CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengenal Mineral Rare Earth yang Dibahas Luhut dan Prabowo
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1bbaa28c9912c8b41e34e/mengenal-mineral-rare-earth-yang-dibahas-luhut-dan-prabowo

Mengenal Mineral Rare Earth yang Dibahas Luhut dan Prabowo

Mengenal Mineral Rare Earth yang Dibahas Luhut dan Prabowo

Istilah rare earth atau logam tanah jarang mengemuka ke publik. Hal itu terjadi setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu pekan lalu.

Keduanya membahas soal potensi rare earth di Indonesia.

Luhut mengatakan rare earth merupakan komoditas mineral hasil ekstrak tin atau timah. Komoditas itu kemudian bisa disulap untuk campuran kebutuhan pembuatan magnet, elektronik, hingga senjata.

"Kemarin saya juga bicara dengan Menhan (Prabowo Subianto), tin itu kita juga bisa ekstrak dari situ (tin) rare earth," ungkap Luhut, Senin (22/6).

Mengenal Mineral Rare Earth yang Dibahas Luhut dan Prabowo

Sayangnya, pengembangan industri pengolahan rare earth masih belum besar di Indonesia. Padahal, potensinya cukup besar karena Indonesia merupakan salah satu penghasil timah di dunia, yaitu di Bangka Belitung.

Hal ini juga tercermin dari belum ada harga acuan komoditas ini di dalam negeri. Saat ini, kata Luhut, harga rare earth mengikuti perkembangan pasar komoditas Singapura.

"Sekarang saya bilang kenapa harga rare earth mesti ditentukan di Singapura, kenapa tidak di Indonesia?" katanya.

Saat ini, beberapa negara sudah mengembangkan pengolahan rare earth sebagai kebutuhan industri. Negara itu antara lain, China, Amerika Serikat, India, Brasil, Australia, Afrika Selatan, hingga Malaysia yang memiliki cadangan rare earth.

Namun, produksi terbesar ada di China. Totalnya mencapai 95 persen dari total produksi di dunia. Sementara cadangan rare earth di Negeri Tirai Bambu diperkirakan mencapai 36 juta ton atau setara 30 persen dari total cadangan di dunia sebanyak 99 juta ton.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, mineral seperti ini perlu dikembangkan di dalam negeri melalui hilirisasi dan larangan ekspor. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah dari rare earth tersebut.

Selain itu, hilirisasi industri bisa menciptakan lapangan kerja dan pengembangan sektor industri yang selanjutnya memberi dampak positif pada perekonomian nasional.

Mengenal Mineral Rare Earth yang Dibahas Luhut dan Prabowo

Perlu transfer knowledge dari Tiongkok
emoticon-Leh Uga

Klen kudu komen!
setau saya produksi rare earth mineral banyak polusinya. mending beli aja dari pada lingkungan rusak. itu sebab negara2 barat nggak mau menambangnya.
profile-picture
joesatriyono memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Pesan moralnya pak luhut n pak Prabowo sama2 bos pertambangan..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan masfuad2015 memberi reputasi
wow LTJ emoticon-Matabelo
Hmmm, produksi 33 smelter saja di demo!

Artinya apa?

Ada campur tangan asing agar Indonesia tidak bisa memproduksi, mengolah dan menguasai hasil tambang Sendiri!






Diubah oleh daimond25
Sejak kapan Tin (timah) termasuk mineral rare earth ? emoticon-Bingung (S)
Lebih langka mana ama vibranium ma adamantium
Lihat 2 balasan
ternyata pak luhut udah dapat bantuan china utk ngolah rare earth, baru berani ngomong emoticon-Big Grin
Bukannya proses ekstraksinya punya radiasi tinggi?
Lupa baca di mana.
hmmmmmm langka , dijual, ada duitnya tapi ga profit...rugi malah, buat apa? emoticon-Smilie
Quote:


Baca dulu yg cermat...bukan timahnya tapi "ekstrak"nya...ah..
Bener, ternyata pagi ngomongin yang di babel
Quote:


tin disini yang dimaksud mungkin timah (lead), itu tingkat kekerasannya-kepadatan ada di bawah uranium gan, krusial banget buat industri pertahanan
emoticon-Cool
Diubah oleh joesatriyono
Jahh prabowo gak keliatan ngurusin ginian...

itu laut cina selatan gak di tanggepin ama dia..

emoticon-Wakaka


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di