CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Suksesnya Nabati Di Persaingan Produk Wafer Keju
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef2aa97a727685b2f23b3d8/suksesnya-nabati-di-persaingan-produk-wafer-keju

Suksesnya Nabati Di Persaingan Produk Wafer Keju

Snack wafer adalah salah satu snack favorit yang digemari banyak orang, bagaimana tidak? Perusahaan pembuat snack wafer tidaklah sedikit mulai dari produk yang terkenal hingga produk yang biasa-biasa beredar di pasaran. Tango adalah salah satu brand wafer terkenal di indonesia, selain itu ada juga brand lain yang meramaikan dunia perwaferan di Indonesia mulai dari nissin, roma blast, khong guan dan juga satu brand yang cukup menarik perhatian yaitu brand nabati.
Suksesnya Nabati Di Persaingan Produk Wafer Keju

Credit : harga.web.id

PT Kaldu Sari Nabati Indonesia adalah perusahaan dibalik brand Nabati yang terkenal dengan produk wafer kejunya. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2002 dengan nama awal perusahaan PT Nabati Jaya Indonesia dengan produknya yang terkenal di masanya yaitu nabati wafer yang saat itu ane masih ingat harganya 100 rupiah per bungkusnya. Nabati wafer saat itu merupakan wafer coklat yang dilapisi coklat dengan harga yang bersahabat. Tahun 2007 produksi Nabati Wafer dihentikan dan nama perusahaan pun berganti. Snack Pow dua warna dan Wafer krim Keju Richeese Nabati serta produk lainnya diluncurkan. Tak semua produk nabati selalu eksis di pasaran, banyak produk yang tidak di produksi lagi oleh Nabati seperti snack pow yang dihentikan produksinya di tahun 2011.

Snack Pow kini hanya tinggal kenangan, berbeda dengan nasib produk wafer krim keju nabati richeese yang saat ini begitu eksis di pasaran. Tak tanggung-tanggung, produk nabati keju richeese ini menjadi produk yang masuk Top brand di tahun 2020 ini dan menjadi market leader produk wafer lapis keju. Bersumber dari website top brand, Produk richeese nabati memimpin dengan pangsa pasar 71,7% dan pesaingnya adalah produk tango long cheese wafer dengan pangsa pasar 26,6%. Dalam kategori produk wafer, produk nabati berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 13,4%, kalah dari produk wafer tango dari OT dengan pangsa pasar 43,3%.

Kesuksesan Nabati dalam kategori wafer keju tak lepas dari strategi dan inovasi yang diterapkan. Membuat gebrakan baru dengan membuat wafer lapis keju membuat produk wafer semakin beragam. Promosinya yang tepat membuat produk wafer nabati richeese ini laku di pasaran dan membuat perusahaan lain membuat produk serupa. Dengan inovasi produk wafer krim kejunya, Nabati meraih penghargaan rekor muri sebagai pelopor dan pencipta wafer keju di negeri ini. Strategi membuat produk wafer yang berbeda dari wafer umumnya membuat wafer nabati tidak bersaing secara langsung sehingga membuatnya menguasai pangsa pasar wafer krim keju di Indonesia.
Suksesnya Nabati Di Persaingan Produk Wafer Keju

Credit : nabatisnack.co.id

Kejelian melihat pasar dan juga inovasi produk membuat produk nabati dengan brand nabati richeese bisa menjadi pemimpin pasar wafer krim keju. Dalam kategori lain banyak brand produk yang sukses dengan inovasi produknya dan mampu menjadi market leader seperti produk teh pucuk harum dari Perusahaan Mayora untuk kategori minuman teh kemasan dan juga luwak white koffie dari Java Prima dalam produk white coffee. Persaingan produk wafer memang menarik, tango saat ini masih menguasai pangsa wafer di Indonesia disusul oleh Nabati yang mampu mengalahkan brand terkenal lainnya seperti nissin, bengbeng dan wafer selamat. Seperti apakah persaingan produk wafer di negeri ini selanjutnya? Menarik untuk kita perhatikan kedepannya. Bagaimana pendapat agan dan sista? Silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. emoticon-Big Grin



Sumber :
Opini Pribadi dan Hasil Observasi Pribadi (Inspirasi Kehidupan dan via internet)
Sumber 1
Sumber 2
Sumber gambar via google images
profile-picture
profile-picture
profile-picture
japarina dan 27 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 6
reserved
profile-picture
tioblitar memberi reputasi
enak nih asin asin gurih ada manisnya juga mirip
Lihat 3 balasan
nabati yg 6k beda sama yg 2x.

lebih padet yg 6k.
tebelnya juga 2x lipat dari yg 2k

emoticon-Cool
Lihat 5 balasan
Di toko kelontong ane aja ada beberapa varian dari merk nabati. Mulai dari wafer, biskuit, dan snack ciki.

Tapi ada segi perbedaan rasa, ane ambil dari wafer rasa keju, yang harga 2000 sama 500. Agan boleh percaya atau tidak tapi harga yang 500 lebih enak ketimbang yg harganya 2000.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Enak.. Gurih.. Kreyes-Kreyes.. Murah... heheh

emoticon-Jempol
Lihat 3 balasan
wafer keju nabati emang juara sih
belom ada yg ngalahin rasanya
Produknya enak enak emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
eriksa dan tafakoer memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Produk yang bagus kemungkinan besar akan menang dalam persaingan, bukan hanya promosi-promosi yang sementara.
Lihat 6 balasan
Hmmm.... enak emang gan
gurih sedap bray nih wafer
Diubah oleh MasterEmerald
wafer yg ane demen dari sma , selalu beli nabati kalo istirahat
Lihat 2 balasan
favoritnya ponakan-ponakan ane ni
profile-picture
eriksa memberi reputasi
emang nagih si wqwqwq yg lainnya gak seenak iniii
walaupun keju, tapi cita rasa nabati yang ane rasain kok lebih ke manis ya.. padahal keju identiknya condong ke asin hehehe emoticon-Bingung

tapi nabati enak sih, bikin nagih hahaha emoticon-Hammer2
Diubah oleh sedotninja
Lihat 3 balasan
murah sih, keknya emang tau deh kalo yg dibutuhin masyarakat cemilan yg murah tapi enak
emoticon-Jempol
waa mantap niih...
entar beli ahemoticon-Ngacir

ts iklan nihemoticon-Leh Uga
makanan kesukaan gue nih,, Sip dah..
gurih asinnya memang beda ama yg Tango, bener2 ciri khas tersendiri sih ini Richeese, btw yg Richeese Factory yg jualan ayam goreng itu masih 1 lini perusahaan sama ini ga ya ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
gurih gurih enyoi gan rasanya emoticon-Ngakak (S)
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di