usaha yang lu lakukan untuk mencapai itu, udah maksimal dan lu seharusnya puas dan bangga dengan usaha lu yang seperti itu. Gak sia sia lu berada ditahap itu. Karena gini menurut gue lu terlalu sia sia hidupnya kalau dipenuhi rasa sesal dan kecewa. Pada masing masing orang ingin merasakan kedamaian dalam hidupnya. Tenang dan nyaman. Gak ambil pusing lah intinya. Jadi, mulailah dengan mengendalikan pikiran dan persepsi lu kalau hasil itu bukanlah suatu masalah yang diambil pusing. Berkaca diri juga dengan usaha lu, agar lu bisa menerima apapun hasilnya, itu usaha gue kok. Begitu agan agan. Sekian pembahasan gue mengenai dikotomi kendali. Selanjutnya akan dibahas tentang Tentang Opini Orang Lain Tidak Berpengaruh Terhadap Hidup Anda.
 



Baca juga thread gue yang lain gan:
Followers yang Diam Diam Membahayakan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hobicrott dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ferrykets2
"Kalau gue sendiri karena sering khawatir akan penolakan terhadap cinta, pengorbanan yang sia sia berujung dia malah gak ada rasa sama sekali. Disitu gue mulai berpikir ngapain sih gue pengorbanan, rela kesana kemari untuk dia, memberikan sesuatu untuk dia. Kalau ujung ujungnya gue ditolak. "


alasan itu pula yang menjadikan gua sekarang sebagai seorang penganut Blackpill.. gua ngerasa sia sia belajar teknik dating ,pua,dll dan selalu berujung kegagalan... sampai satu hal gua bisa simpulkan. Ternyata untuk mendapatkan cewe itu ga cukup confidence. Hal yang paling penting sebenrnya adalah elo harus Good Looking... titik

lo jelek? its game over bro

2020 cewe cuman mau sama cowo dengan tinggi 180+, punya jawline dan tulang pipi lancip, rambut tebel dan hairstyle keren, punya status. Kalo lo ga ada itu semua, its game over bro..

satu satunya jalan keluar buat org jelek adalah nyewa prostitute. itu sudah
profile-picture
profile-picture
hobicrott dan ferrykets2 memberi reputasi
Diubah oleh pengantar.pizza
Lihat 4 balasan
Kalau saya.. Yang penting usaha dulu. Gagal atau berhasil itulah hasil. Yang penting sudah maksimal. Daripada berdiam diri takut berusaha. Ujungnya hanya penyesalan di kemudian hari. Menyesal kenapa tidak mencoba dulu saja saat itu.



BATA ane gan. emoticon-Big Grin
profile-picture
ferrykets2 memberi reputasi
Lihat 3 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di