CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Klopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam Poin
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef34bdc82d4956c782c086d/klopp-palace-dan-ancaman-kehilangan-enam-poin

Klopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam Poin

Liverpool kehilangan poin saat Premier League 2019-2020 kembali bergulir. Euforia potensi juara jangan sampai menutupi ada dua tim yang pantas mereka takuti dalam waktu dekat ini: Crystal Palace dan Manchester City.

Ketika Liverpool imbang 0-0 melawan Everton, dalam sepekan City mengalahkan Arsenal 3-0 dan Burnley 5-0. Jarak Si merah dKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam Poinengan City di posisi dua pun menjadi 20 poin saja.

Meski masih jauh, Liverpool wajib waspada karena jarak 20 poin dari City bisa terpangkas signifikan dalam dua pertandingan.

Pada Kamis (25/6) dini hari WIB, Si Merah akan menjamu Crystal Palace. Harusnya Palace bukan lawan sulit dan secara teori bisa dikalahkan tanpa masalah. Hanya, Palace termasuk salah satu tim yang menyulitkan bagi Liverpool.

Kita kilas balik sebentar ke musim 2013/14, salah satu musim nyaris juara bagi Liverpool.

Si Merah begitu mengerikan berkat keberadaan Luis Suarez, Daniel Sturridge dan Raheem Sterling. Namun, tim hebat itu hanya diingat karena terpelesetnya Steven Gerrard saat melawan Chelsea.

Di Anfield, 27 April, Liverpool takluk 0-2 dari Chelsea. Saat itu EPL sudah memasuki Gameweek 36. Di tempat lain, City menang dan akhirnya menyamai poin Liverpool menjadi 80.

Setelah laga lawan Chelsea itu, Liverpool bertemu dengan Palace. Si Merah ditahan imbang di London dengan skor 3-3. Padahal Liverpool sudah unggul 3-0!

City akhirnya unggul poin setelah di pekan ke-37 mengalahkan Aston Villa dan akhirnya menjadi kampiun usai menang 2-0 atas West Ham di pekan pamungkas.

James Milner ada di skuat City saat itu.

Kembali soal Palace, di 2013/14 adalah musim pertama mereka kembali ke EPL setelah bertahun-tahun terjebak di kasta bawah.

Sejak musim tersebut, catatan pertemuan keduanya adalah sembilan kemenangan buat Liverpool, sekali hasil imbang, dan 4 kemenangan kemenangan buat Palace.

Dari data ini sebenernya kubu Merseyside Merah terlihat dominan, tetapi tidak bila dilihat dari catatan gol. Pool mengoleksi 29 gol berbanding 23.

Tak jarang Liverpool menang dengan hanya selisih satu gol alias harus bersusah payah.
Klopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam PoinKlopp, Palace, dan Ancaman Kehilangan Enam Poin
Fakta menarik lain adalah dari empat kekalahan kontra Palace, tiga terjadi di Anfield!

Palace bisa dibilang lawan istimewa dibenak Klopp karena dua dari tiga kekalahan di Anfield itu terjadi di eranya.

8 November 2015. Baru hampir sebulan Klopp menjadi bos Si Merah. Datanglah Palace dan mereka menang 2-1 di Anfield. Itulah kekalahan perdana Klopp bareng The Reds!

Saat itu pendukung Si Merah masih sangat sepi di Anfield. Jargon change doubter to believer yang diumbar Klopp pada jumpa pers perdananya masih belum meresap ke sanubari Redmen.
Quote:


Tidak ada dukungan berarti. Mereka bahkan pulang sebelum laga kelar usai Palace mencetak gol kedua di menit ke-82.

Barangkali fan Si Merah keluar stadion dengan bersungut-sungut sambil mengutuki Klopp sama dengan pelatih-pelatih sebelumnya yang hanya hangat di awal dan pada akhirnya gagal membawa Liverpool ke puncak kejayaan.

Belum ada yang namanya istilah Kloppage Time, yang merupakan pelesetan dari Fergie Time. Kloppage Time adalah istilah bagi Liverpool yang sering membuat gol di menit-menit akhir berkat dorongan nonstop para fan yang terus memberikan dukungan.

Klopp murka atas sikap fan dan merasa kesepian usai kekalahan tersebut.

“Hari itu, saya benar-benar merasa sendirian karena banyak orang yang sudah meninggalkan stadion. Saya pikir itulah momen penting untuk membuat pernyataan bahwa ada yang harus diubah,” tutur Klopp dalam jumpa pers menjelang lawan Palace (23/6) seperti dikutip The Guardian.

“Tim harus berubah dan para pendukung pun harus turut berubah bila ingin membantu tim. Jujur, saya tak pernah merasakan kesepian lagi sejak momen tersebut,” katanya lagi.

Sikap fan memang berubah usai kekalahan dari Palace itu, tapi tak membuat Palace gentar. Kekalahan terbaru terjadi pada 23 April 2017 dengan skor 1-2. Kala itu Christian Benteke membuat seluruh gol Palace. Sebuah ironi karena Benteke dibuang oleh Klopp.

Lagi-lagi kekalahan dari Palace pada 2017 itu menjadi pelecut tim. Sejak hari itu, Liverpool tak pernah lagi kalah kandang. Sudah 55 laga dilewati di Anfield tanpa satupun kekalahan!

Meski demikian, seperti yang sudah disebut di atas, melawan Palace tak pernah mudah, bahkan dengan suara bising Anfield.

Liverpool hanya menang 1-0 di musim 2017-2018. Musim lalu bahkan butuh kemenangan dramatis 4-3. Skor sempat 1-0 buat Palace, imbang 2-2, kemudian 4-2 buat Liverpool, sebelum laga kelar 4-3.

Jangan lupa ada kartu merah buat James Milner di menit ke-89, gol Mane di menit ke-90+3, dan gol Max Meyer dua menit kemudian. Di awal musim ini, butuh gol Roberto Firmino pada menit ke-85 demi mengamankan kemenangan 2-1 atas Palace di Selhurst Park. Kemenangan dramatis karena tiga menit sebelumnya, Wilfried Zaha baru menyamakan kedudukan.

Bukan tak mungkin Palace bisa kembali mengejutkan di Anfield yang sepi. “Saya melihat Palace bak sebuat mesin yang sudah terlumasi dengan baik,” tutur Klopp usai melihat Palace mengalahkan Bournemouth 2-0 akhir pekan kemarin.

Palace bermain baik, sementara Liverpool terlihat kikuk kala bermain 0-0 kontra Everton. Ancaman kekalahan wajib diantisipasi.

Quote:


Spoiler for spoiler:

Liverpool bisa saja memastikan gelar juara pekan ini bila menang atas Palace dan City kehilangan poin kontra Chelsea. Di sisi lain, keunggulan 20 angka itu bisa terpangkas menjadi 17 bila kalah dari Palace dan City menang atas Chelsea.

Keunggalan 17 poin itu bisa terpangkas lagi pekan depan bila Liverpool kalah dari City saat bertandang ke Stadion Etihad pada Kamis (2/7).

City yang langsung ngebut bisa saja menggebuk Liverpool dan memangkas keunggulan Liverpool tinggal 14 saja.

Harusnya Si Merah bisa tetap tenang mengingat punya keunggulan jauh dengan sisa 6 laga alias potensi 18 poin. Skenarionya tetap sama: Pool tetap butuh dua kemenangan demi memastikan gelar.
profile-picture
profile-picture
Isda555 dan HernandezJoe memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di