CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Si Manis Penunggu Jembatan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef28afe337f933d92555037/si-manis-penunggu-jembatan

Si Manis Penunggu Jembatan

Si Manis Penunggu Jembatan
Sumber gambar : Pinterez

Sudah seminggu ini penduduk digegerkan ada penampakan mahluk astral, atau kata orang-orang sih, itu mahluk halus!

Cerita dari mulut ke mulut tersebut beredar sangat cepat. Tak ayal, jembatan yang disinyalir sering terjadi adanya penampakan mahluk astral itu sontak menjadi viral dan tentunya menjadi lebih terkesan angker!

"Lah, aku piye iki, Kang? Tiap pagi aku mesti lewat jembatan itu!"

Ujar Mbok Yem, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional di suatu hari.

Jalan yang harus dilewati ya memang jalan tersebut, lah wong itu satu-satunya jembatan penghubung yang ada di desanya.

"Ya wis tidak apa-apa, kita berdoa saja sama Allah, biar ndak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan to, Mak!"

Si Manis Penunggu Jembatan
Sumber Gambar: Pinterez

Kang Karjo sebagai seorang suami, ya memang harus memberikan motivasi dan semangat! Apalagi ini menyangkut kepentingan perut, kalau ketakutan dan tidak mau jualan ke pasar, tentunya dapur mereka akan berhenti berproduksi, ya to?

"Gini aja, Kang. Sekarang kamu harus anterin aku berangkat jualan, baru setelah itu pergi ke sawah!"

Mbok Yem sangat mengharap, setidaknya kalau ditemani sang suami, ketakutan itu akan sedikit berkurang.

Akhirnya Karjo sepakat mengantar istri tercintanya, demi periuk tetap stabil, apalagi anak-anaknya sedang masa-masa pertumbuhan, jadi, mereka butuh banyak asupan gizi.

Perjalanan terasa lama, tidak seperti biasanya. Mungkin, karena mereka berdua dihantui rasa takut, akan adanya makhluk halus yang sedang menjadi buah bibir di kampung tempat mereka tinggal.

Kurang dari satu meter lagi mereka akan tiba di jembatan tempat biasa ada penampakan hantu wanita itu, jelas hati mereka sangat kacau. Istri tercintanya mulai memegang pinggang Kang Tarjo kuat-kuat, ada rasa cemas di hati perempuan itu.

"Aku kok merinding ya, Kang!" Ujar Mbok Yem, seraya menguatkan pegangannya.

"Iya, aku juga sama. Tapi, jangan kenceng-kenceng juga megangnya, pinggangku sakit."

Bukan mengendur, pegangan tangan Mbok Yem justru semakin kuat.

Si Manis Penunggu Jembatan
Sumber Gambar : Pinterez

Betul juga, tiba-tiba ada sesosok perempuan berdiri di tengah-tengah jembatan yang akan mereka lewati, jantung Kang Karjo maupun Mbok Yem berdegup kencang.

Kebetulan jalan menuju jembatan itu memang menurun. Sedangkan sepeda Kang Tarjo ternyata remnya bolong, alhasil sepeda itu tidak bisa dihentikan dan mereka pun tidak bisa berbuat banyak, selain pasrah.

Jegeeer ...!

"Aduh ...!"

Perempuan yang sedari tadi berdiri di tengah jembatan itu terpental ke tepi, begitu juga Kang Tarjo dan Mbok Yem sama-sama terjatuh.

"Ampun, ampuni kami!" teriak Mbok Yem gemetaran, ia tidak berani menatap perempuan bergaun putih lusuh di depannya.

"Hei! Sudah nabrak, gampang banget bilang maaf!"

Kang Karjo mendadak bangun, rasa takutnya pun sontak hilang.

"Jadi, kamu manusia, to?" tanya Kang Karjo tegas.

"Lah, emangnya aku ini apa, kalau bukan manusia?"

Perempuan itu tak kalah tegas, dengan kaki yang agak terpincang, perempuan itu mendekati Kang Karjo dan Mbok Yem.

"Lah, kamu sumi, ya?" ujar Mbok Yem sambil mengamati wajah perempuan di hadapannya, walau kumuh seperti jarang mandi, tapi, wajah itu masih bisa dikenali.

"Iya, Mbok Yem. Aku sumi! Aku malu pulang ke rumah karena dalam keadaan miskin."

"Ya ampun, Sum. Kamu tahu tidak, anakmu sudah tidak ada yang mengurus, suamimu juga ndak tau pergi ke mana."

"Kan ada Si Mbok!"

"Mbokmu? Apa kamu ndak tau, kalau mbokmu sudah meninggal dunia setahun yang lalu?"

Sumi, si manis jembatan ambruk itu menangis sejadinya, perasaannya hancur sehancur-hancurnya. Sumi memang merantau ke kota, demi memenuhi kebutuhan hidup, suaminya yang pengangguran tidak bisa diandalkan. Sayang, di kota besar Sumi justru masuk ke dunia malam, hidupnya dihabiskan untuk melayani lelaki hidung belang, hingga suatu hari, ia terkena penyakit kelamin dan tidak ada lagi yang mau memakai jasanya lagi, Sumi terbuang dan benar-benar di jauhi teman-teman seprofesinya, bahkan, pelanggannya pun sudah tidak ada yang mau untuk dilayani.

Sumi putus asa dan akhirnya berniat untuk pulang ke kampung halamannya, akan tetapi, karena ia dalam keadaan yang seperti itu, pada akhirnya Sumi bingung. Awalnya sih perempuan itu berdiri di tengah jembatan adalah untuk upaya bunuh diri, dia berharap, jika mati, maka jasadnya akan dikebumikan di tempatnya dilahirkan.

Tuhan berkehendak lain, kenyataannya perempuan itu selalu gagal bunuh diri dan sampai pada akhirnya bertemu dengan Kang Karjo dan Mbok Yem, keputusannya untuk mengakhiri hidup pun batal, setelah mendengar cerita dari tetangganya tersebut. Ternyata ia masih harus memenuhi tanggung jawabnya, terhadap anak semata wayangnya.

Sekian

NB : Ini hanya cerita fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat, ini benar-benar tidak disengaja.

24-06-2020 Dbanik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh opabani
Pejwan
Aku kira si manis penunggu jembatan Ancolemoticon-Takut
profile-picture
opabani memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kirain horor beneran.
Dilema sih emang, tapi hidup harus tetap berjalan.
emoticon-Malu
profile-picture
opabani memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Mendadak Halu... ane kirain si manis jembatan ancol.. haha

emoticon-Ngakak
profile-picture
opabani memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Gimana lanjutannya mas, penasaran aku
profile-picture
opabani memberi reputasi
Nanti kalau sudah siap aku lanjutkan lagi yaa, tapi entah siapnya kapan ngahaha


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di