CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kegagalan OT dalam Persaingan Bisnis Mie Instan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef3d65df0bdb206f116942f/kegagalan-ot-dalam-persaingan-bisnis-mie-instan

Kegagalan OT dalam Persaingan Bisnis Mie Instan

Membahas perusahaan yang memproduksi mie instan di negeri ini memang menarik, banyak sekali brand-brand yang bersaing memperebutkan hati konsumen. Di negeri ini pasti tak asing lagi dengan persaingan indomie dan mie sedaap dari dua perusahaan yang berbeda, akan tetapi jangan lupakan brand-brand lain yang meramaikan pasar mie instan di indonesia. Dengan banyaknya brand mie instan di indonesia pastinya banyak sekali opsi pilihan mie instan dengan berbagai varian rasa.
Kegagalan OT dalam Persaingan Bisnis Mie Instan

Credit : eriksimple.blogspot.com

Tak semua brand mie instan bisa sukses di pasaran. Nama besar tak selalu menjadi jaminan produknya bisa terus lama di pasaran karena ketatnya persaingan mie instan di negeri ini. Perusahaan  Orang Tua atau dikenal dengan OT yang terkenal dengan brand Wafer Tangonya pernah terjun membuat produk mie instan di pasaran. Jika kita telisik produk dari OT ini memang banyak dan biasanya produk yang diproduksi adalah berbagai jenis snack.

Tahun 2000an awal perusahaan OT merilis mie instan ke pasaran mulai dari Mie Selera Rakyat yang harganya ekonomis dengan tambahan pangsit di dalamnya, lalu ada happy mie yang berlogo ibu dan anak-anak serta Mie instan Kare mie yang terkenal dengan kuah kentalnya. Ketiga Produk ini pernah berada di pasaran meramaikan persaingan dalam dunia mie instan. Happy Mie adalah mie instan yang dirilis duluan sebelum Mie selera rakyat dengan menawarkan dua rasa yaitu Rasa sup ayam bawang dan special fried noodles. Tak bertahan lama di pasaran, mie ini pun hilang begitu saja.

Kegagalan OT lewat produk happy mienya membuat OT membuat mie instan baru yaitu mie Selera Rakyat yang saat itu ane masih ingat mie tersebut beredar di tahun 2004. Dari segi mienya sendiri cukup menarik karena harganya murah dan didalamnya ada toping pangsitnya. Untuk segi rasa cukup lumayan enak meskipun pada akhirnya produk ini gagal di pasaran. Strategi promosi yang tidak efektif serta penamaan mie selera rakyat membuat persepsi yang negatif dari masyarakat seperti anggapan kualitasnya kurang bagus dan sebagainya, belum lagi dengan komplain lainnya seperti dari segi rasa dan lain sebagainya. Mie selera rakyat bernasib sama dengan happy mie hingga produk ini ditarik dari pasaran.
Kegagalan OT dalam Persaingan Bisnis Mie Instan

Credit : idntimes.com

Kegagalan Dua produk Mie instan tak menyurutkan langkah OT untuk merilis Mie instan baru. Mie kare pun dilempar ke pasaran, dengan ciri khasnya yang unik yaitu kuahnya yang kental membuat produk mie kare bisa cukup lama bertahan di pasaran. Namun sayang sekali mie instan kare mie juga bernasib serupa ditarik dari pasaran dan produknya menghilang begitu saja. Padahal menurut ane sendiri produknya bagus dan segi rasanya juga enak. Faktor gagal untung dan juga komplain dari konsumen karena mienya kurang enak membuat produk ini tak ditemukan lagi di pasaran. Kegagalan OT dalam mie instan inilah membuat produk mie instan dari OT tidak ada lagi di pasaran dan hingga kini OT belum merilis mie instan kembali. Brnad besar tak selalu jaminan produk bisa sukses, strategi marketing yang tepat seperti penamaan brand dan juga kualitas rasa adalah sesuatu yang jangan terlewatkan. Ditengah persaingan bisnis yang ketat, strategi bisnis haruslah strategis dan jitu agar meraih hati para konsumen. Demikian paparan tulisan ane kali ini, bagaimana pendapat agan dan sista? silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. emoticon-Big Grin

Sumber : 
Opini Pribadi dan Inspirasi Kehidupan
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
Sumber gambar via google images

profile-picture
profile-picture
profile-picture
japarina dan 53 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
skyren1608 dan 2 lainnya memberi reputasi
Strategi mie sedaap mungkin perlu ditiru.
Hampir semua varian mie sedaap warna nya identik dengan warna dari varian Indomie.

Mie sedaap soto, warna nya ijo seperti Indomie soto.
Mie sedaap goreng, warna nya pun putih seperti Indomie goreng.
Penempatan di rak minimarket juga berdekatan dengan Indomie sesuai varian nya.

Indomie harus terus menjaga kualitas dan rasa nya, dan terus berinovasi mengikuti kemauan pasar.
Jangan sampai nasibnya kayak teh botol Sosro yang harus menyerah melawan teh pucuk.

Setelah puluhan tahun merajai pasar minuman teh dalam kemasan, teh botol Sosro akhirnya dijungkalkan teh pucuk.
Saat teh pucuk menawarkan kemasan botol pet, Sosro masih kekeuh dengan kemasan kebanggaan nya, botol kaca.

Botol PET secara ekonomis lebih unggul dari semua sisi.
Lebih ringan, tidak pecah, tidak perlu dikembalikan, dan tidak membutuhkan krat khusus seperti botol kaca.
Resiko selama transportasi juga sangat minim.

Toko/agen/distributor tidak perlu space khusus untuk menyusun krat-krat tersebut.

Saat akhirnya mengeluarkan kemasan botol PET dengan desain seperti botol kaca kebanggaan nya, Sosro sudah terlambat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Giruvegan08 dan 50 lainnya memberi reputasi
Lihat 36 balasan
di kampung ane imej OT udah kadung lekat ama orang mabok (produk anggurnya)
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laksanardie dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Lebih enakan wafernya OT tuhemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
ane sering beli es legen depan kantor ot
profile-picture
profile-picture
decodeca dan gabener.edan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kehidupan di FMGC emang kerassssss,bukan cuma di mie instan saja, kalau ga salah produk OT itu Teh Gelas juga ga gan??
udah jarang ane liat dibanding teh pucuk.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
org tua udah terkenal ama minuman maboknya, mungkin org takut kalo makan mie nya bakalan ikut mabok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joki.ngepot dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
OT itu identik dengan anggur, soalnya kalau engga salah bisnis pertama dia itu minuman kesehatan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sket013 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Selalu mendengar nasihat Orang Tua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masih.abu.abu dan 6 lainnya memberi reputasi
Orang Tua? jelas lha amer emoticon-Leh Uga
pdhl menurut lidah ane selera rakyat & KARE itu enak2 aja...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joki.ngepot dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
kalo produk mie kalah sama grup indofood & wings food.
coba masuk segmen minuman penyegar cap orangtua buat ngalahin yang ada badak nya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
harusnya dilanjutin aja
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
OT mah wafer aja

ga usah rambah mie instant, ini rajanya si indomie

BATA!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
farhan.faf dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh red.bezos
Lihat 5 balasan
iya sih tapi mohon maap kalo di sandingin sama Indomie seleraku ya lewat, hueheh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anjinggila666 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mungkin kurang iklan jg sama varian rasanya yg kurang bnyak..klo kota besar indomie yg laris tp klo dikampung mie sedaap lebih laris.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thepacemaker dan 2 lainnya memberi reputasi
iy pdhla kare tuh enakkkk bgt lah
tremendous

heran gw malah ilang d pasaran emoticon-Cape d...
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Ane skip happy mie, karena belom tau.
Untuk selera rakyat, namanya kepanjangan.
Masalah rasa itu tergantung orang ya, ane sih biasa aja.
Daya tariknya ada di harga di bawah indomie (qty nya juga di bawah indomie), tapi di atas mie gopek (mi gemez, mi yoki, dll) dimana mi gopek ini berada di pasar mie kering matang (bisa langsung dikonsumsi tanpa dimasak).
Dan disitu masalahnya.
Pasar mi instan dimasak itu porsinya kecil, mau terjun ke mi murah itu ga enak kalo dimakan langsung.
Ya gitu jadinya, bingung sama pasarnya sendiri.

Untuk Kare, jarang coba sih. Tapi emang bener kuahnya lebih kental.
Tapi sekali lagi sayang banget, mi kuah kental udah disabet varian mi sedaap.

Sebenernya kalo mau, OT bisa ambil pasar di mi lidi atau mi berlevel.
Mi dengan pedas berlevel baru ada di mi sedaap, tapi sepertinya mi sedaap terlalu bersaing di segmen mi goreng, jadi mau buat brand image baru sepertinya susah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
seringnya peran para seles dilapangan lah yang menjadi ujung tombak penentu produk itu bisa terjual atau gak.. tidak sedikit seles yang berani kasih promo jor-joran untuk kios yang tetap memajang produknya dan membeli produk kompetitor hanya untuk digantikan barang dagangannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
padahal ane suka kare nya... lumayan enak...
profile-picture
profile-picture
fan.kui dan gabener.edan memberi reputasi
Emang OT cocoknya di bisnis minuman aja nih gan wkwk
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan gabener.edan memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di