CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Uang Rp 29 T di Rekening Pembayaran Digital Ini Raib
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1a571c8393a5e8c23a0b9/uang-rp-29-t-di-rekening-pembayaran-digital-ini-raib

Uang Rp 29 T di Rekening Pembayaran Digital Ini Raib

Uang Rp 29 T di Rekening Pembayaran Digital Ini Raib

Platform pembayaran digital asal Jerman, Wirecard menyebut bahwa US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp 29,61 triliun (kurs Rp 14.100/US$) kemungkinan tidak pernah ada di rekening mereka. Kenyataan itu semakin memperdalam krisis perusahaan tersebut.

Akibat skandal ini, CEO Wirecard Markus Braun mengundurkan diri setelah auditor EY mengatakan uang tunai yang nilainya setara seperempat dari aset perusahaan tidak dapat ditemukan. Sebelum dia berhenti, Braun mengklaim bahwa perusahaan telah jadi korban penipuan besar-besaran.

Pencarian untuk dana yang hilang telah difokuskan pada Filipina, tetapi Bank sentral Filipina mengatakan tidak ada uang masuk ke negara itu, setelah Bank Kepulauan Filipina (BPI) dan BDO Unibank mengatakan dokumen yang menunjukkan bahwa Wirecard telah menyetor dana ke mereka adalah palsu. Kedua bank besar di Filipina ini mengatakan Wirecard bukan klien mereka.

Wirecard masih berusaha keras untuk mencari uang untuk menjaga para kreditur tidak terlibat masalah lebih jauh. Wirecard mengatakan bahwa mereka telah menyewa bank investasi Houlihan Lokey untuk datang dengan strategi pembiayaan baru.

Dilansir CNN, Selasa (23/6/2020), skandal ini telah membuat saham Wirecard (WCAGY) jatuh pada awal perdagangan hari Senin. Saham telah anjlok lebih dari 85% selama tiga sesi perdagangan dan menghapus nilai pasar US$ 12,5 miliar.

Pada hari Senin, perusahaan menarik laporan neraca tahun 2019, kuartal I-2020 dan perkiraan laba untuk tahun 2020. Perusahaan menilai bahwa hasil keuangan dari tahun-tahun sebelumnya kemungkinan dapat terpengaruh.

Tentang perusahaan

Didirikan pada tahun 1999, Wirecard pernah dianggap sebagai salah satu perusahaan teknologi paling menjanjikan di Eropa yang memproses pembayaran untuk konsumen dan bisnis, hingga menjual layanan analisis data. Perusahaan yang hampir memiliki 6.000 karyawan di 26 negara di seluruh dunia itu melaporkan pendapatan lebih dari US$ 2,2 miliar pada 2018, atau lebih dari empat kali lipat dari 2013.

Saham mencapai angka tertinggi di atas US$ 213 pada September 2018, bulan yang sama Wirecard menggantikan Commerzbank (CRZBF) dalam daftar 30 perusahaan teratas Jerman. Pada titik itu, nilainya lebih dari US$ 26,9 miliar. Namun pada hari Senin kemarin, saham diperdagangkan serendah US$ 14,56.

Ledakan itu menyusul 18 bulan penuh gejolak bagi perusahaan yang diselingi oleh tuduhan penipuan dan pertanyaan atas praktik akuntansi. Pada Januari 2019, Financial Times melaporkan bahwa Wirecard memalsukan dan mengundurkan kontrak dalam serangkaian transaksi mencurigakan di Singapura. Namun perusahaan membantah laporan tersebut yang diperkuat dengan bantuan pelapor, tetapi sahamnya anjlok.

Pukulan lain terjadi akhir tahun lalu, ketika FT menerbitkan laporan dan dokumen perusahaan yang menunjukkan bahwa keuntungan dan penjualan Wirecard telah meningkat di Dubai dan Irlandia. Wirecard kembali membantah tuduhan itu. Tetapi penyelidikan oleh KPMG yang diterbitkan pada bulan April menemukan bahwa perusahaan tersebut tidak memberikan informasi yang cukup untuk sepenuhnya menjelaskan masalah yang diangkat oleh FT.

link


Platform pembayaran digital asal Jerman, Wirecard menyebut bahwa US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp 29,61 triliun (kurs Rp 14.100/US$) kemungkinan tidak pernah ada di rekening mereka. Kenyataan itu semakin memperdalam krisis perusahaan tersebut.
profile-picture
profile-picture
novitasari94 dan tepsuzot memberi reputasi
Wirecard emang lagi rame kemarin, sahamnya anjlok

emoticon-Traveller
hahaiyaa cilakake luewaa welass waaa fake digital waaa
rip emoticon-Turut Berduka
Uang Rp 29 T di Rekening Pembayaran Digital Ini Raib
Yang punya saldo di Wirecard siap-siap gigit jari
Uang Rp 29 T di Rekening Pembayaran Digital Ini Raib

Semua bisnis model dimana ada penumpukan uang resikonya ya dibawa kabur dan foya-foya.
Makanya ga heran para eks pejabat OJK/BI jadi komisaris disana dan disini untuk model bisnis kek gitu.

Balik lagi, faktor pengawasan yang pasti TULALIT ditambah niatan owner-nya memang nge-rampok.

Nasibmu lah nakkk siapa suruh simpan uang disana ? wkwkkw

Diubah oleh Jazed


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di