CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
What's Wrong With Being Good Person : A Story About Kuchisake Onna
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef2b30df4ae2f7ad90afee4/whats-wrong-with-being-good-person--a-story-about-kuchisake-onna

What's Wrong With Being Good Person : A Story About Kuchisake Onna

Kuschisake onna adalah salah satu legenda yang paling ditakuti di Jepang, ia berwujud wanita dengan mulut yand robek mulai dari bibir hingga telinga. Dia juga dikatakan selalu membawa gunting besar yang digunakan sebagai senjata. Dalam legenda Jepang, ia menutupi mulutnya dengan masker operasi dan memakai mantel berwarna coklat, dikatakan dia sering muncul di jalan-jalan yang sepi. Ia bertanya pada orang yang ditemui apakah dirinya cantik.
Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya maka ia akan membunuh orang itu. Namun, jika orang itu menjawab ia cantik, ia akan membuka maskernya kemudian bertanya lagi apakah ia cantik meskipun seperti ini (dengan luka robek mulai dari bibir hingga telinga). Jika orang itu menjawab dia jelek, maka dia akan membunuh orang itu. Jika orang itu menjawab dia cantik, maka dia akan membuat wajah orang itu seperti dirinya, lalu membunuh orang itu.
Broken home mungkin adalah hal yang paling baik terjadi di hidupku. Dengan semua luka yang pernah kurasakan, aku menjadi lebih peka terhadap perasaan orang lain dan aku juga selalu berusaha untuk tidak melukai perasaan orang lain.
Setelah orang tuaku bercerai, aku memutuskan untuk hidup sendiri mencoba agar bisa mandiri. Aku bekerja sebagai seorang polisi di distrik Shibuya dengan gaji yang lumayan. Bekerja di kepolisian itu cukup merepotkan, terkadang aku harus pulang larut malam.
Hari ini aku juga pulang larut malam, yaitu sekitar tengah malam. Kereta tidak ada lagi yang beroperasi dan taksi pun juga tidak ada. Aku harus berjalan kaki dari kantor menuju rumah. Malam ini seperti malam biasanya, tidak ada lagi orang yang lalu lintas di jalan. Semua orang telah tidur. Setelah berjalan cukup jauh, aku melihat seseorang berdiri di bawah lampu jalan. Dia terlihat seperti seorang wanita. Kulihat dia berbalik dan melambai ke arahku pertanda memanggilku, lalu aku pun mendekatinya.
Wanita itu cukup tinggi, dia menggunakan mantel coklat dan memakai masker, dia juga membawa sebuah guntimg besar di tangannya. Dia kemudian mulai berbicara.
“Pak, apakah aku ini terlihat cantik?” tanyanya.
“Nona, setiap bunga memiliki keindahannya masing-masing, bahkan mawar hitam pun juga memilikinya. Jadi, semua wanita itu memiliki keindahannya masing-masing,” jawabku.
“Apa kau serius?” tanyanya lagi.
“iya,” jawabku singkat.
“Pak, apakah aku ini terlihat cantik meskipun seperti ini?” tanyanya kembali.
Mulutnya robek hingga ke telinga dan itu membuat wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Namun, aku berusaha untuk tidak melukai perasaannya dengan sedikit berbohong.
“Nona, kau itu cantik bagaimana pun juga,” jawabku.
Dia tersenyum mendengar perkataanku, aku pun juga tersenyum karena dapat membuat orang lain bahagia.
“Nona, ngomong-ngomong kenapa kau mem ....”
Ucapanku terhenti karena dia menebas area sekitar mulutku dengan gunting yang ia bawa. Itu terasa sangat sakit, lalu aku pun mengeluarkan pistolku dan alangkah terkejutnya aku ketika tahu dia sudah tidak ada lagi. Aku pun berlari sekencang yang aku bisa hingga sampai di rumah.
Sejak itu, aku tidak berani lagi untuk pulang kerja lebih dari jam delapan malam dan jika memang harus lembur, maka aku akan menginap. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang kejadian itu karena aku menutupi bekas luka itu dengan masker layaknya wanita itu.
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan KyoKusanagi97 memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di