CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Terima Banyak Keluhan Zonasi PPDB, Ini Kata Ganjar Pranowo
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1a3f5c820844c275bb76f/terima-banyak-keluhan-zonasi-ppdb-ini-kata-ganjar-pranowo

Terima Banyak Keluhan Zonasi PPDB, Ini Kata Ganjar Pranowo

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengumpulkan tim panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 untuk rapat evaluasi di kantornya, Selasa (23/6). Evaluasi dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat yang muncul selama proses PPDB berlangsung.

Dalam rapat tersebut dibahas banyak hal, mulai zonasi, surat keterangan domisili, sertifikat kejuaraan dan lainnya. Satu persatu persoalan dievaluasi Ganjar bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri beserta panitia PPDB lainnya.

Hal yang paling disorot Ganjar adalah persoalan jarak zonasi. Ia mengatakan menerima banyak laporan keluhan soal jarak zonasi yang ditetapkan.

Ada beberapa kasus dimana rumah calon siswa berdekatan dengan sekolah, namun terlempar akibat jarak yang digunakan adalah kantor desa.

"Ini fakta dan terjadi, dia rumahnya nempel di sekolah, tapi tergeser karena jarak kantor kelurahan dengan sekolah lebih jauh, hal-hal semacam ini harus dibenahi," ucapnya.

Dalam evaluasi itu, Ganjar meminta Dinas Pendidikan segera dicarikan solusinya. Dan saat ini lanjut dia, sudah ditetapkan solusi itu yakni dengan memperpendek jarak zonasi.

"Nantinya, setiap calon siswa yang berada di lingkungan satu RW dengan sekolah, maka otomatis akan diterima karena jaraknya pasti dekat dengan sekolah," terang Ganjar.

Selain persoalan zonasi, ada pula persoalan beberapa kecamatan di Jateng yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri. Setidaknya lanjut dia, ada 17 kecamatan di berbagai daerah di Jawa Tengah yang tidak memiliki fasilitas SMA/SMK atau SLB negeri.

Ganjar pun mengusulkan adanya solusi khusus yakni membuka kelas jarak jauh di daerah-daerah itu atau membangunkan sekolah baru. Ia meminta Dinas Pendidikan segera menghitung kemungkinan penerapan sekolah jarak jauh. Sambil menyiapkan itu, ia juga meminta Disdik mulai memetakan daerah mana yang bisa dibangun sekolah baru.

"Sekolah jarak jauh ini yang bisa segera direalisasikan, bisa menggunakan fasilitas SMP di daerah itu. Pemprov siap membiayai. Tinggal saya minta Dinas Pendidikan segera membicarakan hal ini dengan Bupati/Wali Kota terkait pemanfaatan fasilitas SMP di sana," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Jumeri mengatakan, bahwa terkait zonasi memang sudah dipecahkan. Ia membenarkan bahwa jarak zonasi saat ini diukur dari RW setempat.

"Jadi kalau ada calon siswa yang tempat tinggalnya satu RW dengan sekolah, maka langsung diterima," ucapnya.

Jumeri juga mengomentari terkait beberapa daerah yang tidak memiliki sekolah. Ia mengatakan, untuk memfasilitasi calon siswa dari daerah yang tidak memiliki sekolah, pihaknya telah memberikan poin khusus bagi mereka sebesar 2,25. Point itu setara dengan nilai sertifikat tingkat Kabupaten yang dapat digunakan untuk bertarung melalui jalur prestasi.

"Jadi, anak-anak dari daerah yang tidak memiliki fasilitas sekolah itu, bisa mendaftar melalui jalur prestadi di sekolah terdekat dengan tambahan point 2,25. Jadi, calon siswa bisa masuk menggunakan point nilai raport, point kejuaraan dan tambahan point 2,25 itu," terangnya.Terima Banyak Keluhan Zonasi PPDB, Ini Kata Ganjar Pranowo

Sumber
Ternyata ada yg lebih ribet dari sistem Rayon
emoticon-Leh Uga
Di jateng protes zonasi, di jakarta malah pengen zonasi.

Peraturan apapun pasti ada aja yg ga sreg..
Gw liat liat soal PPDB antara Gub DKI sama Jateng...

Masih lebih responsif yg d Jateng sihh...

DKI aturan usia lebih tua itu, ide siapa ya???? TGUPP???

emoticon-Big Grin
ribet selalu tiap tahun, gak pake nilai, lah yang goblok bisa dpt sekolah bagus yg cerdas miskin bisa terlempar ke swasta ( itu juga kalo mampu bayar)

udah tau standar kualitas sekolah belum merata sama udah bikin aturan sosialis
PPDB paling kacau dalam sejarah pendidikan Indonesia
Sebagian sekolah negeri pake test akademik online dalam PPDB nya, tau gak, rata2 peserta nya pake jockey alias d bantu sama teman atau sodara nya yg pintar. Malah jockey nya ada yg lulusan UI, UNAIR, dll. Kasian yg jujur, gak bakal bisa tembus.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di