CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pendidikan di Luar Jawa Rendah dan Lebih Memilih Merantau?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef2a84da7276830397f13e0/pendidikan-di-luar-jawa-rendah-dan-lebih-memilih-merantau

Pendidikan di Luar Jawa Rendah dan Lebih Memilih Merantau?

Pendidikan di Luar Jawa Rendah dan Lebih Memilih Merantau?
Sumber gambar

Tidak lagi bisa dimungkiri bahwa pendidikan adalah pondasi sebuah bangsa. Jika, ingin memiliki bangsa yang berkualitas, serta memajukan negara di mata dunia, pendidikan-lah modal utama yang wajib dimiliki bangsa. Di Indonesia sendiri, berbagai sistem pendidikan telah diusung bahkan ada beberapa yang berhasil diimplementasikan. Kenapa hanya beberapa? Ya, karena memang faktanya menampakkan seperti itu.

Berdasarkan data tentang kualitas pendidikan yang diadakan oleh Programme for International Student Assesment (PISA), negara Indonesia menempati urutan 72 dari 77 negara. Sedangkan negara tetangga, Singapura berada di urutan 2 teratas, dan Malaysia urutan 56, karena sistem pendidikan yang dimiliki oleh negara-negara tersebut lebih mumpuni dibanding Indonesia pastinya. Inilah salah satu bukti hanya sebagian saja daerah di Indonesia yang memiliki sistem yang bagus, sedangkan daerah lain masih kurang. Atau dengan kata lain, tidak meratanya pendidikan di Indonesia dapat mengakibatkan kualitas pendidikan Indonesia yang minim.

Misalnya saja di Papua sendiri, salah satu daerah yang terbelakang dalam pendidikan dibanding daerah-daerah Indonesia lainnya. Buktinya apa? Banyak dari mereka, rakyat Papua, berlomba-lomba untuk mengenyam pendidikan di pulau Jawa. Terlepas banyak tujuan yang ingin mereka gapai ketika berpendidikan di pulau Jawa, tapi, yang pasti dikarenakan adanya perbedaan sistem pendidikan di Papua dengan Jawa. Lagi-lagi perbedaan ini dilatar belakangi oleh tidak meratanya fasilitas, atau komponen pendidikan lainnya di Papua.

Akibat dari tidak meratanya fasilitas-fasilitas pendidikan inilah yang membuat bangsa terbelakang di dunia pendidikan, dan pada akhirnya membuat negara Indonesia berada pada urutan yang nyaris terendah di mata dunia. Ditambah lagi, wabah COVID-19 yang tengah menjangkiti dunia saat ini, makin sulit saja rakyat Indonesia mengenyam pendidikan di rumah saja, terutama Papua.

Mungkin, masyarakat di pulau Jawa masih melek akan teknologi, dan masih bisa menikmati pendidikan dengan fasilitas internet, ponsel pintar, laptop, bahkan menuntut untuk diadakan sebuah platform belajar nasional selama di rumah untuk mendukung belajarnya pada masa COVID-19. Tapi, pernahkah terlintas, di daerah-daerah pedalaman Indonesia, macam Papua harus dengan cara seperti apa untuk memperoleh pendidikannya?

Tepatnya di pedalaman Papua, hampir 54 persen dari 608 ribu murid yang mengalami kemuskilan untuk belajar saat COVID-19. Jika, di kota-kota besar, masih bisa menggunakan internet untuk belajar atau melaksanakan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh), lain halnya dengan pedalaman di Papua. Di sana, jangankan internet, listrik saja belum tersedia, jadi, gimana mau belajar? Sangat terlihat sekali kesenjangan fasilitas, infrastruktur antara kota dan pedalaman. Inilah yang menjadi poin penting, jika, ingin pendidikan Indonesia maju. Harus merata, jangan hanya terpusat. Masih sukur jika tidak ada kecemburuan sosial dari rakyat Papua pada kota-kota besar lainnya. Maka, diperlukan pemerataan pendidikan di Papua secara dini, jangan tunggu hingga timbul kecemburuan yang berakhir konflik atas sebuah masalah yang pada dasarnya bisa ditanggulangi. Melangkah cepat sebelum terlambat.

Bahkan, tidak hanya fasilitas atau sarana dan prasarana seperti yang disebutkan di atas. Tapi, perbedaan kurikulum. Sebagai contoh, pengakuan seorang mahasiswi dari Papua yang mengikuti wisuda di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Lisye Elsina. Lisye, salah satu penerima Beasiswa Afirmasi Dikti yang berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran selama 7 semester saja dengan IPK 3,22. Ia mengaku perjuangan dirinya mencapai itu semua tidaklah mudah. Pada tiga semeter pertama, Lisye mengalami kesulitan belajar bahkan merasa dirinya seperti anak SD yang tersesat di Fakultas Kedokteran. Alasannya adalah karena, kurikulum SMA-nya dulu belum membahas sejauh pembahasan yang tersemat dalam kurikulum SMA di pulau Jawa. Di tempat asalnya, kurikulum SMA bisa dikatakan setara dengan kurikulum SMP di Jawa atau malah lebih unggul SMP di Jawa.

Ditambah lagi, para guru yang mengajar pun hanya memiliki kompetensi yang seadanya, tidak ada tugas, tidak ada presentasi, apalagi mengetahui cara belajar mandiri, mereka tidak diajarkan itu. Berbeda dengan Jawa yang lebih unggul dari segi kurikulum, fasilitas, bahkan pengajar. Padahal, di era 4.0 ini, pengajar atau guru, tidak lagi dituntut sebagai 'narasumber' utama dalam pembelajaran, tapi, seorang murid yang harus mulai aktif, sedangkan, guru hanya diposisikan sebagai fasilitator.

Melihat segala permasalahan pendidikan di atas, tidak patut rasanya jika hanya Kemendikbud yang bersalah, tapi, menteri-menteri lain. Karena, jika sudah diadakan suatu unit sekolah, artinya, harus ada sarana untuk mengakses sekolah itu, kemudian, penyediaan listrik, dan akses informasi juga. Jadi, para menteri lain pun ikut andil dalam pemerataan pendidikan, tidak hanya menteri pendidikan. Memang, sudah diadakan tim khusus oleh Kemendikbud yang dikabarkan melalui situs resminya, untuk mempercepat pembangunan pendidikan di Papua dan Papua Barat pada 23 September 2019. Tapi, tidak cukup sampai di situ, jika perlu, berikan anggaran yang besar untuk pembangunan pendidikan itu, agar semakin cepat meratanya pendidikan di pelosok-pelosok Papua, Indonesia. Bukankah investasi untuk pendidikan tidak akan pernah merugi? Seluruh rakyat, terutama rakyat Papua pasti menaruh harapan yang banyak terhadap usaha pemerataan yang digagas oleh Kemendikbud ini.

Pemerintah tidak bisa hanya fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, tapi, fokus juga pada pemerataan kualitas itu di daerah-daerah terutama pedalaman Indonesia. Karena, setiap warga negara memiliki hak untuk berpendidikan. Ditambah lagi, jika, Indonesia sendiri memang ingin terangkat kualitas pendidikan, dan SDM-nya di mata dunia, tidak bisa hanya fokus pada satu daerah agar meningkat kualitas pendidikannya. Tapi, perlu sama rata, agar semakin banyak bangsa yang berpendidikan, maka, akan semakin cepat kualitas pendidikan Indonesia terangkat bahkan melesat jauh dibanding negara-negara tetangga. Ketahuilah, negeri ini tidak bisa maju dan dibangun dengan hanya sekelompok, segelintir atau sebagian daerah saja, tapi, perlu bersatu, bersama-sama.

Sumber:

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/09/kemendikbud-percepat-pembangunan-pendidikan-papua-dan-papua-barat
https://www.google.com/amp/s/amp.rappler.com/indonesia/ayo-indonesia/168633-kesenjangan-pendidikan-jawa-papua-tinggi
https://sulsel.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/tanpa-listrik-dan-internet-pendidikan-di-pelosok-papua-mati-suri-regional-sulsel
https://www.google.com/amp/s/amp.dw.com/id/peringkat-6-terbawah-indonesia-diminta-tinggalkan-sistem-pendidikan-feodalistik/a-51541997
https://republika.co.id/berita/q9q5zx328/nadiem-kaget-masih-ada-wilayah-indonesia-tanpa-listrik
https://www.google.com/amp/s/beritagar.id/artikel-amp/telatah/kesenjangan-kualitas-pendidikan-jawa-luar-jawa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Alya917
Stigma kaya apa ini?emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
Alya917 memberi reputasi
Maunya sistem perkuliahan di Indonesia ini pakai sistem zonasi juga
Biar gak semuanya merantau dan kuliah di Jawa
Kan itu juga akan membuka perekonomian juga buat masyarakat disekitar kampus
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
kalau pas saya dulu gap nya memang berasa..
kerasa pas bimbel di jawa..
yg smanya disini terbiasa mengerjakan soal2 sulit..
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Program SD Inpres dulu gimana? Dilanjutin lagi nggak? Atau disia2in? Harusnya bisa dilanjutkan secara berkesinambungan. JKW bukannya pernah janjiin ada SMP inpres gitu? Pendidikan di era rezim sekarang ane perhatiin paling miris.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Fakta berbicara: sebagian besar lulusan perguruan tinggi keguruan di Jawa ogah ditempatkan di Papua karena takut DIBUNUH OPM.

Sekian dan terima kasih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
tapi memang bener sih klau ini... gw pakai ijazah lulusan daerah gw klau ngelamar selalu kalah klau ngelamar ama lulusan jawa... temeen ane yg hrd sendiri juga bilang gitu, jadi buat lu lu pada klau kuliah gk sampai dapet yg negeri di daerah ente mending gk usah kuliah... klau mau tetep kuliah yg swasta mending situ cari swasta di jakarta...
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Jgn gan, jgn kirim guru wanita ke pelosok papua, entar sama separatis di gangbang...

Klo laki dibunuh dijalan dibilang hama tikus...

Yg ga mau maju tuh oknum2 papua sendiri, yg bikin warganya masih kurang literasi.

Merdeka itu bukan jalan terbaik buat papua, tapi literasi yg bagus, yg bikin papua maju...
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Ini satu lagi alasan gw membenci ideologi libtards dari Amerika.

Mereka di sana melakukan juga yang seperti ini, dan akhirnya kita ikut-ikutan meniru. Pokoknya sudah sekolah 12 tahun, ga peduli bagaimana kualitasnya, harus lulus. Akhirnya banyak kulit hitam Amerika yang dipaksa lulus lalu dipaksa masuk universitas kelas atas dengan hasil banyak yang putus sekolah di tengah jalan.

Di sini juga mengikuti pola seperti itu. UNAS dihapus, karena dianggap menghalangi kelulusan murid sekolah. WTF?? Akibatnya sekolah yang berada di pelosok tidak ada minat untuk meningkatkan mutu pendidikannya, buat apa, wong kelulusan sudah dijamin. Lalu para lulusan mereka dipaksa masuk peguruan tinggi, dengan bekal pendidikan setingkat SD, akhirnya banyak yang jadi doyan mabuk-mabukan di pulau Jawa.

Semua karena meniru membabi-buta ide yang sedang trending di kalangan libtard Amerika.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
mau dikata apa tapi faktanya begitu sih
makanya pada lebih banyak memilih buat studi di pulau jawa
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
pendidikan di Indonesia memang belum tersebar secara menyeluruh ke daerah daerah apalagi pelosok.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
akibat pembangunan yang tidak merata sejak orde baru dan bersifat jawa sentris. daerah luar jawa tertinggal jauh dari sisi infrastruktur dan materi ajar.

emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
inilah yg benar benar jadi pr pemerintah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Sayangnya bukan Papua saja

Ingat dulu ada temen tanya temen luar jawa kok gak pulkam cari kerja di daerah nya-motif nanyanya agak aneh sih ada tendensi kenapa pada kesini gak balik karna percakapan diawali rencana setelah lulus mau ngapain dan tanya2 daerah asal-,, kenapa musti di jawa,, dia jawab, kalian dijawa dapat keuntungan dan kutukan

kalau apa yg ada dijawa ada di daerahnya, dia bakal balik dikampung, ngapain cari hidup jauh2 dari keluarga

Artinya semua juga gak mau ngumpul di jawa, di kampung teman ane mati lampu udah kayak jadwal makan, bensin mahal, ekonomi lambat, Fasilitas sekolah apa adanya, kuliah terpaksa ke jawa, top ten sebagian besar di jawa, perusahaan besar banyak di jawa ya semua ke jawa,,jadi ente dijawa kebagian kutukan kedatangan banyak pendatang dari daerah

Bear it kata dia emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
Diubah oleh kiryu06
Tidak bisa dipungkiri, sejak dulu sudah jadi rahasia umum bahwa kualitas di Jawa lebih baik dari kualitas di daerah luar Jawa, tidak terkecuali pendidikan.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
fendidikan arab lebih baik
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
BELUM TAU CERITA ORANG LUAR JAWA YG MAU PERGI SEKOLAH.. DARI JALAN KAKI ITUNGAN KILO SAMPAI MENYEBERANGI JURANG..



LULUSAN DILUAR PULAU JAWA, TAMAT SEKOLAH LANGSUNG IKUT NINJA WARRIOR , ATLIT YANG MENGANDALKAN FISIK emoticon-Ngakak

JOKES SIH TAPI MASI ADA KENYATAANNYA YG SEPERTI ITU emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan Alya917 memberi reputasi
Diubah oleh evildankside


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di