CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jawa Timur lampaui Jakarta jadi provinsi kasus corona terbanyak di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef42bf7e83c725b862fb5ad/jawa-timur-lampaui-jakarta-jadi-provinsi-kasus-corona-terbanyak-di-indonesia

Jawa Timur lampaui Jakarta jadi provinsi kasus corona terbanyak di Indonesia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jawa Timur akhirnya sudah melampaui DKI Jakarta sebagai provinsi dengan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 yang terbanyak di Indonesia. Kepastian ini terjadi setelah pada Rabu tanggal 24 Juni 2020, Gugus Tunas Nasional menginformasikan bahwa ada tambahan 183 kasus positf corona di daerah tersebut sehingga total kasus positif di Jawa Timur tembus 10.298 kasus.
Di hari yang sama, DKI Jakarta juga mengalami tambahan kasus positif Covid-19. Tapi jumlahnya tidak sebanyak Jawa Timur yakni 154 kasus. Dengan tambahan jumlah kasus positif tersebut, total kasus positif corona di ibukota menjadi 10.277 kasus hingga Rabu (24/6).
Baca Juga: Gawat, jumlah kasus Covid-19 di Jatim sudah 10.092 kasus, mendekati DKI Jakarta
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani memaparkan, dari jumlah tersebut, 5.322 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 628 orang meninggal dunia. "Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.349 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.978 orang melakukan self isolation di rumah," paparnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).
Baca Juga: Kunci Jawa Timur raih dua penghargaan dari pemerintah pusat dalam tangani corona
Melihat tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo memberikan arahan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur agar lebih fokus membuat kajian dan memetakan seluruh permasalahan yang kemudian menjadi pemicu tingginya angka kasus Cocvid-19 di wilayah Jawa Timur (Jatim). Selain itu, angka kematian di Jawa Timur tertinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.
“Perlu dilakukan kajian. Penyebab utamanya apa,” kata Doni memberikan sambutan dalam kunjungan kerja di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/6).
Menurutnya, kajian dan pemetaan tersebut akan menjadi dasar awal untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan dan kebijakan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan tiap-tiap wilayah.
Selain berdasarkan penambahan angka kasus baru dan kematian akibat Covid-19, hal yang mendasari Doni untuk kemudian menyampaikan arahan tersebut adalah ketika mendapat paparan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengenai munculnya klaster baru di Jawa Timur, yakni ‘klaster jenazah’.
Oleh sebab itu, Doni meminta agar Pemprov Jawa Timur segera mengambil langkah serius untuk memutus penyebaran corona melalui beberapa pendekatan masyarakat, salah satunya melalui pendekatan yang dimulai dari peran para anggota keluarga. Doni meminta agar peningkatan kapasitas dan pemahaman masyarakat dalam penanganan jenazah Covid-19 harus ditingkatkan. Sehingga diharapkan tidak ada lagi upaya pengambilan jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 secara paksa oleh pihak keluarga.
Adapun terkait capaian pemeriksaan hingga 2.000 spesimen per hari, menurutnya, hal itul juga kemudian menjadi salah satu faktor tingginya peningkatan angka kasus corona di wilayah Jawa Timur, dengan variasi rata-rata hingga 300 per hari.
“Perlu diapresiasi karena telah melampaui 2.000 spesimen perhari, oleh karena itu wajar kalau setiap harinya bisa mendapatkan variasi hingga rata-rata 200-300 per hari,” kata Doni.
Kemudian, Doni juga mengharapkan agar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II (Kogabwilhan II) agar meningkatkan kepedulian masyarakat untuk selalu patuh tanpa perlu menunggu arahan. Sebab, kesadaran masyarakat tersebut yang kemudian dapat mengurangi risiko penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Sebagai informasi, hingga hari ini kasus penambahan Covid-19 di Jawa Timur ada sebanyak 183 orang, sehingga totalnya menjadi 10.298. Kemudian untuk pasien sembuh bertambah 80 dan totalnya adalah 2.995 orang. Sedangkan kasus meninggal dilaporkan menjadi 750 setelah ada penambahan sebanyak 9 orang.

Jatim terdepan


Sedih.....

dapat penghargaan dalam menangani corona tp koq jadi yg terbanyak??
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soda.water dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Jin.Xalib
Kl kata gugus tugas jatim semakin banyak yg kena coronq semakin cepat corona dikendalikan
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Jawa Timur lampaui Jakarta jadi provinsi kasus corona terbanyak di Indonesia

Puji Tuhan emoticon-Christmas
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Masih DKI no. 1 (Kemaren aja sdh 10250 kok DKI)

Jadi masih kejar2an

Jawa Timur lampaui Jakarta jadi provinsi kasus corona terbanyak di Indonesia



profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Diubah oleh hartantoshine
Lihat 4 balasan
Jakarte apaan, ga dapat hadiah pemenang NU normal emoticon-Mewek


Auto kadrun kah
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Tetap semangat n waspada ya buat Jatim ^_^
Mudah²an bulan depan bisa turun
Herd immunity jalan terakhir...


Toh klo gk dapat duitpun bakal mati kelaparan jga..


Emang negara sanggup kasih makan lebih dari setahun jika virus ini masih ada??
profile-picture
profile-picture
fan.kui dan 54m5u4d183 memberi reputasi
dibalap nih, balas gak!? emoticon-Marah
ya semoga pandemi ini cepat berkahir, jangan lupa jaga kebersihan, jaga kesehatan dan jaga jarak semuanyaaa
kalau dilihat secara keseluruhan dari luas wilayah sampe tujuan perantau yg mudik ya pasti jakarta akan berkurang dan akhirnya di balap oleh daerah ... emoticon-Nohope emoticon-Cape d... (S)

apapun itu tetap ga menghapus kenyataan kalau jakarta dari awal di lockdown yg di daerah juga ga akan semerah sekarang emoticon-Nohope
selamat ya emoticon-Selamat

jangan lupa ditingkatkan.. jangan hanya segitu2 terus aja emoticon-Angel
Yaampun ... kebijakan pemerintahnya dan warganya harus lebih bisa kerjasama donggg sedih banget liat berita kayak gini ... cmonnn speedy recoverrrr 😭


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di