CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Dunia Hiburan /
Duh! Red Velvet Alami Pelecehan Seksual, Pengguna ‘Dear U. Bubble’ Minta Foto Seksi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef2efda8d94d05e054026ed/duh-red-velvet-alami-pelecehan-seksual-pengguna-dear-u-bubble-minta-foto-seksi

Duh! Red Velvet Alami Pelecehan Seksual, Pengguna ‘Dear U. Bubble’ Minta Foto Seksi


Duh! Red Velvet Alami Pelecehan Seksual, Pengguna ‘Dear U. Bubble’ Minta Foto Seksi

Busana girlband Kpop Red Velvet dalam video musik Umpah Umpah yang dituding plagiat. (Foto: soompi.com)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Reveluv, sebutan bagi penggemar Red Velvet, dibuat geram karena idolnya mengalami pelecehan seksual di ‘Dear U. Bubble’. Banyak pengguna yang dengan sengaja mengirimkan chat mesum ke Red Velvet.


Sebagai informasi, ‘Dear U. Bubble’ adalah layanan berlangganan pada aplikasi LYSN yang memungkinkan penggemar untuk secara langsung menghubungi berbagai artis dari SM Entertainment. Pengguna juga akan menerima konten eksklusif dari sang idola.


Baru-baru ini, beberapa percakapan penggemar dengan Red Velvet dalam portal tersebut telah membuat geram. Percakapan yang bocor tersebut mengungkapkan bahwa anggota Red Velvet telah menerima pesan yang tidak pantas.


Salah satunya berbunyi, “Apakah Anda akan mengunggah gambar-gambar seksi?”.




Pengguna lain juga ada yang mengatakan kepada anggota Red Velvet untuk melepas pakaian mereka setelah para member Red Velvet menyatakan jika cuaca terlalu panas.


Beberapa penggemar kemudian menyuarakan keprihatinan mereka. “Masalahnya adalah mereka mengirim pesan pelecehan seksual atau peradangan, dan mereka membocorkannya seolah-olah mereka pamer,” ujar seorang penggemar.


“Saya tidak tahu mengapa mereka membayar layanan, tetapi saya berharap mereka semua dituntut,” imbuh lainnya yang dilansir dari Allkpop pada Rabu 24 Juni 2020.




Menanggapi hal ini, SM Entertainment kemudian memposting pemberitahuan di LYSN dengan judul “Pedoman untuk Tindakan Yang Dilarang Terkait Dengan Penggunaan Layanan Bubble” pada Senin 22 Juni 2020. Pedoman tersebut menyatakan bahwa setiap pengguna yang mengirim pesan tanda-tanda cabul baik dalam bentuk teks mau pun frasa akan diblokir.


Agensi tersebut selanjutnya menyatakan bahwa pengguna yang mengirim pesan termasuk konten yang disebutkan yang menyebabkan ketakutan atau kecemasan akan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Sumber :



sudah liat yg bening gt masih belum puas


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di